Tanoh Jawa, kerajaan / Prov. Sumatera Utara – kab. Simalungun

Kerajaan Tanoh Jawa adalah kerajaan Suku Simalungun, marga Sinaga; terletak di Sumatera, Kab. Simalungun, prov. Sumatera Utara.
Kerajaan Tanoh Jawa berdiri sekitar abad ke-14, rajanya bermarga Sinaga Dadihoyong menjemput isteri puteri Raja Bandar marga Damanik Bariba.

The kingdom of Tanoh Jawa was a kingdom on Sumatera, of the Simalungun People, Sinaga clan, located in Kab. Simalungun. North Sumatera Province. 14th Century.
For english, click here

Kab. Simalungun


* Foto kerajaan Tanoh Jawa: link
* Foto raja-raja di Simalungun dulu: link


Garis kerajaan-kerajaan di Sumatera: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link

* Foto Istana kerajaan di Sumatera: link


KERAJAAN TANOH JAWA

Tentang Raja

Tidak ada info tentang pewaris atau keturunan kerajaan ini.

Raja terakhir Tanoh Jawa: Tn Sang Madjadi, raja dari 1941 s/d 1947.

Radja Kaliamsjah Sinaga/Radja terakhir kerajaan Tanah Djawa dari th 1941 s/d 1947 beserta Poeang Bolon/Permaisuri, Poeang Bolon Salimah Damanik adalah Putri Dari Tn Sawadin Damanik (Radja dari Keradjaan Siantar yg terakhir). Posted By Ridwan Helmi Ratu Agung


Sejarah kerajaan Tanoh Jawa, abad ke-14

Umum

Kerajaan Nagur, 500-1400, (marga Damanik) merupakan cikal bakal kerajaan di Simalungun berikutnya.
Nagur kemudian pecah menjadi dua:
* kerajaan Si Tonggang; kerajaan ini beralih menjadi kerajaan Siantar.
* kerajaan Batanghio (marga Saragih). Kerajaan Batangio menjadi: kerajaan Tanoh Jawa.
* Belakangan Nagur pecah lagi menjadi Silau, 1300-1400.
Adapun Silau pecah lagi menjadi Panei dan Dolok Silau. Belakangan setelah masuknya Belanda vasal Silau yakni Purba, Raya dan Silimakuta diakui swapraja oleh Belanda.

Sejarah kerajaan Tanoh Jawa

Kerajaan Tanoh Jawa berdiri sekitar abad ke-14, rajanya bermarga Sinaga Dadihoyong menjemput isteri puteri Raja Bandar marga Damanik Bariba.

Kerajaan Tanoh Jawa marga Sinaga dengan wilayah bagian hilir pantai Timur Sumatera sampai ke pegunungan Simanuk-manuk terus ke laut tawar sekitar daerah Panahatan perapat. Menurut versi Simalungun, Sinaga menjadi salah satu dari 4 marga asli suku Simalungun saat terjadi “Harungguan Bolon” (permusyawaratan besar) antara 4 raja besar (Raja Nagur, Raja Banua Sobou, Raja Banua Purba, Raja Saniang Naga) untuk tidak saling menyerang dan tidak saling bermusuhan (marsiurupan bani hasunsahan na legan, rup mangimbang munssuh).

Keturunan dari Raja Saniang Naga di atas adalah marga Sinaga di kerajaan Tanoh Jawa, Batanghio di Asahan. Saat kerajaan Majapahit melakukan ekspansi di Sumatera pada abad ke-14, pasukan dari Jambi yang dipimpin Panglima Bungkuk melarikan diri ke kerajaan Batanghiou dan mengaku bahwa dirinya adalah Sinaga.
Menurut Taralamsyah Saragih, nenek moyang mereka ini kemudian menjadi raja Tanoh Djawa dengan marga Sinaga Dadihoyong setelah ia mengalahkan Tuan Raya Si Tonggang marga Sinaga dari kerajaan Batangiou dalam suatu ritual adu sumpah (Sibijaon). Walaupun begitu ada juga yang menyebutkan bahwa Sinaga keturunan raja Tanoh Djawa berasal dari daerah Naga Land (Tanah Naga) di India Timur yang berbatasan dengan Myanmar (Wikipedia: Sinaga). Raja pertama dari kerajaan Tanoh Jawa ialah Tuan Sorgalawan Sinaga. Tuan Kaliamsjah merupakan raja ke-12 hingga terjadinya revolusi berdarah, tahun 1946.

Tampak palas/umpak batu pondasi bekas Istana/Rumah Bolon Kerajaan Tanoh Jawa di huta Pamatang Tanoh Jawa.
– Sumber: http://maroeboen.blogspot.com/2012/08/penelusuran-situs-kerajaan-tanoh-jawa.html

Afbeeldingsresultaat voor kerajaan tanoh jawa


Daftar raja kerajaan Tanoh Jawa

Raja ke-1: Sorgalawan, kemudian:
Raja ke-2: Djontaboelan dilanjutkan oleh:
Raja ke-3: Sorgahari. Sorgahari mempunyai anak laki-laki 2(dua) orang, yang pertama bernama Oesoel dan yang kedua bernama Djintanari. Setelah Sorgahari wafat, anak pertama Sorgahari bernama Oesoel menjadi:
Raja ke-4: Oesoel,dan setelah Oesoel wafat tahta kerajaan dilanjutkan oleh adiknya bernama Djintanari menjadi:
Raja ke-5: Djintanari.
Raja ke-6: bernama Timboel beliau adalah putra dari Djintanari. Raja ke-6 ini mempunyai putra sebanyak 5 (lima) orang. Setelah raja ke-6 wafat tahta kerajaan jatuh kepada anak keduanya yang bernama Podang Rani menjadi:
Raja ke-7: Podang, setelah Podang rani wafat maka beliau digantikan oleh abang tertuanya bernama Horpanaloean menjadi:
Raja ke-8: Horpanaloean.
1907-1912: Raja ke-9: Tuan Sanggah Goraha.
1912-1917: Raja ke-10: Tuan Djintar. Setlah beliau wafat:
1918-1919: Setelah Tuan Djintar wafat, kerajaan Tanoh Jawa untuk sementara dipangku langsung oleh permaisurinya yaitu Puang Bolon boru Damanik dari Bandar dari tahun 1918 sampai dengan tahun 1919.
1919/1920: Tuan Sangmadjadi diangkat menjadi Pemangku kerajaan Tanoh Jawa.
Pada tanggal 27 Juli 1921 Tuan Sangmajadi menandatangani Korte Verklaring yang kemudian disyahkan oleh Pemerintah tertinggi Belanda dengan Gouverments Besluit No.23 bulan Januari 1922, sejak penanda tanganan Korte Verklaring tersebut maka telah syahlah Tuan Sangmadjadi menjadi:
– Raja ke-11: Tuan Sangmadjadi.
Pada tahun 1940 sebelum beliau wafat, beliau pernah mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Belanda berupa sebuah Tongkat Kerajaan berbalut emas dan Payung Kerajaan yang berwarna keemasan. Tuan Sangmajadi wafat tahun 1940 meninggalkan tiga orang putra.
Setelah Tuan Sangmadjadi wafat kerajaan Tanoh Jawa dipangku oleh putra tertua beliau yang bernama Tuan Kaliamsjah sampai terjadinya revolusi, tahun 1946.
– Raja ke-12: 1941-1947: Radja Kaliamsjah Sinaga/Raja terakhir kerajaan Tanoh Djawa
Daftar raja: link
Daftar raja: link

Oppung Sang Madjadi Radja Tanah Djawa ( dari th 1919 s/d 1940 ) beserta putra2nya,
berdiri paling kiri Radja Kaliamsjah Sinaga,
berdiri tengah Omsjah Sinaga,
berdiri paling kanan Kalam Sinaga.
Catatan: Radja Kaliamsjah Sinaga dinobatkan menjadi Radja di Kerajaan Tanoh Djawa pada Juli 1941. (1941 s/d 1947)

——————–
Stempel kerajaan Tanoh Djawa dan Tanda Tangan T Sang Madjadi tanggal 2 Maret 1934 atas Perjanjian Tambahan atas Perkebunan Permanangan Register no 56, Sesuai Perjanjian dibawah tangan dng NILS tanggal 12 Agust 1912. Posted By Ridwan Helmi Ratu Agung


KERAJAAN DAN PARTOEANON DI SIMALUNGUN

Untuk daftar dan sejarah kerajaan dan partuanon di wilayah Simalungen, klik di sini

Simalungun: wilayah kerajaan-kerajaan, diantara yang lain Siantar, Raya, Purba, Tanah Jawa. Peta 1900

Wilayah kerajaan Simalungun


Raja raja Simalungun, 1934

  1. Tn Gomok Saragih Garingging I Pematang Raya Radja Raya
  2. Tn Bosar Sumalam Purba Dasuha I Pematang Panei,. Radja Panei
  3. Tn Sang Madjadi Sinaga Dadihoyong I Pematang Tanah Djawa, Radja Tanah Djawa
  4. Tn Ragaim Purba Tambak I Pematang Dologsilou, Radja Dologsilou
  5. Tn Padiraja Purba Girsang I Naga Saribu, Radja Silimakuta
  6. Tn Sawadin Damanik I Pematang Siantar , Radja Siantar
  7. Tn Karel Tanjung ( Parjabayak ) Purba PakPak I Pematang Purba. Radja Purba

Raja raja Simalungun


Sumber kerajaan Tanoh Jawa

– Tentang kerajaan Tanoh Jawa: http://sopopanisioan.blogspot.co.id/
– Penelusuran situs kerajaan Tanoh Jawa: http://maroeboen.blogspot.co.id/
Stambom kerajaan Tanoh Jawa: http://sinagaeone.blogspot.co.id/
——————————-

Sumber kerajaan di Simalungun
.
– Sejarah kerajaan Simalungun: http://uun-halimah.blogspot.co.id/
Sejarah kerajaan Simalungun: http://awisaragih.blogspot.co.id/
– Sejarah kerajaan Simalungun:
http://tondangmargana.blogspot.co.id/
– Kerajaan di Simalungun:
http://sopopanisioan.blogspot.com

Parade Raja-raja Simalungun pada Harungguan Bolon di Pamatang Siantar, 1930.
 Dari kiri ke kanan:
Raja Tanoh Jawa – Sang Majadi (morga Sinaga), Partuanon Silou Kahean – Tuan Gaib (morga Purba), Raja Raya – Tuan Gomok (morga Saragih Garingging), Raja Siantar – Tuan Sawadim (morga Damanik), Raja Panei – Tuan Bosar Sumalam (morga Purba), Raja Dolog Silou – Tuan Ragaim (morga Purba) , Raja Purba – Tuan Mogang (morga Purba), Partuanon Bandar – Tuan Desta Bulan (morga Damanik) dan Raja Silimakuta – Tuan Padiraja (morga Girsang)

Raja raja Simalungun


Kab. Simalungun, wilayah kerajaan2 di Simalungun


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: