Malayu (Melayu), kerajaan / Prov. Sumatera Barat

Kerajaan Malayu (Melayu) adalah kerajaan kuno di prov. Sumatera Barat.
Keberadaan kerajaan Malayu yang mengalami naik turun ini dapat di diketahui dimulai pada abad ke-7 yang berpusat di Minanga, pada abad ke-13 yang berpusat di Dharmasraya dan diawal abad ke-15 berpusat di Suruaso atau Pagaruyung.
Pada umumnya, kerajaan ini dibedakan atas tiga periode, yaitu:
* Kerajaan Malayu Tua (kerajaan Minanga) pada abad ke-7, berpusat di Minanga Tamwan,
* Kerajaan Malayu Muda (kerajaan Dharmasraya) pada abad ke-13, berpusat di Dharmasraya,
* Kerajaan Pagaruyung, abad ke-15, berpusat di Pagaruyung.

Lokasi prov. Sumatera Barat


Garis kerajaan-kerajaan di Sumatera: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link


Video sejarah kerajaan / kesultanan di Sumatera

* Video sejarah kerajaan di Sumatera, 75.000 SM – sekarang: link
* Video sejarah kerajaan di Sumatera Utara, 0 M – sekarang: link
*
Video sejarah kerajaan di Sumatera Barat, 0 M – sekarang, link


KERAJAAN MALAYU (MELAYU)

Sejarah kerajaan Malayu

 Sumber: https://www.kompas.com/stori/read/2021/06/17/121050679/kerajaan-melayu-letak-raja-raja-dan-ekspedisi-pamalayu?page=all

Kerajaan Melayu atau Malayu adalah salah satu kerajaan yang pernah berdiri di pantai Sumatera Timur.  Dari berita Tiongkok, diketahui bahwa kerajaan Melayu berdiri:
– sekitar abad ke-7, dengan pusat di Minanga: kerajaan Minanga,
– abad ke-13, pusatnya berada di Dharmasraya: kerajaan dharmasraya,
– abad ke-15 berpusat di Pagaruyung: kerajaan Pagaruyung.
Namun, belum ada bukti sejarah yang memuat tentang siapa pendiri kerajaan Melayu. Dari catatan I-Tsing, juga tidak disebutkan kerajaan Melayu bercorak agama apa. Raja kerajaan Melayu yang pertama kali ditemukan dalam catatan sejarah adalah Raja Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa, yang berkuasa mulai 1183 di Dharmasraya. Karena letaknya yang strategis, kerajaan ini sempat memegang kendali perdagangan di Selat Malaka, sebelum akhirnya ditaklukkan oleh kerajaan Sriwijaya.

Letak kerajaan Melayu

Sumber sejarah utama yang memuat tentang bukti keberadaan kerajaan ini berasal dari Tiongkok. Menurut catatan I-Tsing, kerajaan Melayu terletak di tengah pelayaran antara kerajaan Sriwijaya dan Kedah. Pada ahli sejarah sepakat bahwa pusat kerajaan ini berada di hulu Sungai Batang Hari, Jambi.
Kata Malayu sendiri berasal dari kata Malaya yang dalam bahasa Sanskerta berarti bukit. Oleh karena itu, beberapa ahli berpendapat bahwa pelabuhan Melayu terletak di Kota Jambi, tetapi istananya berada di daerah pedalaman yang berbukit. Terlebih lagi, Prasasti Tanjore yang dikeluarkan oleh Rajendra Chola I menyebutkan bahwa ibu kota kerajaan Melayu dilindungi oleh benteng-benteng dan terletak di atas bukit.
Sementara ahli geografi Persia bernama Abu Raihan Muhammad yang mengunjungi Asia Tenggara pada 1030 menyebutkan bahwa ia singgah di pulau emas. Para pendatang memang sering menyebut Pulau Sumatera sebagai pulau penghasil emas.

Perkembangan kerajaan Malayu dan Ekspedisi Pamalayu

Dari berita T’ang-Hui-Yao yang disusun oleh Wang p’u, kerajaan Melayu pertama kalinya mengirimkan utusan ke Tiongkok pada 645 M. Pada awalnya, kerajaan ini memiliki kendali atas perdagangan di Selat Malaka. Namun, setelah munculnya kerajaan Sriwijaya pada sekitar 670 M, Melayu tidak lagi mengirimkan utusannya ke Tiongkok. Hal ini dikarenakan pada 685 M kerajaan Melayu telah menjadi wilayah kekuasaan kerajaan Sriwijaya. Nama kerajaan Melayu kemudian muncul di Kitab Pararaton pada 1275, saat Raja Kertanegara dari Singasari mengirim tentaranya ke Melayu.
Pengiriman utusan yang dikenal dengan Ekspedisi Pamalayu ini bertujuan untuk menaklukkan kerajaan Melayu, sebagai salah satu langkah perluasan wilayah Singasari. Namun, ada pula pendapat para ahli yang menyatakan bahwa tujuan Ekspedisi Pamalayu adalah untuk menjalin persahabatan dengan Melayu dan membebaskannya dari kekuasaan kerajaan Sriwijaya.

Raja-raja kerajaan Malayu dan berpindahan Ibu Kota

Kerajaan Melayu pertama kali dipimpin oleh Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa dengan masa jabatan mulai dari tahun 1183 hingga akhir 1285.

Kerajaan Melayu pada tahun selanjutnya dipimpin oleh Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa, mulai dengan tahun 1286 hingga 1316. Pada masanya pusat dari pemerintahan berada di daerah Darmasraya.

Menggantikan Tribuwanaraja, Akarendrawan kemudian menempati kedudukan sebagai orang teratas dalam struktur kerajaan yaitu raja pada awal tahun 1316 sampai dengan 1247. Pada masanya ibukota berpindah dari Dharmasraya menuju ke Suruaso.

Raja selanjutnya ini menggantikan Adityawarman yang sempat menjabat sebelumnya pada tahun 1347 sampai dengan 1375. Gelar Adityawarman: Maharajadiraja Srīmat Srī Udayādityawarma Pratāpaparākrama Rājendra Maulimāli Warmadewa.
Sosoknya merupakan keponakan dari Akarendrawan yang juga seorang raja sebelumnya. Besar dan memiliki keturunan darah dari kerajaan Majapahit di Jawa. Saat memerintah ibukota dipindah dari Suruaso menuju ke Pagaruyung. Pada masa itu pernah pergi ke Tiongkok 6 kali.

Pada tahun 1375 sampai dengan 1417 kedudukan tertinggi kerajaan di duduki oleh raja selanjutnya yaitu Ananggawarman. Pada masanya ibukota sudah dipindahkan ke Pagaruyung, oleh pemimpin sebelumnya. Namun pada saat kepemimpinannya berlangsung desakan dari Majapahit menjadi satu teror utama, walaupun akhirnya bisa mengalahkannya. Setelah sepeninggalannya, Melayu mengalami kemundurannya.

Adityawarman dengan gelar Maharajadiraja Srīmat Srī Udayādityawarma Pratāpaparākrama Rājendra Maulimāli Warmadewa adalah pendiri kerajaan Pagaruyung dan memerintah di Pagaruyung 1347 – 1375.


Daftar raja kerajaan Malayu (Malayu Tua dan Malayu Muda)

Tahun                    Nama raja                               Ibu kota

671                                                                         Minanga

682-1156                              –                                       –

1157-1182                            –                                       –

1183                      Srimat Trailokyaraja
                              Maulibhusana Warmadewa       Dharmasraya

1184-1285                              –                                     –

1286                      Srimat Tribhuwanaraja
                              Mauli Warmadewa                     Dharmasraya

1316                      Akarendrawarman                      Dharmasraya / Suruaso

1347                      Srimat Sri Udayadityawarman
                              Pratapaparakrama Rajendra
                              Maulimali Warmadewa               Suruaso / Pagaruyung

1375                      Ananggawarman                        Pagaruyung

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: