Raja Radjamaili, lebih dikenal dengan Mangge Risa

– Sumber: Mohamad Antho Heriantho, FB

 

Radjamaili [bukan Raja Moili ] dalam lingkungan kerajaan palu lebih di kenal dengan Mangge Risa [baca ; paman dari Risa ], Risa merupakan Keponakan beliau,anak dari Musu djalalembah ,saudara kandung Istrinya.penamaan tsb menurut beberapa kalangan dikarenakan beliau tidak memiliki keturunan,tetapi berdasarkan uraian silsilah beliau dalam buku “ Silsilah Kita santina “ di halaman 42 susunan Moh.Noor Lembah , perkawinan beliau dengan Timamparigi [ putri Djalalembah di Labuan ], mangge Risa dikaruniai 2 orang puteri yang bernama Mpero dan Hainta,Mpero kemudian di peristri Magau Palu Idjazah dan melahirkan magau palu terakhir Tjatjo Idjazah atau madika Bulu Bambara.
Radjamaili terlahir dari keturunan madika yang bulat bapaknya bernama Lapatau ( Bukan Suralembah,seperti yang dituliskan dalam https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Palu ) sedangkan ibunya merupakan seorang madika yang berasal dari Dolo dan kayumalue,dalam silisilah kita santina bapak beliau merupakan saudara kandung Djalalembah,berarti perkawinan Radjamaili dan Timamparigi merupakan Pebolai [perkawinan adat] saudara sepupu sekali.
Beliau diangkat secara adat sebagai Magau palu pada tahun 1868 menggantikan Magau Lamakaraka To Ndate dayo, di masa pemerintahan beliau menurut beberapa data tutura bahwa pusat kerajaan palu berada di Labuan , hal ini diperkuat dengan didirikannya Istana Tangga banggo ,( selain tangga banggo di siranindi) yang berada di Labuan.
Perlawanan frontal terhadap belanda dimulai dengan kedatangan belanda yang meminta perlindungan untuk dagang di teluk palu,pada awalnya hubungan kedua pihak berjalan sebagainmana mestinya, tetapi di tahun 1888 terjadi beberapa insiden yang mengakibatkan gesekan antara Kompeni dagang belanda dan kerajaan palu,disebutkan mulai dari insiden ketersinggungan pihak belanda karena terkena sisa sirih yang diludahkan mangge Risa,sampai pada peristiwa gesekan antara radjamaili dan radja kolomboy saat acara sabung Ayam di labuan, puncak dari gesekan tesebut di bulan Juni saat armada belanda menghanguskan Kampung kayumalue yang juga merupakan kampung halaman ibu mangge Risa,menurut sumber lisan keturunan yunda [pemimpin/tadulako pasukan dari pandapa ] bahwa sejatinya perang tersebut berlangsung selama satu minggu penuh , dalam tulisan buku Daeng Mangesa DatuPalinge ,Mangge Risa berhasil selamat dalam perang itu,tetapi beberapa cerita menisyaratkan beliau ikut menjadi korban dan jenazahnya dikebumikan di pekuburan kerajaan Palu.

Pict. Risa keponakan kesayangan radjamaili /mangge Risa. Sumber: buku Risen in celebes fotonya diambil sarasin bersaudara.

—————————————————————————————————————————————-

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: