Taliwang, kerajaan / P. Sumbawa – Prov. Nusa Tenggara Barat

Kerajaan Taliwang terletak di P. Sumbawa, bagian barat.

Lokasi P. Sumbawa


Sejarah kerajaan Taliwang

Taliwang mempunyai sejarah yang sangat panjang, lebih panjang daripada kehadiran kesultanan Sumbawa di P. Sumbawa. Taliwang dan Seran, sebelum masuknya Islam ke Sumbawa, merupakan dua kerajaan yang paling besar di bagian barat P. Sumbawa.

Negarakertagama yang dibuat pada abad ke-14 menyabutkan Bima, Dompu, Taliwang, Seran dan Utan Kadali sebagai daerah-daerah kerajaan lokal yang menjadi bagian dari ambisi Patih Gajah Mada untuk ditaklukkan.

Tanggal 13 Maret 1621, kerajaan Taliwang yang kuat mau mengadakan pembangkangan terhadap kekuasaan Gowa, ditundukkan kembali oleh sejumlah pasukan pilihan kerajaan Gowa yang dikirim ke sana.

Pada tahun 1623, di bawah pemerintahan Raja Goa I Mangarangi Daeng Manrabia, Sultan Alauddin TU Menanga RI Gaukanna, kerajaan Seran bersatu bersama tujuh kerajaan satelit lainnya, yaitu kerajaan Utan Kadali, Taliwang, Jereweh, Ngali, Sampar Samulan, Gunung Galesa, dan Gunung Setia.

Raja-raja di Taliwang yang merupakan keturunan raja-raja Banjar, biasanya bergelar Pangeran.


Sejarah Kemutar Telu

Kemutar Telu, yaitu kerajaan Seran, kerajaan Taliwang dan kerajaan Jereweh sebagai tanda bernaung di bawah kekuasaan kerajaan Sumbawa mempunyai delapan macam kewajiban, menurut istilah adatnya “Sonap lawang blau balu” (melalui pintu delapan) yaitu:

* Pertama: Nguri, persembahan berupa uang dalam bilangan tertentu menurut kedudukan sesuaru pejabat kepada raja, bila Raja ditimpa duka / suka.
* Kedua: Turut membuat kuta (benteng) negeri Sumbawa, membuat tembok “Dalam” dan mengumpulkan kayu sepang.
* Ketiga: Mengumpulkan kain dan orang, serta ikut mengiringi raja bila berkunjung ke Makassar.
* Keempat: Membawa hantaran (istilah adatnya: perisi atau tekan tonang) dan menghadiri upacara kematian.
* Kelima: Sama dengan empat pada upacara perkawinan, khitan dan sebagainya.
* Keenam: Membuat / mengerjakan bendungan dan selokan bersama rakyat dari Mata hingga Sekongkang
* Ketujuh: Memberi bantuan jika terjadi peperangan
* Kedelapan: Membayar uang peti.

Kerajaan2 dulu di P. Sumbawa


 

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: