Samalangan, kerajaan / Sumatera – Prov. Aceh, kab. Bireuen

Kerajaan Samalangan terletak di Sumatera, provinsi Aceh, wilayah kabupaten Bireuen.
Samalangan menjadi Keuleebalangan (kerajaan) pada tahun 1613.
Saat kesultanan Aceh kerajaan itu merupakan vasal atau bawahan sultan Aceh dan dipimpin oleh raja yang bergelar Uleebalang.
Setelah berakhirnya Perang Aceh, tahun 1914, kerajaan kecil masuk Onderafdeling, sebagai “swapraja”.

The kingdom (keulebalangan) of Samalangan is located on Sumatera, provinsi Aceh, District Bireuen.
Samalangan became a kingdom in 1613.
During the sultanate of Aceh this kingdom was a vassal or subordinate to the sultan of Aceh and was led by the king who had the title of Uleebalang.
After the end of the Aceh War, in 1914, the small kingdoms entered a Onderafdeling as “swapraja”.

For english, click here

Kab. Bireuen


Garis kerajaan-kerajaan di Sumatera: link


Foto kesultanan Aceh

* Foto kesultanan Aceh Darussalem: link
* Foto raja-raja kerajaan kecil di Aceh: link
*
Foto Aceh dulu: link
*
Foto perang Aceh-belanda (1873-1903): link


Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link

* Foto Istana kerajaan di Sumatera: link


KERAJAAN SAMALANGAN

Raja kerajaan Samalangan sekarang (2017)

Raja Samalangan, nama tidak diketahui


Sejarah kerajaan Samalangan, abad ke-17

Tun Seri Lanang menjadi Uleebalang (Raja) pertama Samalanga pada tahun 1613 sehingga 1659. Perkara ini adalah diatas saranan dari putri Kamaliah, iaitu Puteri Pahang, Permaisuri Sultan Iskandar Muda (A.K.Yakobi, Aceh Dalam Perang Mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan 1945-1949).  Pada hari ini Samalanga merupakan sebuah wilayah kecil yang terdiri dari 9 daerah, 3 daripadanya berada di wilayah mukim Pidie iaitu Ulim, Bandar Dua dan Jangka Buya. Sedangkan 6 mukim lagi berada dalam wilayah  Bireun iaitu Samalanga, Simpang Mamplam, Pandrah, Jeunib, Peudada dan Juli. Terdapat 84 buah kampung (gampong) yang bergabung dalam 5 mukim di Samalanga dengan bilangan penduduknya lebih kurang 42,506 orang, 97% menjadi petani, 1% adalah pegawai negeri dan 2% pedagang .
Penobatan Tun Sri Lanang menjadi raja Samalanga mendapat dukungan rakyat, karena disamping dia ahli dibidang pemerintahan juga alim dalam ilmu agama dia juga adalah seorang Waliyullah. Sultan Iskandar Muda mengharapkan dengan penunjukan tersebut akan membantu pengembangan Islam di pesisir Timur Aceh. Dalam sarakata Ratu Safiatuddin Syah (1641-1675) yang digazetkan pada tahun 1645, baginda telah mengesahkan kembali Datok Bendahara yang disebut dengan nama Tun Seberang sebagai Raja Samalanga sebagaimana yang pengisytiharan Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam pada tahun 1613.

Merah: Samalangan (Semerlanga), tahun 1700 M

Merah Samalangan (Semerlanga), tahun 1700 M

Ketika Van Der Heijden diangkat Pemerintah Hindia Belanda menjadi Gubernur/Panglima Perang untuk Aceh, sasaran pertamanya adalah menaklukkan Samalanga. Tahun 1876 Van Heijden menyerang Samalanga dengan mengerahkan kekuatan tiga Batalion tentara. Tiap Batalion terdiri tiga Kompi yang masing-masing kompi berjumlah 150 pasukan.

Pejuang Samalanga tak dapat dikalahkan, maka tahun 1877 Belanda kembali menyusun kekuatan menyerbu dengan melibatkan tiga Batalion tentara, pasukan marenir dan pasukan meriam ditambah 900 orang hukuman yang diikutkan dalam penyerangan. Setelah sebulan pertempuran, Belanda hanya bisa menguasai Blang Temulir dekat kota Samalanga.
Raja Samalanga Teuku Chik Bugis dan Pocut Meuligoe masih berkuasa penuh, meskipun Belanda sudah menguasai. Belanda tidak berani mendekati bentenguta Gle Batee Iliek.

Satu ketika setelah tiga tahun Samalanga sepi dari peperangan, taba-tiba tanggal 30 Juni 1880, Letna Van Woortman dengan 65 orang pasukannya mencoba menyusup ke Bneteng Kuta Gle Batee Iliek. Namun sampai di Cot Meureak (kira-kita sekitar 2 Km ke arah Utara Betee Iliek) ke 65 pasukan Belanda itu di hadang oleh gerilia pasukan Aceh.

Makam Tun Sri Lanang di Samalanga, Bireuen. Foto Adji K.


Istana kerajaan Samalangan

Rumah bekas kediaman Raja Samalanga pertama ini, dikenal sebagai Rumoh Krueng (Rumah Sungai), pada kunjungan ini nampak telah dipugar meskipun beberapa bagian masih menggunakan kayu dasarnya dan sudah terlihat keropos dimakan rayap. Di sebelah kirinya, berjarak sekitar 50 meter, disemayamkan jasad Tun Sri Lanang dan orang-orang dekatnya, pada satu kompleks pekuburan yang sederhana.

Rumah ini berbentuk rumah panggung khas Aceh. Pada bagian kolongnya, diletakkan beberapa meja tempat penjaga menjamu pengunjung.

* Foto istana Samalangan: link


KERAJAAN-KERAJAAN KECIL DI BAWAH KESULTANAN ACEH

– Untuk sistem pemerintahan Uleebalang dll. lengkap: klik di sini

Kesultanan Aceh Darussalam dipimpin oleh sultan bergelar Sultan Imam Adil.
Bentuk pemerintahan kesultanan Aceh adalah federasi. Disebut federasi karena kesultanan Aceh menganut prinsip desentralisasi dengan memberikan otonomi yang tinggi bagi daerah bawahannya yaitu nanggroe dan mukim, apalagi untuk daerah taklukan.

Peta Uleebalang Aceh 1917


Sumber Samalangan

– Sejarah kerajaan Samalangan: https://samalangaraya.wordpress.com/
– Sejarah kerajaan Samalangan: http://saatnya-ngopi.blogspot.co.id/
– Sejarah kerajaan Samalangan: http://sejarahnaggro.blogspot.co.id/
– Sejarah raja pertama Samalangan, Tun Sri Lanang: http://namsamedia.blogspot.co.id/

Sumber struktur pemerintahan kerajaan-kerajaan di bawah kesultanan Aceh

– Struktur pemerintahan kesultanan Aceh: http://helmiyymailcom.blogspot.co.id
Struktur pemerintahan kesultanan Aceh: http://syahrureza.blogspot.com/
Kesultanan Aceh, Ulèëbalang dan pembagian wilayah: https://id.wikipedia.org/
Struktur pemerintahan kesultanan Aceh: https://www.facebook.com/
Uleebalang, raja kecil dalam kesultanan Aceh: https://id.wikipedia.org/
Sistem pemerintahan kesultanan Aceh lokal: https://id.wikipedia.org/wiki/

Kesultanan Aceh: klik di sini


Peta Aceh dulu

Peta Aceh tahun 1646. Achem, from ‘Livro do Estado da India Oriental’, an account of Portuguese settlements in the East Indies, by Pedro Barreto de Resende

———————————–

Peta Aceh 1595


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: