Kerajaan Maiwa dalam Konfederasi Massenrempulu

Sumber: http://wrotehistory.blogspot.co.id/2014/05/kerajaan-maiwa.html

————————-

Konfederasi massenrempulu didirikan Bone pada waktu Bissu Tonang Arung Enrekang Ke III sekitar abad XVI M. Pada awal pembentukan konfederasi ini terdapat tujuh kerajaan didalamnnya sehingga disebut Pitue Massenrempulu yang terdiri dari :

  1. Kerajaan Endekan yang dipimpin oleh Arung/Puang Endekan,
  2. Kerajaan Kassa yang dipimpin oleh Arung Kassa’,
  3. Kerajaan Batulappa‘ yang dipimpin oleh Arung Batulappa’,
  4. Kerajaan Tallu Batu Papan (Duri) yang merupakan gabungan dari Buntu Batu, Malua, Alla’. Buntu Batu dipimpin oleh Arung/Puang Buntu Batu, Malua oleh Arung/Puang Malua, Alla’ oleh Arung Alla’,
  5. Kerajaan Maiwa yang dipimpin oleh Arung Maiwa,
  6. Kerajaan Letta‘ yang dipimpin oleh Arung Letta’,
  7. Kerajaan Baringin (Baringeng) yang dipimpin oleh Arung Baringin.

Karena terjadinya perang antara Bone dan Wajo yang dimenangkan oleh Arungpone dalam pertempuran itu maka Binuang dimasukkan kedalam Baqbana binanga dan untuk kerajaan Pituriase penulis tidak mendapatkan penjelasan mengenai keluarnya dari federasi massenrempulu sehingga Konfederasi Pitue massenrempulu berubah menjadi Limae massenrempulu karena kerajaan yang tergabung dalam konfederasi tersebut tinggal lima kerajaan yaitu: Enrekang, Batulappa, Kassa, Letta, dan Duri.
Akan tetapi pada tahun 1685 Letta ditaklukkan oleh Bone yang pada saat itu diperintah oleh Aru Palakka Petta Malampe’E Gemme’na. hal ini disebabkan oleh tindakan gegabah dan kurang perhitungan membunuh utusan dari Bone. Tindakan ini ditanggapi bone sebagai suatu penghinaan yang harus diberikan ganjaran. Kerajaan Bone bersama dengan Wajo, Soppeng dan Sidenreng mengangkat senjata memerangi Letta. Akibat dari peperangan tersebut tidak hanya dirasakan oleh kerajaan Letta, tetapi kerajaan yang ada disekitarnya seperti lili dari kerajaan Sawitto juga ikut dihancurkan, sedangkan orang-orang yang ditawan dinyatakan sebagai hamba dan dibagi kepada empat raja yang bersangkutan.

Tahun 1685 M Latenritette Petta Risompae Dg. Serang Arung Palakka Malampe’E Gemme’na Raja Bone mengeluarkan Letta dari gabungan Massenrempulu. Pada kesempatan itu Maiwa yang tadinya menjadi lili dari sidenreng, oleh keempat raja tersebut ditingkatkan kedudukannya menjadi kerajaan yang berdaulat kemudian dimasukkan kedalam federasi Massenrempulu menggantikan Letta yang telah ditaklukkannya itu. Sedangkan Bilokka, cerowalie, awanio, dan WettaE yang tadinya berada dibawah kekuasaan soppeng dimasukkan menjadi lili dari kerajaan Sidenreng.

Setelah Letta digantikan oleh Maiwa maka konfederasi Limae massenrempulu terdiri dari kerajaan Enrekang, Batulappa, Kassa, Maiwa, dan Duri. Didalam federasi Massenrempulu Arung Buttu lebih luas wewenangnya dari arung Enrekang, karena Arung Buttu sebagai panglima tentara gabungan Massenrempulu dan sebagai pemimpin rapat Federasi yang diadakan di Enrekang sebagai pusat Massenrempulu. Dimana, rapat federasi ini sering dihadiri oleh Raja Bone.

Pada tahun 1685 Kerajaan Letta di taklukkan oleh Kerajaan Bone hal ini disebabkan oleh tindakan gegabah dan kurang perhitungan yang dilakukan oleh Kerajaan Letta membunuh utusan dari Bone. Tindakan ini ditanggapi Kerajaan Bone sebagai suatu penghinaan yang harus diberikan ganjaran. Kerajaan Bone bersama dengan Wajo, Soppeng dan Sidenreng mengangkat senjata memerangi Letta. Akibat dari peperangan tersebut tidak hanya dirasakan oleh kerajaan Letta, tetapi kerajaan yang ada disekitarnya seperti lili dari kerajaan Sawitto juga ikut dihancurkan, sedangkan orang-orang yang ditawan dinyatakan sebagai hamba dan dibagi kepada empat raja yang bersangkutan.

Tahun 1685 M Latenritette Petta Risompae Dg. Serang Arung Palakka Malampe’E Gemme’na Raja Bone mengeluarkan Letta dari gabungan Massenrempulu. Pada kesempatan itu Maiwa yang tadinya menjadi lili dari Sidenreng, oleh keempat raja tersebut ditingkatkan kedudukannya menjadi kerajaan yang berdaulat kemudian dimasukkan kedalam federasi Massenrempulu menggantikan Letta yang telah ditaklukkannya itu. Sedangkan Bilokka, Cerowalie, Awanio, dan WettaE yang tadinya berada dibawah kekuasaan Soppeng dimasukkan menjadi lili dari kerajaan Sidenreng.


 

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: