Kolana, kerajaan / P. Alor – Prov. Nusa Tenggara Timur

Kerajaan Kolana terletak di pulau Alor. Kab. Alor, Prov. Nusa Tenggara Timur.
Kolana bergabung dengan Pureman dan Erana pada tahun 1932.
Kerajaan ini dengan rajanya masih ada (2022).

The Kingdom of Kolana is located on the island of Alor. District of Alor. Prov. of Nusa Tenggara Timur. This kingdom still exists (2022).
For english, click here

Lokasi pulau Alor

———————-
Lokasi Pulau Alor


Kerajaan Kolana

* Foto kerajaan Kolana: di bawah
*
Video pemakaman bpk raja Ferdinan Makunimau: link


Pulau Alor

* Foto raja raja sekarang dan dulu di pulau Alor: link
*
Foto suku suku di pulau Alor: link


* Video sejarah kerajaan2 di P. Alor, prov. NTT, abad 1 M-sekarang: link


KERAJAAN KOLANA

Tentang raja kerajaan Kolana, 2022

Imanuel Alexander Makunimau dinobatkan menjadi Raja kerajaan Kolana pada tanggal 4 Mei 2022 oleh suku-suku di Kerajaan Kolana. Ia adalah cicit dari Raja Alexander Makunimau, cece dari Raja Markus Makunimau dan anak dari Raja Ferdinand Mika Makunimau.

Penobatan raja kerajaan Kolana Imanuel Alexander Makunimau, 4 mei 2022

Penobatan raja kerajaan Kolana, mei 2022

Penobatan raja kerajaan Kolana, mei 2022


 Sejarah raja-raja kerajaan Kolana dan kerajaan Pureman

Pada dasarnya Nenek moyang yang sama dari keluarga raja Kolana dan Pureman, disebut bernama Sinimau, berasal dari Kalong (Abui) di tanah Kui (yang menjadi Kapitan atau bisa dikatakan perahu Probur). Istrinya bernama Maria adalah putri Raja Muna Seli (Pantar).

Mereka melarikan diri dari Kalong karena wabah cacar. Mereka menetap di Maumana (Pureman) setelah beberapa waktu berkelana. Beberapa generasi kemudian, Tubulau melahirkan dua orang putra, yaitu Lupuimakuni dan Makunimau. Si bungsu Makunimau berpindah menetap di Tanjung Lisomu. Keturunannya akhirnya, setelah berpindah-pindah karena perang dengan suku di pegunungan (Tanglapui), mereka kemudian menetap di kampung Manabala (Kolana) yang sekarang.

Raja pertama Kolana yang diakui oleh Pemerintah Hindia Belanda adalah Mautuku, yang menandatangani Timor Deklarasi (12 Mei 1889. Disetujui oleh Gubernur Jenderal pada 10 Juli 1889). Dia menandatangani deklarasi tentang hak pertambangan pada 22 Juli 1898, dan deklarasi tentang pengenaan pajak pada 22 Agustus 1901. Mautuku digantikan oleh putranya Alexander Makunimau, yang menandatangani Deklarasi Pendek pada tanggal 20 Juni 1914, disetujui dan dikukuhkan dengan keputusan pemerintah pada tanggal 27 Agustus 1915. Dengan keputusan Residen Timor en Onderhoorigheden pada tanggal 11 Juli 1927, No. 250, dia juga dipercayakan untuk mengatur tanah Pureman.

Dengan keputusan Gubernur Jenderal 13 Januari 1933, No. 27, Raja Alexander Makunimau diberhentikan dengan hormat karena usianya yang sudah lanjut, dan adiknya Christoffel Makunimau (Kari Mudi) dipercayakan untuk memerintah sementara atas tanah Kolana, selama Marcus Makunimau, putra tertua Raja Alexander masih kecil.

Dengan keputusan Residen Timor en Onderhoorigheden tanggal 2 Februari 1933 No. 22, Christoffel juga dipercayakan untuk memerintah atas tanah Pureman. (Selama perang, Christoffel Makunimau digulingkan oleh Jepang (1 Juli 1944) dan Marcus Makunimau diangkat sebagai penggantinya). Dengan keputusan pemerintah pada tanggal 8 April 1946, No. 73, Christoffel diberhentikan karena sakit dan Marcus Makunimau dipercayakan kekuasaan atas tanah Kolana dan Pureman.

Raja kerajaan Kolana, bersama para pembantunya, 1926

qq raja kerajaan kolana

Raja pertama kerajaan Pureman yang diakui oleh Pemerintah Hindia Belanda adalah Malaikari, yang menandatangani Deklarasi Timor pada tanggal 30 Oktober 1891 (disetujui pada 29 Januari 1892). Sebuah kontrak tentang hak pertambangan ditandantangani pada 13 Juni 1900 (disetujui pada 6 Agustus 1900). Surat pernyataan tentang pengenaan pajak ditandatangani pada tanggal 31 Agustus 1901 (disetujui pada tanggal 21 Desember 1901).

Sekitar tahun 1918 dia diasingkan ke Pantar. Mungkin karena kurangnya calon kandidat di antara keluarga raja, seorang Besi Laku tertentu, yang berasal dari kampung Paitoko (Pureman), diangkat menjadi raja. Ia menandatangani Deklarasi Pendek pada tanggal 27 Desember 1918, disetujui dengan keputusan pemerintah tanggal 14 Oktober 1919. Dengan keputusan Residen Timor tanggal 11 Juli 1927, No. 250, Besi Laku dipensiunkan dengan hormat atas permintaan sendiri, dan kekuasaan atas tanah Pureman dipercayakan kepada Raja Alexander Makunimau.

Dengan keputusan Pemerintah Timor tanggal 8 April 1946, No. 73, Marcus Makunimau dipercayakan untuk menguasai tanah Pureman. Keturunan keluarga raja Pureman masih tinggal di pemukiman pesisir di kampung Pureman.

Salah satunya sekarang adalah temukung. Pengaruh mereka kecil. Raja Kolana dan Pureman memiliki seorang Kapitan untuk menjalankan pemerintahan mereka. Tanah Kolana kemudian dipecah menjadi dua kapitan atau distrik, yaitu Kolana dan Taramana. Putra Raja Besi Laku adalah Kapitan Pureman.

Sumber: Prof Dr. Hans Hagerdal, peneliti sejarah budaya asal Swedia yang melakukan riset tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Asia tenggara, Pulau Timor dan Alor.


Daftar raja kerajaan Kolana

* 1889-1914: Mautuku.
Raja pertama Kolana yang diakui oleh Pemerintah Hindia Belanda adalah Mautuku, yang menandatangani Timor Deklarasi (12 Mei 1889). Disetujui oleh Gubernur Jenderal pada 10 Juli 1889). Dia menandatangani deklarasi tentang hak pertambangan pada 22 Juli 1898, dan deklarasi tentang pengenaan pajak pada 22 Agustus 1901.
* 1914-1933: Alexander Makunimau.
Mautuku digantikan oleh putranya Alexander Makunimau, yang menandatangani Deklarasi Pendek pada tanggal 20 Juni 1914, disetujui dan dikukuhkan dengan keputusan pemerintah tanggal 27 Agustus 1915. Dengan keputusan Residen Timor en Onderhoorigheden pada tanggal 11 Juli 1927, No. 250, dia juga dipercayakan untuk mengatur tanah Pureman.
* 1933-1946: Christoffel Makunimau (Kari Mudi).
Dengan keputusan Gubernur Jenderal 13 Januari 1933, No. 27, raja Alexander Makunimau diberhentikan dengan hormat karena usianya yang sudah lanjut, dan adiknya Christoffel Makunimau (Kari Mudi) dipercayakan untuk memerintah sementara atas tanah Kolana, selama Marcus Makunimau, putra tertua Raja Alexander masih kecil. Dengan keputusan Residen Timor en Onderhoorigheden tanggal 2 Februari 1933 No. 22, Christoffel juga dipercayakan untuk memerintah atas tanah Pureman. (Selama perang, Christoffel Makunimau digulingkan oleh Jepang (1 Juli 1944) dan Marcus Makunimau diangkat sebagai penggantinya). Dengan keputusan pemerintah pada tanggal 8 April 1946, No. 73, Christoffel diberhentikan karena sakit dan Marcus Makunimau dipercayakan kekuasaan atas tanah Kolana dan Pureman.
* Wellem Christian Makunimau (?),
* Rugter Gerson Makunimau (?),
* 4 mei 2022: penobatan Imanuel Alexander Makunimau sebagai raja kerajaan Kolana.

– Sumber: Pdt Timotius Eko Pujianto Makunimau STh, Putera Mahkota kerajaan Kolana.
– Sumber: Demas Mautuka, https://www.facebook.com/dematrius.mautuka


Kerajaan kerajaan di pulau Alor

* Kerajaan Abui,
* Kerajaan Alor,
* Kerajaan Batulolong,
* Kerajaan Bungabali,
* Kerajaan Kolana,
* Kerajaan Kui,
* Kerajaan Mataru,
* Kerajaan Pureman.

Lokasi “The landschappen” di pulau Alor tahun 1918. Sumber: Stokhof 1984. Landschap adalah distrik saat pemerintahan colonial belanda. Distrik ini sering ikut perbatasan kerajaan sebelumnya

Alor - Lokasi The landschappen di pulau Alor tahun 1918. Sumber Stokhof 1984.


Sejarah kerajaan-kerajaan di pulau Alor

Menurut ceritra yang beredar di masyarakat Alor, kerajaan tertua di Kabupaten Alor adalah kerajaan Abui di pedalaman pegunungan Alor dan kerajaan Munaseli di ujung timur pulau Pantar. Suatu ketika, kedua kerajaan ini terlibat dalam sebuah Perang Magic. Mereka menggunakan kekuatan-kekuatan gaib untuk saling menghancurkan. Munaseli mengirim lebah ke Abui sebaliknya Abui mengirim angin topan dan api ke Munaseli. Perang ini akhirnya dimenangkan oleh Munaseli.

Konon, tengkorak raja Abui yang memimpin perang tersebut saat ini masih tersimpan dalam sebuah goa di Mataru. Kerajaan berikutnya yang didirikan adalah kerajaan Pandai yang terletak dekat kerajaan Munaseli dan Kerajaan Bunga Bali yang berpusat di Alor Besar. Munaseli dan Pandai yang bertetangga, pada akhirnya juga terlibat dalam sebuah perang yang menyebabkan Munaseli meminta bantuan kepada raja kerajaan Majapahit, mengingat sebelumnya telah kalah perang melawan Abui.

Sekitar awal tahun 1300-an, detasmen tentara bantuan kerajaan Majapahit tiba di Munaseli, tetapi yang mereka temukan hanyalah puing-puing kerajaan Munaseli, sedangkan penduduknya telah melarikan diri ke berbagai tempat di Alo. Para tentara Majapahit ini akhirnya banyak yang memutuskan untuk menetap di Munaseli, sehingga tidak heran jika saat ini banyak orang Munaseli yang bertampang Jawa. Peristiwa pengiriman tentara Majapahit ke Munaseli inilah yang melatarbelakangi disebutnya Galiau (Pantar) dalam buku Negarakartagama karya Empu Prapanca yang ditulisnya pada masa jaya kejayaan Majapahit (1367). Buku yang sama juga menyebut Galiau Watang Lema atau daerah-daerah pesisir pantai kepulauan.
Galiau yang terdiri dari 5 kerajaan, yaitu Kui dan Bunga Bali di Alor serta Blagar, Pandai dan Baranua di Pantar. Aliansi 5 kerajaan di pesisir pantai ini diyakini memiliki hubungan dekat antara satu dengan lainnya. Bahkan raja-raja mereka mengaku memiliki leluhur yang sama.
Pendiri ke 5 kerajaan daerah pantai tersebut adalah 5 Putra Mau Wolang dari Majapahit dan mereka dibesarkan di Pandai. Yang tertua diantara mereka memerintah daerah tersebut. Pada masa ini ada sebuah perjanjian yang disepakati,dimana perjanjian itu dinamakan perjanjian Lisabon pada tahun 1851.

Berdasarkan catatan Antonio Pigafetta, seorang ilmuwan dan penjelajah asal Venesia, pada 9 sampai 25 Januari 1522, pulau Alor-Pantar dikunjungi oleh kapal Victoria, yakni sisa terakhir dari armada Magellan. Antonio menulis bahwa ketika sampai ke Alor-Pantar, ia menemukan penduduk pulau ini buas seperti hewan dan makan daging manusia. Mereka tidak mempunyai raja dan tidak berpakaian. Mereka hanya memakai kulit kayu, kecuali kalau pergi ke medan perang.

Berdasarkan sejarah, pada masa kekuasaan Portugis, Portugis di Alor hanya terbatas pada pengibaran bendera pada beberapa daerah pesisir, seperti di Kui, Mataru, Batulolong, Kolana, dan Blagar. Begitu pula pada masa awal pendudukan Belanda, hanya terbatas pada pengakuan atas penguasa-penguasa yang berada di pesisir dan pada penempatan seorang Posthouder di Alor Kecil, tepatnya di pintu teluk Kabola pada tahun 1861.

Dengan Perjanjian Lisabon pada tahun 1851, kepulauan Alor diserahkan kepada Belanda dan pulau Atauru diserahkan kepada Portugis. Orang-orang Portugis sendiri sebenarnya tidak pernah benar-benar menduduki Alor, walaupun masih ada sisa-sisa dari zaman Portugis seperti sebuah jangkar besar di Alor Kecil.

Pada tahun 1911, Pemerintah colonial Belanda memindahkan pelabuhan laut utama dan pusat Pemerintahan Alor dari Alor Kecil ke Kalabahi. Kalabahi dipilih karena datarannya lebih luas dan lautnya lebih teduh. Kota Kalabahi artinya pohon kusambi, yang mana dulunya memang menghutani dataran ini. Dengan pemindahan pusat kekuasaan ke Kalabahi, Pemerintah colonial Belanda menempatkan Mr. Bouman sebagai Kontroler pertama di Alor. Sebelumnya tanda kehadiran colonial belanda di Alor, hanya terdiri dari seorang penjaga pos dan seorang serdadu berpangkat letnan.

Pada masa kontroler Bouman, beberapa pegawai pemerintah Belanda didatangkan. Upaya-upaya mengkristenkan para penganut animismepun mulai dilakukan. Baptisan pertama dilakukan pada tahun 1908 di pantai Dulolong. Pada masa ini Alor terdiri dari 5 kerajaan, yaitu Kui, Batulolong, Kolana, Baranusa dan Alor. Kerajaan Alor wilayahnya meliputi seluruh jasirah Kabola (bagian utara pulau Alor).

Pada tahun 1912 terjadi pengalihan kekuasaan raja dari dinasti Tulimau di Alor Besar kepada dinasti Nampira di Dulolong. Pemerintah colonial Belanda lebih cenderung memilih Nampira Bukang menjadi raja Alor sebab beliau berpendidikan dan fasih berbahasa belanda. Sebagai kompensasi, putra mahkota Tulimau ditunjuk sebagai kapitan Lembur. Pengalihan kekuasaan ini menyebabkan terjadinya beberapa pemberontakan namun dapat diredam dengan bantuan Belanda, sehingga sehingga secara tidak langsung pengalihan kekuasaan ini telah menjadi bibit salah satu lembaran hitam sejarah Alor dengan terbunuhnya Bala Nampira.

Di masa pendudukan Belanda di tahun 1910 -1916, Belanda banyak mendapat tantangan dari rakyat Alor-Pantar. Kerajaan-kerajaan yang terkenal sering melakukan perlawanan adalah Kerajaan Bunga Bali, Kerajaan Kui, Kerajaan Kolana, Kerajaan Pureman, Kerajaan Mataru, Kerajaan Batulolong, Kerajaan Baranusa, Kerajaan Pandai, dan Kerajaan Blagar. Namun, Belanda dengan devide et impera (Politik pecah belah atau politik adu domba) dan Korte Verklaring (Perjanjian Pendek) akhirnya berhasil menaklukkan para raja tersebut. Dari 9 kerajaan yang sering melakukan perlawanan, Belanda akhirnya melakukan perampingan hingga tertinggal 4 kerajaan, yakni Kerajaan Kui, Kerajaan Alor Pantar, Kerajaan Kolana, dan Kerajaan Batulolong. Dengan demikian, Belanda semakin mudah melakukan pengawasan.


Kepaulauan Sunda Kecil 1602

———————————

Kepaulauan Sunda Kecil 1748 (Alor = I. Omba)


Sumber / Source

– Tentang kerajaan Kolana (2008): http://kerajaan-indonesia.blogspot.co.id/2008/10/raja-yusuf-c-makunimau-of-kolana.html
Cerita unik dari Kolana (kuburan raja Kolana): http://travel.detik.com/read/2014/07/08/173100/2630182/1025/5/kisah-liang-kubur-yang-diisi-20-jenazah-di-alor#menu_stop
—————

– Sejarah kerajaan2 P. Alor: http://inihari.co/blog/2019/03/03/sekilas-tentang-sejarah-alor/
– Sejarah kerajaan2 P. Alor: https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Alor#Sejarah
– Sejarah kerajaan2 P. Alor: http://alorkab.go.id/new/index.php/profil/sejarah1

– Suku Alor: http://suku-dunia.blogspot.nl/2014/08/sejarah-suku-alor-di-nusa-tenggara.html


Foto di bawah dikirim: Pdt Timotius Eko Pujianto Makunimau STh.

Ini adalah Foto Bapak Yusuf Makunimau. Beliau adalah orang yang dituakan dalam keluarga kami untuk menjadi tuan tanah/kampung untuk menjaga wilayah kolana. Sumber: Pdt Timotius Eko Pujianto Makunimau STh, Putera Mahkota Kolana

Ini adalah Foto Bapak Yusuf Makunimau. Beliau adalah orang yg dituakan dalam keluarga kami untuk menjadi tuan tanah/kampung untuk menjaga wilayah kolana—————————-
Raja Rugter Gerson bersama istri dan anak-anaknya

Raja Rugter Gerson bersama istri dan anak-anaknya——————————–
Raja Rugter Gerson

Raja Rugter Gerson

 ———————————-

Raja Wellem Christian bersama istrinya.

Raja Wellem Christian bersama istrinya..

 ————————————–

Kuburan Raja Kolana. Sumber: http://travel.detik.com/read/2014/07/08/173100/2630182/1025/5/kisah-liang-kubur-yang-diisi-20-jenazah-di-alor#menu_stop

Kuburan Raja Kolana


15 Comments

15 thoughts on “Kolana, kerajaan / P. Alor – Prov. Nusa Tenggara Timur

  1. Mahyudinedo

    Semoga bisa berdamai agar..anak,cucu orang kolana d perantauan bisa berbangga bila membaca asal-usul silsilah dan sejarah kerajaan kolana

  2. Mahyudinedo

    Semoga perselisihan cepat berahir .semoga pemerintah daerah dapat mempersatukan .anak cucu orang kolana yg turunan dan sudah hidup d luar alor(kolana)bahkan d luar negri..ingin tahu asal usulnya bisa berbangga ..

  3. Charles Agustinus Malaikosa Plaituka

    Ngaku raja tapi Pusaka Kerajaan sekarang berada di tangaan siapa,dan kenapa bisa ada di tangaan mereka,itu sudah pasti kalau mereka lah Keturunan Raja yang SEBENAR NYA..
    Jangan kamu ngaku ngaku Keturunan Raja kalau tidak tau silsila Kerajaan…

    • Sultans in Indonesia

      Kalau anda punya info tambahan tentang kerajaan Kolana, mohon kirim, biar info di halaman betul. Sumber kami untuk sejarah kerajaan Kolana cuma inernet.

    • Face

      Om charles… boleh tahu pusaka peninggalan kerajaan yang dititipkan dan masih ada sampai sekarang, apa saja ya om?

      • Sultans in Indonesia

        Maaf, Kami tidak punya info di mana pusaka peninggalan kerajaan sekarang.
        Paul, penerbit website

  4. Asal tulis ini.. Kalian tu hanya di titipan.. Yang yusuf lakukan di kolana itu tidak ada yang benar.. Raja apa yang tau cuma mabuk dan peras warga.. Jaman raja kalian tu pas jamannya bela. Sejarah kalian tertulis dri situ. Tapi tidak tau awal mulanya. Penyerahan raja itu bagaimna jaman belanda.. Kalian itu orang pantar,orang tuntuli bukan orang kolana. Karna demi keslamatan nenek moyang kalian. makunimau berikan marga kepada nene moyang kalian supaya dia aman. Tapi yang sekarang ini kalian brutal makanya roky pun tidak ada anak laki2 karnaa rakus kalian . tidak kenal Tuan yang asli mana

    • Sultans in Indonesia

      terima kasih atas mail. Kommen anda sudah masuk halaman Kolana di website.
      Dengan hormat, Paul, penerbit website

  5. jefry

    tau gak siapa yang beri jabatan ke raja terahir ?? dan tau gak penasehat kerajaan ? nulis sejarah itu harus sama nama2 penasehat. harus lengkap biar di simak .

    • Sultans in Indonesia

      Terima kasih atas mail anda. Ino tentang kerajaan Kolana di internet sedikit aja. Kalau anda ada info tambahan, mohon kirim. Penerbit website, Paul

  6. taruamang aris

    Raja terakhir itu bapak Markus makunimau,bapak wellem Makunimau itu berada pada masa indonesia sudah merdeka dan berbentuk republik.trima kasih.

    • Sultans in Indonesia

      Terima kasih atas info Anda. Info itu sudah masuk website kami.
      Thank you, Paul

  7. taruamang aris

    Pak Pendeta,maaf yg cerita sejarah kolana siapa?Pak Pendeta lahir n besar di mana?ap it sudah betul.

    • Sultans in Indonesia

      Terima kasih atas mail anda.
      Kami dapat info itu dari Putera Mahkota Kolana (augustus 2014), Pdt Timotius Eko Pujianto Makunimau STh. Itu sumber kami.
      Dengan hormat, Paul

  8. Gerson is not a raja,but was crownprince.I met him in 2003.He now died.The old man under was subdistrict chief of Kolana,not raja,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: