Buntu Batu, kerajaan / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Enrekang

Kerajaan Buntu Batu adalah kerajaan di Sulawesi, Kab. Enrekang, prov. Sulawesi Selatan.
Raja bergelar Arung.
Kerajaan ini menggabungkan dengan federasi ”Massenrempulu, abad ke-14.

The Kingdom of Buntu Batu was a kingdom on Sulawesi, in the Enrekang region. South Sulawesi.
The title of the king is Arung. This kingdom was part of the Federation Massemrempulu, 14th century.
For english, click here

Lokasi kabupaten Enrekang


Garis kerajaan-kerajaan di Sulawesi: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sulawesi

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link
* Foto situs kuno di Sulawesi: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Sulawesi

– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi, 40.000 SM – 2018: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Selatan, 1M – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Tenggara, 50.000 SM – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Utara, 4000 SM – sekarang: link


KERAJAAN BUNTU BATU

Sejarah kerajaan Buntu Batu, abad ke-14

1 Umum

Menurut sejarah, pada mulanya Kabupaten Enrekang (abad ke-14) merupakan suatu kerajaan besar yang bernama Malepong Bulan, kemudian kerajaan ini bersifat Manurung dengan sebuah federasi yang menggabungkan 7 kawasan/kerajaan yang lebih dikenal dengan federasi ”Pitu Massenrempulu”, antara lain: Kerajaan Tallu Batu Papan (Duri). Kerajaan ini merupakan gabungan dari Buntu Batu, Malua, Alla’. Buntu Batu dipimpin oleh Arung/Puang Buntu Batu, Malua oleh Arung/Puang Malua, Alla’ oleh Arung Alla’.

Kemudian Raja Kapataha Malindring (Puang Pasalin, 1780 – 1800) sebagai Arung Duri membagi 3 daerah kepada anak-anaknya yaitu :
* Buntu Batu,
* Malua, dan
* Alla.

Akibat dari politik Devide et Impera, Pemerintah Belanda lalu memecah daerah ini dengan adanya Surat Keputusan dari Pemerintah Kerajaan Belanda (Korte Verkaling). Beberapa bentuk pemerintahan di wilayah Massenrempulu’ pada masa itu, yakni Kerajaan Buntu Batu. Ini terjadi sekitar 1905.

Makam Raja Raja Kerajaan Duri Buntu Batu

2) Sejarah kerajaan Duri dan terbentuknya kerajaan Buntu Batu, Malua dan Alla

Sejak abad ke-14, kabupaten Enrekang dikenal dengan nama Massenrempulu.
Penduduk Enrekang mayoritas adalah orang Tana Duri. Dalam sejarah dan hikayatnya, Tana Duri berasal dari kisah tentang keturunan salah seorang Arung Bamba Puang yang bernama Pacancang di Rura.

Saat Puang Pacancang telah merasa sudah sangat berumur, sementara ia hanya memiliki anak tunggal perempuan bernama Puang Mallulungan. Ia mulai berpikir bagaimana caranya agar kepemimpinannya di Bamba Puang tidak terlepas dari keturunannya.
Maka ia pun berupaya mencarikan jodoh anaknya yang sepadan karena kelak menantunya yang akan menggantikan posisinya mengingat anak tunggalnya adalah perempuan. Diutuslah beberapa orang untuk mencari jodoh yang layak.

Ternyata banyak putra raja yang datang bahkan hampir semua masih kerabatnya karena semua keturunan Wellanglangi yang tersebar di berbagai kerajaan sekitarnya. Karena banyak yang ingin menjadi menantunya maka Arung Bamba Puang Bingung dan akhirnya memutuskan untuk melakukan Adu Pake (perang tanding ilmu kanuragan).

Saat akan dimulai Adu Pake maka datanglah seorang melaporkan tentang sebuah kejadian aneh di mana salah seorang yang akan ikut dalam sayembara adalah seseorang misterius bernama Puang Salumbun yang datang dari arah timur. Dikabarkan bahwa ia keluar dari dalam sebuah pohon Cenak Duri. Mendengar akan keajaiban kemunculan Puang Salumbun maka semua peserta adu pake mengundurkan diri karena segan dan kuatir

Akhirnya yang berhak menjadi suami dari Puang Mallulungan adalah Puang Salumbun. Singkat cerita, di saat Arung Bamba Puang meninggal maka yang menggantikan beliau adalah Puang Salumbun
Ketika Puang Salumbun jadi Arung maka Salassa ( istana arung/raja) pun dibangun di area tumbuhnya pohon Cenak Duri tempat puang salumbun muncul yaitu di sekitar Malua, (sekarang Kec. Malua). Selaku Arung, Puang Salumbun dikenal sangat pemberani, cerdas, bijaksana dan mengayomi. Seluruh rakyat yang hidup di daerahnya saat itu sangat mencintai pemimpinnya dan memberinya gelar Arung I Cenak Duri atau disingkat Arung Duri.

Mereka pun mengindentifikasi diri dan keturunan mereka sebagai pengikut Arung i Duri serta menamakan kampung mereka sebagai Tanah Duri, untuk memastikan wilayah kekuasaan Arung Duri adalah Tana Duri. Nama yang diambil dari nama pohon tempat keluarnya Puang Salumbun yaitu pohon Cenak Duri.

Puang Salumbun adalah Arung pertama di Malepong Bulan Tana Duri yang sebelumnya dikenal sebagai Malepong Bulanna to Manurung Bamba Puang. Ada 7 Arung ke bawah hingga terbentuknya TALLU BATU PAPAN di mana saat pemerintahan Arung ke-7 Tana Duri membagi tiga wilayah Duri terhadap ketiga anaknya yang dikenal dengan istilah Tallu Batu Papan yaitu BUNTU BATU, MALUA DAN ALLA.

Salah satu bukti pelestarian sejarah Kerajaan Buntu Batu


Daftar Raja / List of kings

Raja Kapataha Malindring (Puang Pasalin, 1780 – 1800) sebagai Arung Duri membagi 3 daerah kepada anak-anaknya yaitu :

1) Arung Alla
2) Arung Maluwa
3) Arung Buntu Batu

Daftar raja Buntu Batu

– Sumber:  http://fadimakmur.blogspot.co.id/2013/05/silsilah-raja-raja-buntu-batu-tallu.html

* Raja Buntu Batu I: Arung Buntu Batu (Puang Kadere’)
* Raja Buntu Batu II: Arung Buntu Batu II (Puang Pongko)
* 1780-1835: Raja Buntu Batu III: Arung Buntu Batu III (Puang Mangolo)
* 1835-1885: Raja Buntu Batu IV: Arung Buntu Batu IV (Puang Buttu)
* 1885-1940: Raja Buntu Batu V: Arung Buntu Batu V (Puang Bangun)
* 1941-1945: Raja Buntu Batu VI (Puang Jalante).

Klik gambar untuk besar !

3

2


Sejarah kerajaan-kerajaan di Enrekang / federasi “Pitue Massenrempulu”

Sejak abad ke-14 M, daerah ini disebut Massenrempulu yang artinya meminggir gunung atau menyusur gunung, sedangkan sebutan Enrekang dari Endeg yang artinya Naik Dari atau Panjat dan dari sinilah asal mulanya sebutan Endekan. Pada mulanya Kabupaten Enrekang merupakan suatu kerajaan besar bernama Malepong Bulan. Kerajaan ini kemudian bersifat Manurung (terdiri dari kerajaan-kerajaan yang lebih kecil) dengan sebuah federasi yang menggabungkan 7 kawasan/kerajaan yang lebih dikenal dengan federasi “Pitue Massenrempulu”, yaitu:

  1. Kerajaan Endekan yang dipimpin oleh Arung/Puang Endekan
  2. Kerajaan Kassa yang dipimpin oleh Arung Kassa’
  3. Kerajaan Batulappa  yang dipimpin oleh Arung Batulappa’
  4. Kerajaan Tallu Batu Papan (Duri) yang merupakan gabungan dari Buntu Batu, Malua, Alla’. Buntu Batu dipimpin oleh Arung/Puang Buntu Batu, Malua oleh Arung/Puang Malua, Alla’ oleh Arung Alla’
  5. Kerajaan Maiwa yang dipimpin oleh Arung Maiwa
  6. Kerajaan Letta’ yang dipimpin oleh Arung Letta’
  7. Kerajaan Baringin (Baringeng) yang dipimpin oleh Arung Baringin

Pitu (7) Massenrempulu’ ini terjadi kira-kira dalam abad ke-14 M. Tetapi sekitar pada abad ke-17, Pitu (7) Massenrempulu’ berubah nama menjadi Lima Massenrempulu’ karena kerajaan Baringin dan kerajaan Letta’ tidak bergabung lagi ke dalam federasi Massenrempulu’.

Akibat dari politik Devide et Impera, pemerintah Belanda lalu memecah daerah ini dengan adanya Surat Keputusan dari Pemerintah Kerajaan Belanda (Korte Verklaring), dimana kerajaan Kassa dan kerajaan Batu Lappa’ dimasukkan ke Sawitto. Ini terjadi sekitar 1905 sehingga untuk tetap pada keadaan Lima Massenrempulu’ tersebut, maka kerajaan-kerajaan yang ada didalamnya yang dipecah.

Beberapa bentuk pemerintahan di wilayah Massenrempulu’ pada masa itu.
Kerajaan-kerajaan di Massenrempulu’ pada zaman penjajahan Belanda secara administrasi Belanda berubah menjadi Landshcap. Tiap Landschap dipimpin oleh seorang Arung (Zelftbesteur) dan dibantu oleh Sulewatang dan Pabbicara /Arung Lili, tetapi kebijaksanaan tetap ditangan Belanda sebagai Kontroleur. Federasi Lima Massenrempulu’ kemudian menjadi: Buntu Batu, Malua, Alla'(Tallu Batu Papan/Duri), Enrekang (Endekan) dan Maiwa.
Pada tahun 1912 sampai dengan 1941 berubah lagi menjadi Onder Afdeling Enrekang yang dikepalai oleh seorang Kontroleur (Tuan Petoro).


Peta Sulawesi selatan tahun 1909

———————–

Peta-peta Sulawesi masa dulu
Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber / Source

Sejarah Tallu Batu Papan (Duri): http://fadimakmur.blogspot.co.id/search?updated-max=2013-05-11T10:23:00-07:00&max-results=7&reverse-paginate=true&start=4&by-date=false
– Sejarah Tallu Batu Papan (Duri): http://fadimakmur.blogspot.co.id/search?updated-max=2013-05-08T05:24:00-07:00&max-results=7&reverse-paginate=true&start=11&by-date=false
Daftar Raja versi 1 (Komunitas Buntu Batu):  https://www.facebook.com/pages/Komunitas-Buntu-Batu/158903927471052
– Daftar Raja versi 2: http://fadimakmur.blogspot.co.id/2013/05/silsilah-raja-raja-buntu-batu-tallu.html
– Sejarah kabupaten Enrekang (dan Buntu Batu): https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Enrekang

– Komunitas Buntu Batu di Facebook: link


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: