Botteng, katomakaan (kerajaan) / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Mamuju

Ketomakaan (kerajaan) Botteng, kec. Simboro, kab. Mamuju, prov. Sulawesi Selatan.
Pemimpin Botteng disebut Tomakaka. Wilayah yang dipimpin Tomakaka, disebut Katomakaan.

Botteng, kec. Simboro, kab. Mamuju


Garis kerajaan-kerajaan di Sulawesi: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sulawesi

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link
* Foto situs kuno di Sulawesi: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Sulawesi

– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi, 40.000 SM – 2018: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Selatan, 1M – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Tenggara, 50.000 SM – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Utara, 4000 SM – sekarang: link


KATOMAKAAN BOTTENG

Pelantikan Tomakaka Botteng, 13 maret 2022

13 maret 2022
Abd. Rasyid MS. Pua Sabaru dilantik secara adat menjadi Tomakaka Botteng ke-7 oleh Petanang Indo Botteng Daeng Pabalang.

Hadir pula, Gala’gar Pitu Pabicara dan Balegau, Tomakaka Mambi dan Indo Lembang Rante Bulahang. Serta, para Banak Pattola Tomakaka dan Bija Pattola Tomakaka.
Ditemui usai pelantikan, Abd. Rasyid mengaku, bahwa amanah yang diberikan kepadanya sebagai Tomakaka Botteng ke 7 tidaklah mudah untuk dijalankan. Namun, Ia tetap optimis bisa menyelesaikan tugas yang diberikan pemangku adat kepadanya dan menyerahkan segalanya kepada ketentuan Allah.

Tomakaka Mambi Andi Hariguntur AM. mengapresiasi pelantikan Tomakaka Botteng ke 7. Dirinya mengaku akan menjalin silaturahmi yang baik dan siap membangun kerjasama kepada Tomakaka Botteng.

Hariguntur mengajak kepada masyarakat Botteng agar selalu menjaga silaturahmi yang baik, dengan menerapkan konsep ‘mesa kada di potuho, pantan kada di pomate’.
“Insyaa Allah, dengan menerapkan konsep ini maka kesejahteraan kita bisa tercapai dan kondisi keamanan kita juga menjadi baik” ujarnya.
Senada dengan itu, mewakili Indo Lembang Rante Bulahang, Andi Nursan Parrakasi turut mengapresiasi pelantikan Tomakaka Botteng ke 7.
“Ini merupakan suatu langkah dan awal yang baik, karena untuk pertama kalinya, Indo Nene Rante Bulahang diundang untuk menyaksikan pelantikan Tomakaka Botteng,” ujarnya.
Ia mengajak kepada pemerintah untuk saling mendukung dalam hal adat istiadat, sehingga program yang diusung pemerintah dari tingkat desa hingga provinsi bisa terlaksana dengan baik sesuai tujuan.
“Penting untuk kita selalu menjunjung tinggi yang namanya, adat, kultur dan budaya sebagai sebuah identitas yang penting untuk kita pelihara sehingga ‘Makassaki dilalang pa botoang’,” ujarnya. (ian).

 Prosesi pelantikan Tomakaka Botteng yang ke-7, Abd. Rasyid MS, Pua Sabaru, 13 Maret 2022


Tentang gelar Tomakaka

Daftar katomakaan: klik sini

Tomakaka adalah pemimpin adat suatu kelompok entitas sosial di tanah Mandar lama yang konon sudah ada sejak zaman prasejarah. Namun, beberapa daerah masih mempertahankan kelembagaan adat Tomakaka hingga saat ini.

Tomakaka yang menjadi pemimpin tradisional, menjadi simbol pemersatu yang dipatuhi oleh masyarakatnya. Walaupun Tomakaka adalah elit lokal yang berasal dari keturunan pemimpin tradisional sebelumnya, tetapi pengangkatannya dilakukan secara demokratis oleh masyarakat. Jabatan sebagai Tomakaka adalah jabatan tertinggi dalam komunitas sehingga kepadanyalah masyarakat mengharap atau memperoleh perlindungan, rasa aman dan keadilan dalam menjalani hidup keseharian. Karenanya, ada beberapa hal penting yang menjadi pertimbangan dalam pengangkatan Tomakaka, yaitu:
(1) Tomakaka harus berasal dari turunan Tomakaka atau kajajian,
(2) Tomakaka harus mempunyai kamatuaan,
(3) Tomakaka harus memiliki kekayaan atau kasugiran,
(4) Tomakaka memiliki kebijakan dan kepintaran atau kakainawaan,
(5) Tomakaka memiliki keberanian atau kabaranian,
(6) Tomakaka serta memiliki rumpun keluarga yang besar (ma’rapun).

Peran Tomakaka adalah pengayom yang brekewajiban memberi perlindungan kepada warganya. Ia wajib menegakkan keadilan sosial dan memberi rasa aman serta menjamin situasi dan kondisi masyarakat tetap harmonis. Untuk menjalankan pemerintahan tradisional tersebut, Tomakaka dibantu oleh aparatnya yaitu: Tomatua, Bungalalan, Tomateri, Tomewara, Pa’takin, dan Ana Tomakaka yang masing-masing memiliki funsi dan peranan yang harus dipertanggungjawabkan.

Pelantikan Tomakaka dilakukan oleh panitia adat yang dalam masyarakat Pattae disebut Ana’ Pattola Wali. Dihadiri Imang (Tokoh Agama), Kapala (Pemimpin Kampung) dan masyarakat adat. Barulah kemudian dilakukan pelantikan dengan mengucapkan ikrar/sumpah.


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: