Simpang Matan, kerajaan / Prov. Kalimantan Barat

Kerajaan Simpang Matan: 1762 – 1959. Terletak di Kalimantan, wilayah Kab. Ketapang dan Kab. Kayong Utara, Kalimantan Barat.
Kerajaan Tanjungpura merupakan kerajaan tertua di Kalimantan Barat yang wujud sejak abad ke-8.
Pada abad ke-14 menjadi bukti bahwa peradaban negeri Tanah Kayong sudah cukup maju pada masa lampau.
Wilayah kerajaan Tanjungpura yang menurunkan kerajaan Sukadana, kerajaan Matan, kerajaan Simpang-Matan, dan kerajaan Kayong-Matan (Tanjungpura II), cukup sulit dipetakan dengan pasti.

The kingdom of Simpang Matan: 1762  – 1959, located on West Kalimantan.
For english, click here

Lokasi Kabupaten Ketapang


* Foto kerajaan / kingdom Simpang Matan: link
*
Foto kerajaan2, situs kuno dan suku di Kalimantan:  link


1 Kebangkitan kesultanan / Revival of the sultanate, 2008.
2 Sejarah / History
3 Daftar Raja / list of kings
4 Peta-peta kuno Kalimantan

5 Sumber / Source


1) Kebangkitan kesultanan, 2008.

Raja Simpang bergelar Sultan.

31 mei 2008: Penobatan Drs. H. Gusti M. Mulia bin Gusti Mesir bin Gusti Roem untuk  sebagai Raja Simpang ke-7 bergelar Sultan Muhammad Jamaluddin II. 
Sumber: http://kerajaansimpang.blogspot.co.id/

14 november 2017: Raja Kerajaan Simpang ke-7, H. Gusti M. Mulia Bin Gusti Mesir Bin Gusti Roem yang bergelar Sultan Muhammad Jamaluddin II, tutup usia. Sempat dirawat di Rumah Sakit Kharitas Bhakti, akhirnya Selasa (14/11) pukul 08.30 WIB, menghembuskan nafas yang terakhir.
– Sumber: http://pontianak.tribunnews.com/2017/11/14/

18 desember 2018: Pangeran Sukmaningrat Gusti Hukma telah dinobatkan sebagai Sultan Simpang ke-8 dengan Gelar Sultan Muhammad Jamaluddin III.
– Sumber:
http://www.rmolkalbar.com/read/2018/12/18/4205/Penobatan-Sultan-Simpang-Ke-VIII-
https://wartakayong.com/2018/12/18/hari-ini-penobatkan-sultan-kerajaan-simpang-gusti-m-hukmase-sebagai-sulatan-jamaludin-iii/

Afbeeldingsresultaat voor Pangeran Sukmaningrat Gusti Hukma


2) Sejarah kerajaan Simpang Matan

Gusti Asma bergelar Sultan Muhammad Jamaluddin 1762 – 1814 mengalihkan kekuasaannya dari kerajaan Matan ke Simpang, maka berakhirlah Dinasti Matan, dan menjadi raja pertama kerajaan Simpang.
Kerajaan Simpang dinamakan demikian karena letaknya yang berada dicabang dipersimpangan dua sungai, satu cabang di sebelah kanan Sungai Matan, dan cabang sebelah kiri Sungai Pagu di Lubuk Batu. Jadi nama Simpang itu karena letaknya dipersimpangan dua sungai. Kerajaan Simpang tidak jauh dari Kerajaan Matan, hanya setengah hari perjalanan mudik dari Simpang sampailah ke Matan.
Karena hubungan emosional dan kedekatannya dengan Matan, maka Kerajaan Simpang mencantumkan nama Matan sehingga dikenal dengan Kerajaan Simpang Matan.
Kerajaan Matan

Kerajaan Sukadana, klik di sini
Kerajaan Matan: klik di sini
Kerajaan Tanjungpura: klik di sini

Garis sejarah:

* Kerajaan Tanjung pura: 1454 – 1504
* Kerajaan Sukadana: 1504 – 1665
* Kerajaan Matan: 1665 – 1819
* Kerajaan Simpang Matan: 1819 – sekarang
* Kerajaan Kayong  Matan (Tanjugpura II): sekarang


3) Daftar raja kerajaan Simpang Matan

Gusti Asma adalah raja terakhir Kerajaan Matan dan pada masa pemerintahannya, pusat pemerintahan Kerajaan Matan dialihkan ke Simpang, dan nama kerajaannya pun berganti menjadi Kerajaan Simpang atau Kerajaan Simpang-Matan.

* 1762-1814: Gusti Asma (Sultan Muhammad Jamaluddin)
* 1814-1829: Gusti Mahmud (Panembahan Anom Suriyaningrat)
* 1829-1874: Gusti Muhammad Roem (Panembahan Anom Kesumaningrat)
* 1874-1911: Gusti Panji ( Panembahan Suryaningrat )
* 1911-1942: Gusti Roem (Panembahan Gusti Roem/Panembahan Anom Kusumangrat )
* 1942-1944: Gusti Mesir (Panembahan Gusti Mesir)
* Gusti Ibrahim
NB: Gusti Mesir menjadi tawanan tentara Jepang yang berhasil merebut wilayah Indonesia dari Belanda pada 1942, karena itulah maka terjadi kekosongan pemerintahan di Kerajaan Simpang. Pada akhir masa pendudukan Jepang di Indonesia, sekira tahun 1945, diangkatlah Gusti Ibrahim, anak lelaki Gusti Mesir, sebagai raja. Namun, karena saat itu usia Gusti Ibrahim baru menginjak 14 tahun maka roda pemerintahan dijalankan oleh keluarga kerajaan yaitu Gusti Mahmud atau Mangkubumi yang memimpin Kerajaan Simpang hingga wafat pada 1952.

* 31 mei 2008: Penobatan Drs. H. Gusti M. Mulia bin Gusti Mesir bin Gusti Roem untuk  sebagai Raja Simpang ke-7 bergelar Sultan Muhammad Jamaluddin II.

– Sumber: http://kerajaansimpang.blogspot.co.id/


4) Peta Kalimantan kuno

Untuk peta-peta Kalimantan kuno (1570, 1572, 1594, 1601, 1602, 1740, 1747, 1760, 1835), klik di sini.

Peta Kalimantan (Borneo) tahun 1601


5) Sumber / Source

Sejarah Tanjungpura / Simpang Matan di Wiki: link
– Sejarah kerajaan Simpang: http://newberrymor.blogspot.co.id/2011/04/kerajaan-simpang-kal-bar.html
Tentang kerajaan Simpang: http://kerajaansimpang.blogspot.co.id/
Penobatan raja Simpang (2008):  https://wartakayong.wordpress.com/2015/02/10/penobatan-raja-simpang-kerinduan-kejayaan-masa-lalu/
– Daftar raja raja:  http://kerajaansimpang.blogspot.co.id/2010/05/blog-resmi-kerajaan-simpang.html

Website

– Website kerajaan Simpang: link

Facebook

Ikatan keluarga besar Gusti


* Foto kerajaan / kingdom Simpang Matan: link

14 november 2017: Raja Kerajaan Simpang ke 7, H. Gusti M. Mulia Bin Gusti Mesir Bin Gusti Roem yang bergelar Sultan Muhammad Jamaluddin II, tutup usia.


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s