Kota Pinang, Kesultanan / Sumatera – Sum. Utara, Kab. Labuhan Batu

Kesultanan Kota Pinang: 1630 – 1946. Terletak di Sumatera, Kab. Labuhanbatu Selatan, prov. Sumatera Utara.

Sultanate of Kota Pinang: 1630 – 1946. Located in  Kab. Labuhan Batu. Prov. North Sumatera.

Klik foto untuk besar !

Kabupaten Labuhanbatu

Kabupaten Labuhanbatu

Provinsi Sumatera Utara (hijau)

Provinsi Sumatera Utara (hijau)


* Foto kesultanan Kota Pinang: link

* Foto foto situs kuno, suku-suku di Sumatera dan Sumatera dulu: link


Sejarah kerajaan-kerajaan di Labuhanbatu

Sistem Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu sebelum penjajahan Belanda adalah bersifat monarkhi. Kepala pemerintahan disebut Sultan dan Raja yang dibantu oleh seorang yang bergelar Bendahara Paduka Sri Maharaja dan bertugas sebagai Kepala Pemerintahan sehari.hari (semacam Perdana Menteri).

Kesultanan/kerajaan yang terdapat di wilayah Kabupaten Labuhanbatu pada waktu itu terdiri dari 4 (empat) kesultanan yaitu :

1. Kesultanan Kota Pinang berkedudukan di Kota Pinang.
2. Kesultanan Kualuh berkedudukan di Tanjung Pasir.
3. Kesultanan Bilah berkedudukan di Negeri Lama.
4. Kesultanan Panai berkedudukan di Labuhan Bilik.
Ditambah 1 (satu) Half-bestuur yaitu Kerajaan Kampung Raja berkedudukan di Tanjung Medan.


Sejarah / History kesultanan Kota Pinang

Kesultanan Kota Pinang pada mulanya bernama Kesultanan Pinang Awan. Kesultanan ini didirikan oleh Batara Sinomba atau Batara Gurga Pinayungan Tuanku Raja Nan Sakti, putra Sultan Alamsyah Syaifuddin yang berasal dari Kerajaan Pagaruyung
Sultan Batara Sinomba kemudian menikah dengan seorang puteri setempat. Ia memperoleh dua orang putra dan seorang putri yang bernama Siti Ungu Selendang Bulan. Kemudian ia menikah lagi dengan seorang putri setempat lainnya dan memperoleh seorang putra. Istrinya yang kedua berusaha mempengaruhi Batara Sinomba agar putranyalah yang kelak menggantikannya sebagai raja, sehingga kedua orang putra raja dari istri yang pertama itu diusir. Setelah membunuh Batara Sinomba berkat bantuan tentara Kerajaan Aceh, maka Sultan Mangkuto Alam putra dari istri yang pertama, naik tahta menjadi sultan Kota Pinang. Sebagai balas jasa, Siti Ungu dinikahkan kepada raja Aceh, Sultan Iskandar Muda. Kelak keturunan Mangkuto Alam dan Siti Ungu inilah kemudian yang menjadi raja-raja di Kesultanan Asahan, Pannai, dan Bilah.

Kesultanan Kota Pinang berdiri pada tahun 1630 di wilayah yang sekarang menjadi Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara. Penjajah Belanda memasuki wilayah Labuhan Batu berkisar tahun 1825. Kesultanan ini dikuasai oleh Hindia Belanda pada tahun 1837, sebelum akhirnya melebur ke dalam negara Indonesia pada tahun 1946.
Sebelum penjajahan Belanda memasuki daerah Labuhanbatu, sistem pemerintahan Labuhanbatu bersifat monarkhi yang Kepala Pemerintahan disebut Sultan atau Raja yang dibantu oleh seorang bergelar Bendahara Paduka Sri Maharaja yang bertugas sebagai Kepala Pemerintahan sehari-hari (semacam Perdana Menteri).

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Kota_Pinang

—————
Sultanate Kota Pinang was originally named the Sultanate of Pinang Awan. This Sultanate was founded by Batara Batara Sinomba or Gurga Pinayungan King Tuanku Nan Way, son of Sultan Alam Syaifuddin, from Pagaruyung Kingdom.

Dutch invaders entered the region Labuhan Batu in 1825.
Prior to entering the area Labuhan Batu, the system of government of Labuhan Batu was a monarchy. The Head of State was called Sultan or King, assisted by Bendahara Paduka Sri Maharaja, who served as Chief of daily administration (sort of the Prime Minister).
Sultanates in this region at that time consisted of four of kingdoms, namely:
1) Sultanate of Kota Pinang, based in the city of Kota Pinang,
2) Sultanate of Kualuh, located in Tanjung Pasir,
3) Sultanate of Panai based in Labuan Bilik,
4) Sultanate of Bila, located in Negeri Lama.
Plus a Half-Bestuur Kingdom Kampung Raja, located in Tanjung Medan.


Peta kerajaan-kerajaan di Sumatera Utara abad ke-19

klik peta untuk besar


Daftar raja / list of kings

1. Sultan Batara Sinomba atau Batara Gurga Pinayungan Tuanku Raja Nan Sakti
2. Sultan Mangkuto Alam
3. Sultan Syahir Alam
4. Sultan Mustafa Perkasa Alamsyah

– Sumber / Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Kota_Pinang#Daftar_Sultan


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber / Source

– Sejarah kesultanan Kota Pinang di Wiki: Wiki
Sejarah kesultanan Kota Pinang:  http://idarosidadasopang.blogspot.co.id/2012/11/sejarah-kota-pinang.html
Sejarah kesultanan Kota Pinang:  http://sejarah-labuhanbatu.blogspot.co.id/2011/04/kerajaan-kotapinang.html
Daftar raja:  https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Kota_Pinang#Daftar_Sultan
– Peninggalan kesultanan:  https://kotapinang.wordpress.com/2010/12/04/istana-kota-bahran-di-kotapinang-labuhanbatu-selatan-potensi-wisata-yang-tak-tergarap/
———————–
Sejarah Kabupaten Labuhan Batu:  http://www.kemendagri.go.id/pages/profil-daerah/kabupaten/id/12/name/sumatera-utara/detail/1210/labuhan-batu
– Sejarah kerajaan-kerajaan di Labuhan Batu: http://earning-news.blogspot.co.id/2010/04/sejarah-labuhan-batu.html
– Sejarah Labuhanbatu: http://desahutagodang.blogspot.co.id/2011/11/sejarah-labuhan-batu.html


* Foto kesultanan Kota Pinang: link

Istana Kota Pinang pada tahun 1931-1934

Istana Kota Pinang pada tahun 1931-1934


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: