Malua (Maluwa), kerajaan / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Enrekang

Kerajaan Malua (Maluwa) adalah kerajaan Suku Bugis; terletak di Sulawesi, Kab. Enrekang, prov. Sulawesi Selatan.
Raja bergelar Aru.

The kingdom of Malua (Maluwa) is a kingdom of the Bugis People; located in the Enrekang region. South Sulawesi.
The title of the king is Aru.

Lokasi kabupaten Enrekang


* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link

* Foto kerajaan2 di wilayah Poso: link
* Foto suku Bugis: link
* Foto suku Toraja: link
* Foto situs kuno di Sulawesi: link


Sejarah kerajaan Malua

1) Umum

Menurut sejarah, pada mulanya Kabupaten Enrekang (abad ke-14) merupakan suatu kerajaan besar yang bernama Malepong Bulan, kemudian kerajaan ini bersifat Manurung dengan sebuah federasi yang menggabungkan 7 kawasan/kerajaan yang lebih dikenal dengan federasi ”Pitu Massenrempulu”, antara lain: Kerajaan Tallu Batu Papan (Duri). Kerajaan ini merupakan gabungan dari Buntu Batu, Malua, Alla’. Buntu Batu dipimpin oleh Arung/Puang Buntu Batu, Malua oleh Arung/Puang Malua, Alla’ oleh Arung Alla’.

Kemudian Raja Kapataha Malindring (Puang Pasalin, 1780 – 1800) sebagai Arung Duri membagi 3 daerah kepada anak-anaknya yaitu :
* Buntu Batu,
* Malua,
* Alla.

Akibat dari politik Devide et Impera, pemerintah Belanda lalu memecah daerah ini dengan adanya Surat Keputusan dari Pemerintah Kerajaan Belanda (Korte Verkaling). Beberapa bentuk pemerintahan di wilayah Massenrempulu’ pada masa itu, yakni Kerajaan Buntu Batu. Ini terjadi sekitar 1905.
Sumber: link

Pusaka Arung I Mari Gali (Puang Gali) Raja XVI Kerajaan Malua
Sumber: http://fadimakmur.blogspot.co.id/2013/09/pusaka-i-mari-gali-arung-raja-viii.html

2) Sejarah kerajaan Malua

Sejak abad ke-15, pada waktu kerajaan Malua, Buntu Batu dan Alla masih terbentuk satu kerajaan yang bernama Duri (ibukotanya di Duri) ; kota Duri terletak ditempat yang sama dengan sekarang adalah Malua. Demikian pula setelah kerajaan Duri dipecah dan salah satu pecahannya bernama Malua, ibukota kerajaan Malua inipun berkedudukan didesa Malua sekarang.

Nama Malua mempunyai beberapa arti, dalam bahasa Duri, kata Malua termasuk kata keadaan yang artinya Luas. Pengertian yang menjuluki desa ini mempunyai arti historis yang berhubungan dengan tempat. Yang pertama, luas dan datar, pengertian ini berhubungan dengan sebuah keraton yang disebut “Salassa” dibangun pada tanah yang datar yang sebelumnya berada di bukit Duri. Bekas Salassa’ yang datar, ini sekarang menjadi perkampungan pusat Desa Malua. Sebelum itu tempat ini bernama “Patta”. Sejak kepindahan Salassa’, nama Malua ditetapkan sampai terbentuknya kerajaan Malua sebagai pecahan dari kerajaan Duri.

Pecahan-pecahan kerajaan Duri ini disebut Tallu Batu Papan dengan masing-masing kerajaan berhak mengatur rumah tangganya sendiri dan membentuk persatuan politik.

Pada abad ke-18 kerajaan Malua menjadi sekutu Belanda dan pada tahun 1905 menjadi daerah jajahan Belanda dengan nama landschaps yang diperintah oleh seorang Zelfbestur. Walaupun rakyat tetap menyebutnya Arung, dibawah Onderafdeeling Enrekang yang dibawahi oleh Afdeeling Pare-Pare.

3) Sejarah kerajaan Duri dan terbentuknya kerajaan Buntu Batu, Malua dan Alla

Sejak abad ke-14, kabupaten Enrekang dikenal dengan nama Massenrempulu.
Penduduk Enrekang mayoritas adalah orang Tana Duri. Dalam sejarah dan hikayatnya, Tana Duri berasal dari kisah tentang keturunan salah seorang Arung Bamba Puang yang bernama Pacancang di Rura.

Saat Puang Pacancang telah merasa sudah sangat berumur, sementara ia hanya memiliki anak tunggal perempuan bernama Puang Mallulungan. Ia mulai berpikir bagaimana caranya agar kepemimpinannya di Bamba Puang tidak terlepas dari keturunannya.
Maka ia pun berupaya mencarikan jodoh anaknya yang sepadan karena kelak menantunya yang akan menggantikan posisinya mengingat anak tunggalnya adalah perempuan. Diutuslah beberapa orang untuk mencari jodoh yang layak.

Ternyata banyak putra raja yang datang bahkan hampir semua masih kerabatnya karena semua keturunan Wellanglangi yang tersebar di berbagai kerajaan sekitarnya. Karena banyak yang ingin menjadi menantunya maka Arung Bamba Puang Bingung dan akhirnya memutuskan untuk melakukan Adu Pake (perang tanding ilmu kanuragan).

Saat akan dimulai Adu Pake maka datanglah seorang melaporkan tentang sebuah kejadian aneh di mana salah seorang yang akan ikut dalam sayembara adalah seseorang misterius bernama Puang Salumbun yang datang dari arah timur. Dikabarkan bahwa ia keluar dari dalam sebuah pohon Cenak Duri. Mendengar akan keajaiban kemunculan Puang Salumbun maka semua peserta adu pake mengundurkan diri karena segan dan kuatir

Akhirnya yang berhak menjadi suami dari Puang Mallulungan adalah Puang Salumbun. Singkat cerita, di saat Arung Bamba Puang meninggal maka yang menggantikan beliau adalah Puang Salumbun
Ketika Puang Salumbun jadi Arung maka Salassa ( istana arung/raja) pun dibangun di area tumbuhnya pohon Cenak Duri tempat puang salumbun muncul yaitu di sekitar Malua, (sekarang Kec. Malua). Selaku Arung, Puang Salumbun dikenal sangat pemberani, cerdas, bijaksana dan mengayomi. Seluruh rakyat yang hidup di daerahnya saat itu sangat mencintai pemimpinnya dan memberinya gelar Arung I Cenak Duri atau disingkat Arung Duri.

Mereka pun mengindentifikasi diri dan keturunan mereka sebagai pengikut Arung i Duri serta menamakan kampung mereka sebagai Tanah Duri, untuk memastikan wilayah kekuasaan Arung Duri adalah Tana Duri. Nama yang diambil dari nama pohon tempat keluarnya Puang Salumbun yaitu pohon Cenak Duri.

Puang Salumbun adalah Arung pertama di Malepong Bulan Tana Duri yang sebelumnya dikenal sebagai Malepong Bulanna to Manurung Bamba Puang. Ada 7 Arung ke bawah hingga terbentuknya Tallu Batu Papan di mana saat pemerintahan Arung ke-7 Tana Duri membagi tiga wilayah Duri terhadap ketiga anaknya yang dikenal dengan istilah Tallu Batu Papan yaitu:
Buntu Batu,
Malua dan
Alla.

Foto Arung I Mari Gali (Puang Gali) Raja Malua ke-XVI


Daftar raja kerajaan Malua

Raja Kapataha Malindring (Puang Pasalin, 1780 – 1800) sebagai Arung Duri membagi 3 daerah kepada anak-anaknya yaitu:

1) Arung Alla
2) Arung Maluwa
3) Arung Buntu Batu

Ada 2 versi silsilah

I Versi Komunitas Buntu Batu

* 1800-1820: Puang Kamanian
* 1820-1840: Puang Sira
* 1840-1870: Puang Silassa
* 1870-1880: Puang Siratang
* 1934-1950: Puang Tambone

– Sumber, Komunitas Buntu Batu:  https://www.facebook.com/pages/Komunitas-Buntu-Batu/158903927471052

II Versi Worldstatesman:

* c. 1750 – …. : Patta Duri
* ………. – ….:  Patta Salassa
* ………. – ….:  Tandil
* ………. – ….: Sitra (f)
* ………. – ….:  Silassa
* ………. – ….:  Patta Siratang
* ………. – 1890:  Assang (= Talundu)
* 1890 – 22 Jan 1917: La Gali
* 29 Aug 1917 – 12 Nov 1934: La Parang Barana Lolo
* 22 Nov 1934 – c.1950: Tambone

– Sumber: http://www.worldstatesmen.org/Indonesia_princely_states2.html

—————————-
Info tambahan / Additional information

* 18…..Aru Sitra
Succeeded her brother, Aru Tandi, and was succceeded by another relative Aru Silassa.

Sumber / Source: link

————————

Sumber silsilah di bawah: https://www.facebook.com/Komunitas-Buntu-Batu-158903927471052/

3.21002747_638096679551772_2064968630_n


Sejarah kerajaan-kerajaan di Enrekang / federasi “Pitue Massenrempulu”

Sejak abad ke-14 M, daerah ini disebut Massenrempulu yang artinya meminggir gunung atau menyusur gunung, sedangkan sebutan Enrekang dari Endeg yang artinya Naik Dari atau Panjat dan dari sinilah asal mulanya sebutan Endekan. Pada mulanya Kabupaten Enrekang merupakan suatu kerajaan besar bernama Malepong Bulan. Kerajaan ini kemudian bersifat Manurung (terdiri dari kerajaan-kerajaan yang lebih kecil) dengan sebuah federasi yang menggabungkan 7 kawasan/kerajaan yang lebih dikenal dengan federasi “Pitue Massenrempulu”, yaitu:

  1. Kerajaan Endekan yang dipimpin oleh Arung/Puang Endekan
  2. Kerajaan Kassa yang dipimpin oleh Arung Kassa’
  3. Kerajaan Batulappa  yang dipimpin oleh Arung Batulappa’
  4. Kerajaan Tallu Batu Papan (Duri) yang merupakan gabungan dari Buntu Batu, Malua, Alla’. Buntu Batu dipimpin oleh Arung/Puang Buntu Batu, Malua oleh Arung/Puang Malua, Alla’ oleh Arung Alla’
  5. Kerajaan Maiwa yang dipimpin oleh Arung Maiwa
  6. Kerajaan Letta’ yang dipimpin oleh Arung Letta’
  7. Kerajaan Baringin (Baringeng) yang dipimpin oleh Arung Baringin

Pitu (7) Massenrempulu’ ini terjadi kira-kira dalam abad ke-14 M. Tetapi sekitar pada abad ke-17, Pitu (7) Massenrempulu’ berubah nama menjadi Lima Massenrempulu’ karena kerajaan Baringin dan kerajaan Letta’ tidak bergabung lagi ke dalam federasi Massenrempulu’.

Akibat dari politik Devide et Impera, pemerintah Belanda lalu memecah daerah ini dengan adanya Surat Keputusan dari Pemerintah Kerajaan Belanda (Korte Verklaring), dimana kerajaan Kassa dan kerajaan Batu Lappa’ dimasukkan ke Sawitto. Ini terjadi sekitar 1905 sehingga untuk tetap pada keadaan Lima Massenrempulu’ tersebut, maka kerajaan-kerajaan yang ada didalamnya yang dipecah.

Beberapa bentuk pemerintahan di wilayah Massenrempulu’ pada masa itu.
Kerajaan-kerajaan di Massenrempulu’ pada zaman penjajahan Belanda secara administrasi Belanda berubah menjadi Landshcap. Tiap Landschap dipimpin oleh seorang Arung (Zelftbesteur) dan dibantu oleh Sulewatang dan Pabbicara /Arung Lili, tetapi kebijaksanaan tetap ditangan Belanda sebagai Kontroleur. Federasi Lima Massenrempulu’ kemudian menjadi: Buntu Batu, Malua, Alla'(Tallu Batu Papan/Duri), Enrekang (Endekan) dan Maiwa.
Pada tahun 1912 sampai dengan 1941 berubah lagi menjadi Onder Afdeling Enrekang yang dikepalai oleh seorang Kontroleur (Tuan Petoro).


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber

– Sejarah Malua: link
Daftar raja, Komunitas Buntu Batu: https://www.facebook.com/pages/Komunitas-Buntu-Batu/158903927471052
– Daftar raja, Worldstatesman:
http://www.worldstatesmen.org/Indonesia_princely_states2.html
Additional information:  http://www.guide2womenleaders.com/indonesia_substates.htm#M

– Sejarah Kabupaten Enrekang: link
Sejarah Enrekang di Wiki: Wiki


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: