Siau, kerajaan / P. Siau – Prov. Sulawesi Utara, kab. Kep. Siau Tagulandang Biaro

Kerajaan Siau: berdiri sejak pembentukannya di tahun 1510. Terletak di Sulawesi, pulau Siau, Kab. Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara.

The Kingdom of Siau: founded in 1510. Located on Sulawesi, on the island of Siau, District Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, prov. North Sulawesi.
For english, click here

Lokasi kab. Kep. Siau Tagulandang Biaro, prov. Sulawesi Utara

Lokasi Pulau Siau

 


* Foto foto kerajaan / kingdom Siau: link


Tentang Raja / About the king

Putera Mahkota / Crown prince (2014): John FE Suoth Kansil


Sejarah / History kerajaan Siau

Kerajaan Siau adalah salah satu kerajaan nusantara yang pernah eksis selama lebih 4 abad, yaitu sejak pembentukannya di tahun 1510. Masa akhirnya pantasnya dipatok pada tahun 1956, yaitu setelah penguasa kerajaan ke-25, yaitu Presiden Pengganti Raja Siau Ch. David, mangkat.
Pulau Siau sendiri hanya berukuran luas tak lebih dari 100 Km2.
Dalam kiprahnya, kerajaan ini pernah mencakup daerah-daerah di bagian selatan Sangihe, pulau Kabaruan (Talaud), pulau Tagulandang, pulau-pulau teluk Manado dan wilayah pesisir jazirah Sulawesi Utara (kini Minahasa Utara), serta ke wilayah kerajaan Bolangitan atau Kaidipang (Bolaang Mongondow Utara) bahkan berekspansi armada lautnya sampai ke Leok Buol.

Raja Siau, Winsulangi, 1591 – 1631

Afbeeldingsresultaat voor kerajaan siau

Tahun 1510 saat didirikan oleh Raja Lokongbanua (1510-1549), kerajaan Siau dicatat berpusat di tempat yang bernama Kakuntungan. Tempat itu kemudian berganti nama menjadi ‘Paseng’ pada tahun 1516, karena di tempat itu misi Katolik Portugis pernah singgah dan menyelenggarakan misa paskah yang dalam catatan bahkan pernah turut dihadiri Raja Lokongbanua.

Portugis  pada tahun 1563 agama itu dianut, yaitu oleh Raja Siau II Posumah (1549-1587). Agama ini dibawa oleh paderi Diego de Magelhaes dari Kesultanan Ternate.
Kejayaan kerajaan ini dicapai pada masa raja Batahi ((1639-1678) dan anaknya, Raja Ramenusa (1680-1715).

Pada tahun 1889, Belanda dengan siasat seperti yang dilakukan pada Pangeran Diponegoro pada tahun 1830 menipu juga raja Jacob Ponto. Wakil Residen Manado datang ke Siau dan memintanya naik ke kapal yang sedang berlabuh di pelabuhan Ulu Siau. Belanda menyatakan ingin merundingkan hal penting dengan raja. Namun pada saat dikapal itu malah raja Jacob Ponto ditawan, selanjutnya dibuang ke Karesidenan Tjirebon.
Sumber / Source:  https://manarow.wordpress.com/2012/08/02/sekilas-kerajaan-siau-dan-raja-jacob-pontoh/
Sumber / Source: link


Siau dan Gowa, musuh yang jadi sahabat menggempur Arung Palakka, 1660

Untuk Siau dan Gowa, musuh yang jadi sahabat, klik di sini


Daftar Raja / List of kings

I Raja yang pernah memerintah kerajaan Siau ada 21 raja sbb.

– Sumber: John F.E. Suoth Kansil  (Facebook)

1. 1510-1549: Lokongbanua
2. 1549-1587: Pasumah, Zaman Portugis – Spanyol
3. 1587-1591: Wuisang, (Roma Katolik)
4. 1591-1639: Winsulangi (Don Geronimo)
5. 1639-1678: Batahi, (Don Fransiscus Xavirius), Laksamana Hengkeng U Naung
6. 1678-1680: Monasehiwu
7. 1680-1716: Raramenusa, X Nelly + Kansil. (Zaman VOC Belanda).
8. 1716-1752: Lohintundali
9. 1752-1788: Ismael Jacobus, X Ester Manggeadi Manoppo (Bolmong)
10. 1788-1790: Begandelu
11. 1790-1821: Umboliwutang
12. 1822-1838: Paparang
13. 1839-1850: Nicolaas Ponto

Afbeeldingsresultaat voor kerajaan siau

Raja Bolaang-Itang, Daud Pontoh,  mempunyai 2 permaisuri yaitu Nanggio dan Gogat. Nanggio berputra Jacob Pontoh dan Israel Pontoh. Jacob Pontoh inilah yang kelak menjadi Raja Siau.

14. 1850-1889: Jacob Ponto, Diasingkan Belanda ke Cirebon. Untuk silsilah, klik di sini
15. 1889-1890: A. Salindeho
16. 1890-1895: Lemuel David, Tanam Pala Besar2 dan di Siay.
17. 1895-1908: Manalang Doelag Kansil, Putri2nya menjadi Ratu2 Sanger. Untuk silsilah, klik di sini
18. 1908-1913: Abraham Jacob Mohede, Serahkan singkil ke Manado Res.
19. 1913-1918: A.J. Kansil Bogar
20. 1918-1919: A.D. Laihad
21. 1919: Mathias Salele Kansil
22. 1920-1929: Lodewijk Nicolaas Kansil, Dukung PNI Bung Karno, 1928.
23. 1929-1930: W. Jacobs
24. 1930-1936: Aling Janis
25. 1936-1946: D.F. Parengkuan, Zaman Jepang, Indonesia Merdeka
26. 1947-1956: Ch. David
27. Theo Makahanap

Info dari Donald Tick (Facebook): Charley David ruling until 1955, succeeded by son-in-law as last ruler swapraja Siau: Theo Makahanap.

Raja Siau Lokongbanua, 1510- 1549

Afbeeldingsresultaat voor kerajaan siau

II Silsilah Raja Siau: Manalang Doelag Kansil (1895-1908) dan Jacub Ponto (1850-1890)

Untuk silsilah, klik di sini

III Silsilah Raja Siau: Manalang Doelag Kansil (1895-1908) dan Jacub Ponto (1850-1890)

Untuk silsilah, klik di sini

IV Raja Batahi (1639-1678), antara cinta, dendam dan perang

Untuk raja Batahi, klik di sini

V Penjelasan raja raja Siau, oleh John FE Suoth (di FB), Putera Mahkota kerajaan Siau

Dotu “Batahi” (Don Fransiscus Xavirius Batahi) Paduka Raja Siau yang dibaptis Padri Katolik Spanyol-Portugis. Pernah bersekolah hingga di Intramuros, Manila, Filipina. Menikah dengan Maimunah Melahirkan Paduka Raja Siau “Raramenusa” Sang pendamai Pulau2 di Sangihe/Talaud/Nusa Utara. Raramenusa nikah dengan Nelly/Melly,  melahirkan KANSIL yang selanjutnya menjadi Raja2/Presiden Raja Siau.

Orang Siau


Presiden Raja Siau Markoes Doelag Kansil (1850-1890) Ketua Majelis Adat Kerajaan Siau yang memboyong Putra Raja Bolmong/Bolangitang Jacub Ponto Dorothy Ponto Ticoalu Piep S Pontoh untuk jadi Raja Siau (1850-1890) yang dibuang penjajah Hindia Belanda ke Cirebon/Kuningan di desa Sangkanhurip. PR Siau Markoes D. Kansil memperanakkan Presiden Raja Siau Albertus Matingkolang Kansil, Sheila Kansil, PR Siau AM Kansil memperanakkan Paduka Raja Siau Manalang Doelag Kansil (1895-1908).
PR Siau MD Kansil memperanakkan Raja Siau waarnem tahun 1919 Mathias Salele Kansil, Tony Kansil, dan Raja Siau tahun 1920-1928 Lodewijk Nicolaas Kansil, Metta Leonita Kansil, Andi Muhammad Oza Tagunu, Paduka Raja Siau LN Kansil main mata dengan Geda Dauhan karib Soekarno mendirikan PNI Sukarno Megawati Institute, Sukmawati Soekarnoputri, Presiden Joko Widodo, Cabang Pertama PNI di luar pulau Jawa. Dr. Arya Wedakarna, Enong Ismail, Akhirnya Raja Siau LN Kansil dibuang Belanda ke kerajaan Parigi Sulteng. Juga putra Raja Siau MS Kansil yaitu Eitel Antonius Kansil (kakek/opa sy) sebagai agt pertama PNI Siau dibuang/disekolahkan Belanda ke Makasar pada tahun 1927 semasih berusia 15 tahun. Alhasil pd 22 Januari 1942 EA Kansil dan 2 tentara desertir KNIL yaitu Awuy dan Waani, Tiernney Gene Waani bersama rakyat Toli-Toli memberontak kepada pemerintah penjajah Belanda dan berhasil menewaskan Komandan Polisi Belanda di Toli2.

Makam raja-raja Siau: link


Pelengseran 3 raja Sangihe (raja raja Tabukan, Kendahe-Tahuna, Siau), awal abad ke-20

Untuk pelengseran raja raja Sangihe, klik disini


 Sumber / Source

Sejarah kerajaan Siau: https://www.facebook.com/permalink.php?id=431709483533877&story_fbid=437480516290107
– Asal usul kerajaan Siau: http://pelautsangir-maritime.blogspot.co.id/2010/09/asal-usul-kerajaan-siau.html
Sejarah kerajaan Siau: http://sejarahsiau.blogspot.co.id/2012/07/v-behaviorurldefaultvmlo.html
Sejarah dan daftar raja Siau:  https://johnlysem.wordpress.com/2014/02/17/sejarah-raja-raja-kerajaan-siau/
Sejarah raja Siau: https://johnlysem.wordpress.com/2014/02/17/sejarah-raja-raja-kerajaan-siau/
– Sejarah kerajaan Siau: https://manarow.wordpress.com/2012/08/02/sekilas-kerajaan-siau-dan-raja-jacob-pontoh/


* Foto foto kerajaan / kingdom Siau: link


Peta kuno Sangihe-Talaud, incl. Siau

Nusantara, tahun 1493, incl. Siau

———-

Peta Sangihe-Talaud, incl. Siau, tahun 1724

———-

Peta Sangihe-Talaud, incl. Siau, tahun 1894


 

6 Comments

6 thoughts on “Siau, kerajaan / P. Siau – Prov. Sulawesi Utara, kab. Kep. Siau Tagulandang Biaro

  1. Vicktory

    raja Ketiga Wuisang makamnya kemungkinan diKapataran tondano pante Minahasa karena saya pernah baca Raja Wuisang setelah mengangkat anaknya menjadi Raja kemudian berlayar ke Minahasa. Fam Wuisang asal Minahasa berasal dari Kapataran Tondano Pante.
    Senior2 yg ahli dibidang sejarah bisa mencari tahu diKapataran tondano pante

    • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

      Terima kasih atas kommen anda. Sudah masuk website. Paul, penerbit website

  2. Saya merasa perlu menambahi sedikit data. Raja Jeronimo 2 ketika bersama Kapten Spanyol Aguado menyerbu tagulandang disertai putranya, pada 20 Juni 1614 ibukotanya diduduki Gubernur Maluku Laksamana Dr.Laurens Reael Ia lari mengungsi ke Jailolo dengan putranya. Reael mengirim Jan Rossingeyn dengan 3 kapal ke Siau 15 Agustus 1614.Rossingeyn segera mengangkat raja Siau baru bernama Kaicil Kaliwen, atau Don Duarte Pereira sebagai pengganti raja lama yang menurut laporan Belanda bersama putranya akan dibawa Spanyol ke Manila. Lalu yang banyak tidak kita ketahui, pada tanggal 12 Oktober 1615 sesuai perintah Gubjen Gerard Reynst, dilakukan penangkapan penduduk Siau dipimpin Kapten Adriaan van Dussen dan Frederik Hamel.Ada sebanyak 446 orang Siau ditangkap termasuk raja Duarte, keluarganya, para mantri, bangsawan dan penduduk. Rinciannya 244 wanita, 78 anak-anak, 30 anak muda dan 94 pria dewasa. Mereka telah dibawa ke Pulau Ai di Banda, dijadikan pekerja paksa di perkebebunan pala.Banyak yang melarikan diri, seperti terjadi 2 Juni 1616 ketika saudara raja bernama Quenco memimpin pelarian 84 orang diantaranya 50 wanita dan anak-anak.

  3. Sejarah Siau, menurut saya perlu ditulis ulang, karena beberapa nama raja tidak ada, lalu tahun dan tanggal memerintah yang juga banyak salah. Semisal saya memberi contoh, selama ini tulisan menyebut Raja Batahe anak dari Don Jeronimo 2.

    Arsip-arsip Spanyol justru mengatakan lain. Raja Francisco Xavier Batahe justru adalah anak Raja Don Ventura Pinto de Morales yang tahun 1654 (seperti dicatat Pater Murillo Velarde 1749 atau Pater Pedro Chirino 1660 telah berkunjung di Manila bertemu Gubernur Don Sabiniano Manrique de Lara.

    Anaknya sendiri Francisco Batahe baru berkunjung di Manila 1670 bertemu Gubernur Manuel de Leon. Kalau merujuk pendapat Valentijn, Batahe masih berkuasa hingga 1687, meski Resolusi dari Kastil Orange Ternate 20 September 1679 mencatat pengunduran dirinya, dan pencatatan Gubjen Camphuys 23 Desember 1687 kematian bekas raja dan saudaranya raja pengganti yang meninggal 1691 seperti dicatat Camphuys 26 Maret 1691.

    Dari miisive para gubernur jenderal, diungap pula bahwa raja Siau sejak 1691 adalah Jacobus Xavier yang mendapat pendidikandididik di rumah Gubernur Cops di Benteng Malayu Ternate,dan karena masih belia, diregenkan Kapitein Laut Santiago Manumpil.

    Gubjen Van Outhoorn tanggal 1 Desember 1703 mencatat kematian Jacobus Xavier dan kedatangan ayah mantunya Jogugu Thomas Mahonis (regent) ke Ternate membawa keputusan pertemuan 28 Agustus tentang pemilihan dari 2 bersaudara Jacobus Xavier, pangeran termuda bernama David Munasa alias Xavier yang bagi saya mestinya Monasehiwu dalam tradisi Siau.

    Gubjen Joan van Hoorn 20 November 1706 mencatat perjalanan Raja David Munasa di pantai barat Sulawesi, Manado, Kaidipang dan Bwool untuk menghukum rakyatnya yang bersalah, tapi diprotes raja-raja (jadi bukan Raramenusa yang melakukan perjalanan demikian seperti ditulis Ronny Buol).

    Raja David Munasa meninggal tahun ini pula, dan digantikan Pangeran Jacobus Raramo yang selama ini kita kenal sebagai Raja Raramenusa.Van Swoll mencatat 26 November 1714 Raja Pangeran Jacobus Raramo meninggal dan putranya pangeran muda Daniel Jacobsz dilantik di Ternate 13 Juli 1714.

    Masih banyak lagi catatan koreksi, tapi saya singkati. Semoga para sejarawan Siau sudi melakukan penelitian lebih mendalam demi terususunnya sebuah sejarah Siau yang lebih sahih.

    • Hendrik Jacobus

      Kalau ada sumber data untuk dapat mengoreksi tulisan yang sudah ada sekarang agar lebih komprehensif,mungkin akan lebih baik para sejarawan Sulut untuk dapat bertemu membahas masalah kurang lengkapnya penulisan sejarah kerajaan Siau khususnya ?
      Terimakasih.

      • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

        Terima kasih atas mail anda. Sumber utama untuk kami adalah internet, kemudian juga sebagai sumber tulisan orang dan ahli. Di website kami ada deskripsi ratusan kerajaan.
        Kalau ada yang kirim info tambahan tentang salah satu kerajaan, pasti kami publikasikan. Bikin website ini adalah sukarela, tidak ada dibayar. Terima kasih, Paul, penerbit website

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s