Kolana, kerajaan / P. Alor – Prov. Nusa Tenggara Timur

Kerajaan Kolana terletak di pulau Alor. Kab. Alor, Prov. Nusa Tenggara Timur.
Kolana bergabung dengan Pureman dan Erana pada tahun 1932.

The Kingdom of Kolana is located on the island of Alor. District of Alor. Prov. of Nusa Tenggara Timur.
For english, click here

Lokasi pulau Alor


Lokasi Pulau Alor


Tentang Raja

Putera Mahkota Kolana (augustus 2014): Pdt Timotius Eko Pujianto Makunimau.
Info dari Putera Mahkota Kolana: “Nama Raja yang terakhir adalah: Rugter Gerson Makunimau. Beliau telah wafat tahun 2005. Dan saya adalah anak sulungnnya”.

Info dari Theodora Makoenimau (des. 2017):

Raja pada masa Kolonial belanda itu adalah raja Christofel Makoenimau, pada saat itu Markus Makoenimau (raja muda) adalah pembantu raja Christofel.
Sesudah indonesia merdeka Markus Makoenimau menggantikan raja Christofel dengan status sebagai “Kepala Swap Raja” (pada jaman belanda itu disebut raja) itu tahun 1946 – 1962.
Dan pada saat itu Willem Makoenimau sebagai pembantu raja (raja Muda).
Setelah tahun 1962, Willem Makoenimau menggantikan Raja Markus Makoenimau sebagai raja kolana dan sekaligus statusnya pada saat itu sebagai Camat Pertama Alor Timur, yang wilayahnya meliputi kerajaan Kolana (yang sekarang adalah Kecamatan Alor Timur, Alor Timur Laut dan Pureman).

Pusaka kerajaan yang ada adalah pusaka yang diserahkan oleh belanda berupa Tongkat kerajaan yang menandakan bahwa Raja Mausina (Mika Makoenimau) adalah Raja Kolana.
Dan pusaka kerajaan (Tongkat Kerajaan) itu masih ada sampai dengan saat ini dan berada di kolana dan dijaga oleh bapak Yusuf Makoenimau.

Raja kerajaan Kolana, bersama para pembantunya, 1926.


Sejarah / History kerajaan Kolana

Kerajaan Kolana adalah kerajaan di pulau Alor.

Dinasti Makunimau adalah salah satu dinasti terbaik di Indonesia. Sudah nenek moyangnya digambarkan sebagai sangat welwilling dan bekerja sama raja Kolana.
Kolana adalah salah satu dari 4 kerajaan besar di Alor: yang lain adalah Kui, Alor dan Batulolong. Kadang-kadang orang-orang, terutama dari luar pulau, juga memperhitungkan Mataru dan Pureman ke daftar kerajaan Alor. Pureman bergabung dengan Kolana pada tahun 1927, tetapi tetap di bawah kekuasaan raja sendiri; sekarang dengan judul Kapitan.
Saat ini sangat populer Bupati Alor / Pantar juga anggota dinasti kerajaan Kolana: Ir. Ans Takalepeta.

Pulau Alor


Daftar Raja / List of kings

1. Christofel Makunimau.
2. Wellem Christian Makunimau.
3. Rugter Gerson Makunimau
4. Putera Mahkota (2014): Timotius Eko Pujianto Makunimau

– Sumber: Pdt Timotius Eko Pujianto Makunimau STh, Putera Mahkota Kolana.


Kerajaan kerajaan di pulau Alor

* Kerajaan Abui,
* Kerajaan Alor,
* Kerajaan Batulolong,
* Kerajaan Bungabali,
* Kerajaan Kolana,
* Kerajaan Kui,
* Kerajaan Mataru,
* Kerajaan Pureman.


Sejarah kerajaan-kerajaan di pulau Alor

Menurut ceritra yang beredar di masyarakat Alor, kerajaan tertua di Kabupaten Alor adalah kerajaan Abui di pedalaman pegunungan Alor dan kerajaan Munaseli di ujung timur pulau Pantar. Suatu ketika, kedua kerajaan ini terlibat dalam sebuah Perang Magic. Mereka menggunakan kekuatan-kekuatan gaib untuk saling menghancurkan. Munaseli mengirim lebah ke Abui sebaliknya Abui mengirim angin topan dan api ke Munaseli. Perang ini akhirnya dimenangkan oleh Munaseli.

Konon, tengkorak raja Abui yang memimpin perang tersebut saat ini masih tersimpan dalam sebuah goa di Mataru. Kerajaan berikutnya yang didirikan adalah kerajaan Pandai yang terletak dekat kerajaan Munaseli dan Kerajaan Bunga Bali yang berpusat di Alor Besar. Munaseli dan Pandai yang bertetangga, pada akhirnya juga terlibat dalam sebuah perang yang menyebabkan Munaseli meminta bantuan kepada raja kerajaan Majapahit, mengingat sebelumnya telah kalah perang melawan Abui.

Sekitar awal tahun 1300-an, detasmen tentara bantuan kerajaan Majapahit tiba di Munaseli, tetapi yang mereka temukan hanyalah puing-puing kerajaan Munaseli, sedangkan penduduknya telah melarikan diri ke berbagai tempat di Alo. Para tentara Majapahit ini akhirnya banyak yang memutuskan untuk menetap di Munaseli, sehingga tidak heran jika saat ini banyak orang Munaseli yang bertampang Jawa. Peristiwa pengiriman tentara Majapahit ke Munaseli inilah yang melatarbelakangi disebutnya Galiau (Pantar) dalam buku Negarakartagama karya Empu Prapanca yang ditulisnya pada masa jaya kejayaan Majapahit (1367). Buku yang sama juga menyebut Galiau Watang Lema atau daerah-daerah pesisir pantai kepulauan.
Galiau yang terdiri dari 5 kerajaan, yaitu Kui dan Bunga Bali di Alor serta Blagar, Pandai dan Baranua di Pantar. Aliansi 5 kerajaan di pesisir pantai ini diyakini memiliki hubungan dekat antara satu dengan lainnya. Bahkan raja-raja mereka mengaku memiliki leluhur yang sama.
Pendiri ke 5 kerajaan daerah pantai tersebut adalah 5 Putra Mau Wolang dari Majapahit dan mereka dibesarkan di Pandai. Yang tertua diantara mereka memerintah daerah tersebut. Pada masa ini ada sebuah perjanjian yang disepakati,dimana perjanjian itu dinamakan perjanjian Lisabon pada tahun 1851.

Berdasarkan catatan Antonio Pigafetta, seorang ilmuwan dan penjelajah asal Venesia, pada 9 sampai 25 Januari 1522, pulau Alor-Pantar dikunjungi oleh kapal Victoria, yakni sisa terakhir dari armada Magellan. Antonio menulis bahwa ketika sampai ke Alor-Pantar, ia menemukan penduduk pulau ini buas seperti hewan dan makan daging manusia. Mereka tidak mempunyai raja dan tidak berpakaian. Mereka hanya memakai kulit kayu, kecuali kalau pergi ke medan perang.

Berdasarkan sejarah, pada masa kekuasaan Portugis, Portugis di Alor hanya terbatas pada pengibaran bendera pada beberapa daerah pesisir, seperti di Kui, Mataru, Batulolong, Kolana, dan Blagar. Begitu pula pada masa awal pendudukan Belanda, hanya terbatas pada pengakuan atas penguasa-penguasa yang berada di pesisir dan pada penempatan seorang Posthouder di Alor Kecil, tepatnya di pintu teluk Kabola pada tahun 1861.

Dengan Perjanjian Lisabon pada tahun 1851, kepulauan Alor diserahkan kepada Belanda dan pulau Atauru diserahkan kepada Portugis. Orang-orang Portugis sendiri sebenarnya tidak pernah benar-benar menduduki Alor, walaupun masih ada sisa-sisa dari zaman Portugis seperti sebuah jangkar besar di Alor Kecil.

Pada tahun 1911, Pemerintah colonial Belanda memindahkan pelabuhan laut utama dan pusat Pemerintahan Alor dari Alor Kecil ke Kalabahi. Kalabahi dipilih karena datarannya lebih luas dan lautnya lebih teduh. Kota Kalabahi artinya pohon kusambi, yang mana dulunya memang menghutani dataran ini. Dengan pemindahan pusat kekuasaan ke Kalabahi, Pemerintah colonial Belanda menempatkan Mr. Bouman sebagai Kontroler pertama di Alor. Sebelumnya tanda kehadiran colonial belanda di Alor, hanya terdiri dari seorang penjaga pos dan seorang serdadu berpangkat letnan.

Pada masa kontroler Bouman, beberapa pegawai pemerintah Belanda didatangkan. Upaya-upaya mengkristenkan para penganut animismepun mulai dilakukan. Baptisan pertama dilakukan pada tahun 1908 di pantai Dulolong. Pada masa ini Alor terdiri dari 5 kerajaan, yaitu Kui, Batulolong, Kolana, Baranusa dan Alor. Kerajaan Alor wilayahnya meliputi seluruh jasirah Kabola (bagian utara pulau Alor).

Pada tahun 1912 terjadi pengalihan kekuasaan raja dari dinasti Tulimau di Alor Besar kepada dinasti Nampira di Dulolong. Pemerintah colonial Belanda lebih cenderung memilih Nampira Bukang menjadi raja Alor sebab beliau berpendidikan dan fasih berbahasa belanda. Sebagai kompensasi, putra mahkota Tulimau ditunjuk sebagai kapitan Lembur. Pengalihan kekuasaan ini menyebabkan terjadinya beberapa pemberontakan namun dapat diredam dengan bantuan Belanda, sehingga sehingga secara tidak langsung pengalihan kekuasaan ini telah menjadi bibit salah satu lembaran hitam sejarah Alor dengan terbunuhnya Bala Nampira.

Di masa pendudukan Belanda di tahun 1910 -1916, Belanda banyak mendapat tantangan dari rakyat Alor-Pantar. Kerajaan-kerajaan yang terkenal sering melakukan perlawanan adalah Kerajaan Bunga Bali, Kerajaan Kui, Kerajaan Kolana, Kerajaan Pureman, Kerajaan Mataru, Kerajaan Batulolong, Kerajaan Baranusa, Kerajaan Pandai, dan Kerajaan Blagar. Namun, Belanda dengan devide et impera (Politik pecah belah atau politik adu domba) dan Korte Verklaring (Perjanjian Pendek) akhirnya berhasil menaklukkan para raja tersebut. Dari 9 kerajaan yang sering melakukan perlawanan, Belanda akhirnya melakukan perampingan hingga tertinggal 4 kerajaan, yakni Kerajaan Kui, Kerajaan Alor Pantar, Kerajaan Kolana, dan Kerajaan Batulolong. Dengan demikian, Belanda semakin mudah melakukan pengawasan.


Kepaulauan Sunda Kecil 1602

———————————

Kepaulauan Sunda Kecil 1748 (Alor = I. Omba)


Sumber / Source

– Tentang kerajaan Kolana (2008): http://kerajaan-indonesia.blogspot.co.id/2008/10/raja-yusuf-c-makunimau-of-kolana.html
Cerita unik dari Kolana (kuburan raja Kolana): http://travel.detik.com/read/2014/07/08/173100/2630182/1025/5/kisah-liang-kubur-yang-diisi-20-jenazah-di-alor#menu_stop
—————

– Sejarah kerajaan2 P. Alor: http://inihari.co/blog/2019/03/03/sekilas-tentang-sejarah-alor/
– Sejarah kerajaan2 P. Alor: https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Alor#Sejarah
– Sejarah kerajaan2 P. Alor: http://alorkab.go.id/new/index.php/profil/sejarah1

– Suku Alor: http://suku-dunia.blogspot.nl/2014/08/sejarah-suku-alor-di-nusa-tenggara.html


Foto di bawah dikirim: Pdt Timotius Eko Pujianto Makunimau STh.

Ini adalah Foto Bapak Yusuf Makunimau. Beliau adalah orang yang dituakan dalam keluarga kami untuk menjadi tuan tanah/kampung untuk menjaga wilayah kolana. Sumber: Pdt Timotius Eko Pujianto Makunimau STh, Putera Mahkota Kolana

Ini adalah Foto Bapak Yusuf Makunimau. Beliau adalah orang yg dituakan dalam keluarga kami untuk menjadi tuan tanah/kampung untuk menjaga wilayah kolana

—————————-
Raja Rugter Gerson bersama istri dan anak-anaknya

Raja Rugter Gerson bersama istri dan anak-anaknya

——————————–
Raja Rugter Gerson

Raja Rugter Gerson

 

———————————-
Raja Wellem Christian bersama istrinya.

Raja Wellem Christian bersama istrinya..

 

————————————–
Kuburan Raja Kolana. Sumber: http://travel.detik.com/read/2014/07/08/173100/2630182/1025/5/kisah-liang-kubur-yang-diisi-20-jenazah-di-alor#menu_stop

Kuburan Raja Kolana


 

15 Comments

15 thoughts on “Kolana, kerajaan / P. Alor – Prov. Nusa Tenggara Timur

  1. Mahyudinedo

    Semoga bisa berdamai agar..anak,cucu orang kolana d perantauan bisa berbangga bila membaca asal-usul silsilah dan sejarah kerajaan kolana

  2. Mahyudinedo

    Semoga perselisihan cepat berahir .semoga pemerintah daerah dapat mempersatukan .anak cucu orang kolana yg turunan dan sudah hidup d luar alor(kolana)bahkan d luar negri..ingin tahu asal usulnya bisa berbangga ..

  3. Charles Agustinus Malaikosa Plaituka

    Ngaku raja tapi Pusaka Kerajaan sekarang berada di tangaan siapa,dan kenapa bisa ada di tangaan mereka,itu sudah pasti kalau mereka lah Keturunan Raja yang SEBENAR NYA..
    Jangan kamu ngaku ngaku Keturunan Raja kalau tidak tau silsila Kerajaan…

    • Sultans in Indonesia

      Kalau anda punya info tambahan tentang kerajaan Kolana, mohon kirim, biar info di halaman betul. Sumber kami untuk sejarah kerajaan Kolana cuma inernet.

    • Face

      Om charles… boleh tahu pusaka peninggalan kerajaan yang dititipkan dan masih ada sampai sekarang, apa saja ya om?

      • Sultans in Indonesia

        Maaf, Kami tidak punya info di mana pusaka peninggalan kerajaan sekarang.
        Paul, penerbit website

  4. Asal tulis ini.. Kalian tu hanya di titipan.. Yang yusuf lakukan di kolana itu tidak ada yang benar.. Raja apa yang tau cuma mabuk dan peras warga.. Jaman raja kalian tu pas jamannya bela. Sejarah kalian tertulis dri situ. Tapi tidak tau awal mulanya. Penyerahan raja itu bagaimna jaman belanda.. Kalian itu orang pantar,orang tuntuli bukan orang kolana. Karna demi keslamatan nenek moyang kalian. makunimau berikan marga kepada nene moyang kalian supaya dia aman. Tapi yang sekarang ini kalian brutal makanya roky pun tidak ada anak laki2 karnaa rakus kalian . tidak kenal Tuan yang asli mana

    • Sultans in Indonesia

      terima kasih atas mail. Kommen anda sudah masuk halaman Kolana di website.
      Dengan hormat, Paul, penerbit website

  5. jefry

    tau gak siapa yang beri jabatan ke raja terahir ?? dan tau gak penasehat kerajaan ? nulis sejarah itu harus sama nama2 penasehat. harus lengkap biar di simak .

    • Sultans in Indonesia

      Terima kasih atas mail anda. Ino tentang kerajaan Kolana di internet sedikit aja. Kalau anda ada info tambahan, mohon kirim. Penerbit website, Paul

  6. taruamang aris

    Raja terakhir itu bapak Markus makunimau,bapak wellem Makunimau itu berada pada masa indonesia sudah merdeka dan berbentuk republik.trima kasih.

    • Sultans in Indonesia

      Terima kasih atas info Anda. Info itu sudah masuk website kami.
      Thank you, Paul

  7. taruamang aris

    Pak Pendeta,maaf yg cerita sejarah kolana siapa?Pak Pendeta lahir n besar di mana?ap it sudah betul.

    • Sultans in Indonesia

      Terima kasih atas mail anda.
      Kami dapat info itu dari Putera Mahkota Kolana (augustus 2014), Pdt Timotius Eko Pujianto Makunimau STh. Itu sumber kami.
      Dengan hormat, Paul

  8. Gerson is not a raja,but was crownprince.I met him in 2003.He now died.The old man under was subdistrict chief of Kolana,not raja,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s