Tanoh Jawa, kerajaan / Prov. Sumatera Utara

Kerajaan Tanoh Jawa adalah kerajaan Suku Simalungun, marga Sinaga; terletak di Sumatera, Kab. Simalungun, prov. Sumatera Utara.

The kingdom of Tanoh Jawa was a kingdom on Sumatera, of the Simalungun People, Sinaga clan, located in Kab. Simalungun. North Sumatera Province.
For english, click here

Klik foto untuk besar !

Kab. Simalungun

Kab. Simalungun

Provinsi Sumatera Utara (hijau)

Provinsi Sumatera Utara (hijau)


* Foto kerajaan / kingdom Tanoh Jawa: link
*
Foto kerajaan-kerajaan Simalungun: link
* Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera: link
*
Foto situs kuno di Sumatera:
link


1) Tentang Raja / About the king

Raja terakhir Tanoh Jawa: Tn Sang Madjadi, raja dari 1941 s/d 1947.


2) Sejarah / History kerajaan Tanoh Jawa

1906: Belanda menyusun pemerintahan di wilayah Simalungun dan memperlakukan Belsuit Gubernur General Hindia Belanda Stbl. No 531 tahun 1906 dengan susuna pemerintah Swapraja, terdiri dari tujuh wilayah Kerajaan yang disebut dengan “Raja Napitu”/ Raja yang Tujuh, yaitu :

* Siantar (marga Damanik),
* Panei (marga Purba Dasuha),
* Dolok Silou (marga Purba Tambak),
* Tanoh Djawa (marga sinaga),
* Raya (marga Saragih Garingging),
* Purba (marga Purba Pakpak),
* Silimakuta (marga Purba Girsang).

Kerajaan Tanah Jawa marga Sinaga dengan wilayah bagian hilir pantai Timur Sumatera sampai ke pegunungan Simanuk-manuk terus ke laut tawar sekitar daerah Panahatan perapat. Menurut versi Simalungun, Sinaga menjadi salah satu dari 4 marga asli suku Simalungun saat terjadi “Harungguan Bolon” (permusyawaratan besar) antara 4 raja besar (Raja Nagur, Raja Banua Sobou, Raja Banua Purba, Raja Saniang Naga) untuk tidak saling menyerang dan tidak saling bermusuhan (marsiurupan bani hasunsahan na legan, rup mangimbang munssuh).
Keturunan dari Raja Saniang Naga di atas adalah marga Sinaga di Kerajaan Tanah Jawa, Batanghio di Asahan. Saat kerajaan Majapahit melakukan ekspansi di Sumatera pada abad XIV, pasukan dari Jambi yang dipimpin Panglima Bungkuk melarikan diri ke kerajaan Batanghiou dan mengaku bahwa dirinya adalah Sinaga. Menurut Taralamsyah Saragih, nenek moyang mereka ini kemudian menjadi raja Tanoh Djawa dengan marga Sinaga Dadihoyong setelah ia mengalahkan Tuan Raya Si Tonggang marga Sinaga dari kerajaan Batangiou dalam suatu ritual adu sumpah (Sibijaon). Walaupun begitu ada juga yang menyebutkan bahwa Sinaga keturunan raja Tanoh Djawa berasal dari daerah Naga Land (Tanah Naga) di India Timur yang berbatasan dengan Myanmar (Wikipedia: Sinaga). Raja pertama dari Kerajaan Tanah Jawa ialah Tuan Sorgalawan Sinaga. Tuan Kaliamsjah merupakan raja ke-12 hingga terjadinya revolusi berdarah).

Kerajaan-kerajaan di Sumatera utara, abad ke-19

klik peta untuk besar


3) Daftar raja / List of kings

Dari Silsilah ini diterangkan:|
Raja ke-1: Sorgalawan, kemudian:
Raja ke-2: Djontaboelan dilanjutkan oleh:
Raja ke-3: Sorgahari. Sorgahari mempunyai anak laki-laki 2(dua) orang, yang pertama bernama Oesoel dan yang kedua bernama Djintanari. Setelah Sorgahari wafat, anak pertama Sorgahari bernama Oesoel menjadi:
Raja ke-4: Oesoel,dan setelah Oesoel wafat tahta kerajaan dilanjutkan oleh adiknya bernama Djintanari menjadi:
Raja ke-5: Djintanari.
Raja ke-6: bernama Timboel beliau adalah putra dari Djintanari. Raja ke-6 ini mempunyai putra sebanyak 5 (lima) orang. Setelah raja ke-6 wafat tahta kerajaan jatuh kepada anak keduanya yang bernama Podang rani menjadi:
Raja ke-7: Podang, setelah Podang rani wafat maka beliau digantikan oleh abang tertuanya bernama Horpanaloean menjadi:
Raja ke-8: Horpanaloean.
1907-1912: Raja ke-9: Tuan Sanggah Goraha.
1912-1917: Raja ke-10: Tuan Djintar. Setlah beliau wafat:
1918-1919: Setelah Tuan Djintar wafat, Kerajaan Tanah Jawa untuk sementara dipangku langsung oleh permaisurinya yaitu Puang Bolon boru Damanik dari Bandar dari tahun 1918 sampai dengan tahun 1919.
1919/1920: Tuan Sangmadjadi diangkat menjadi Pemangku Kerajaan Tanah Jawa.
Pada tanggal 27 Juli 1921 Tuan Sangmajadi menandatangani Korte Verklaring yang kemudian disyahkan oleh Pemerintah tertinggi Belanda dengan Gouverments Besluit No.23 bulan Januari 1922,sejak penanda tanganan Korte Verklaring tersebut maka telah syahlah Tuan Sangmadjadi menjadi:
– Raja ke-11: Tuan Sangmadjadi.

Pada tahun 1940 sebelum beliau wafat, beliau pernah mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Belanda berupa sebuah Tongkat Kerajaan berbalut emas dan Payung Kerajaan yang berwarna keemasan. Tuan Sangmajadi wafat tahun 1940 meninggalkan tiga orang putra.
Setelah Tuan Sangmadjadi wafat Kerajaan Tanah Jawa dipangku oleh putra tertua beliau yang bernama Tuan Kaliamsjah sampai terjadinya revolusi, tahun 1946.
Daftar raja: link
Daftar raja: link


4) Sistem perkawinan kerajaan kerajaan di Simalungun dulu

Untuk sistem perkawinan Simalungun dulu, klik di sini


5) Sejarah kerajaan-kerajaan Simalungun

Dalam sejarahnya ada 3 (tiga) fase kerajaan yang pernah berkuasa dan memerintah di Simalungun. Adapun pada fase pertama adalah fase kerajaan yang dua (harajaon na dua), yaitu:

* kerajaan Nagur (marga Damanik) dan
* Batanghio (marga Saragih).

Sedang fase kedua adalah kerajaan berempat (harajaon na opat), yaitu:
* kerajaan Siantar (marga Damanik),
* kerajaan Panai (marga Purba Dasuha),
* kerajaan Silau (marga Purba Tambak), dan
* kerajaan Tanoh Jawa (marga Sinaga).

Fase ketiga adalah kerajaan yang tujuh (harajaon na pitu), yaitu:
* kerajaan Siantar (marga Damanik),
* kerajaan Panai (marga Purba Dasuha),
* kerajaan Silau (marga Purba Tambak),
* kerajaan Tanoh Jawa (marga Sinaga),
* kerajaan Raya (marga Saragih Garingging),
* kerajaan Purba (marga Purba Pakpak) dan
* kerajaan Silimakuta (marga Purba Girsang) (Damanik, 2010:1-2).

Fase ketiga ini dimulai dari tindakan pemerintah Belanda menyusun pemerintahan di wilayah Simalungun dengan memperlakukan Belsuit Gubernur General Hindia Belanda Stbl. No 531 tahun 1906 dengan susunan pemerintah Swapraja, terdiri dari tujuh wilayah Kerajaan yang disebut dengan “Raja Napitu” (Raja yang Tujuh) (awisaragih.blogspot.com).


6) Marga Sinaga

Sinaga adalah salah satu marga pada Suku bangsa Batak yang berasal dari Pulau Samosir.

Marga Sinaga lengkap: https://id.wikipedia.org/wiki/Sinaga
Asal usul marga Sinaga: http://lagusimalungunmp3.blogspot.co.id/2013/01/asal-usul-marga-sinaga.html


7) Kabupaten Simalungun sekarang (dengan perbatasan kerajaan-kerajaan dulu)


8) Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


9) Sumber / Source

– Tentang kerajaan Tanoh Jawa:  http://sopopanisioan.blogspot.co.id/2014/04/kerajaan-kerajaan-di-simalungun.html
Tentang raja Tanoh Jawa: http://www.simalungunonline.com/raja-tanah-jawa.html
– Penelusuran situs kerajaan Tanoh Jawa: http://maroeboen.blogspot.co.id/2012/08/penelusuran-situs-kerajaan-tanoh-jawa.html
Stambom kerajaan Tanoh Jawa: http://sinagaeone.blogspot.co.id/2009/03/stambom-keradjaan-tanah-djawa.html
——————————-

– Sejarah Suku Simalungun di Wiki: Wiki
Marga marga Simalungun: link
Sejarah marga Purba di Wiki: Wiki
Sejarah marga Saragih di Wiki: link
Sejarah marga Sinaga di Wiki: link
Asal usul marga Sinaga: http://lagusimalungunmp3.blogspot.co.id/2013/01/asal-usul-marga-sinaga.html
Sejarah marga Damanik di Wiki: link
Asal usul bangsa Simalungun: link

1.Tn Gomok Saragih Garingging I Pematang Raya Radja Raya 2.Tn Bosar Sumalam Purba Dasuha I Pematang Panei,.Radja Panei 3.Tn Sang Madjadi Sinaga Dadihoyong I Pematang Tanah Djawa,Radja Tanah Djawa 4.Tn Ragaim Purba Tambak I Pematang Dologsilou,Radja Dologsilou 5.Tn Padiraja Purba Girsang I Naga Saribu,Radja Silimakuta 6.Tn Sawadin Damanik I Pematang Siantar ,Radja Siantar 7.Tn Karel Tanjung ( Parjabayak ) Purba PakPak I Pematang Purba.Radja Purba

1.Tn Gomok Saragih Garingging I Pematang Raya Radja Raya
2.Tn Bosar Sumalam Purba Dasuha I Pematang Panei, Radja Panei
3.Tn Sang Madjadi Sinaga Dadihoyong I Pematang Tanah Djawa, Radja Tanah Djawa
4.Tn Ragaim Purba Tambak I Pematang Dologsilou, Radja Dologsilou
5.Tn Padiraja Purba Girsang I Naga Saribu, Radja Silimakuta
6.Tn Sawadin Damanik I Pematang Siantar, Radja Siantar
7.Tn Karel Tanjung ( Parjabayak ) Purba PakPak I Pematang Purba. Radja Purba.


 

 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s