Mula Watu, kampung adat / P. Flores – prov. Nusa Tenggara Timur

Kampung Adat Mula Watu terletak di Desa Fatamari, Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende.

Lokasi kab. Ende

Wilayah Ende


Foto kerajaan-kerajaan di P. Flores

* Foto raja-raja yang ada sekarang di Flores: link
* Foto raja-raja yang dulu ada di Flores: link

* Foto pulau Flores dulu: link
* Foto situs kuno di pulau Flores: link
* Foto wilayah Manggarai: link


Pengukuhan Ria Bewa di Mula Watu, 25/7/2014

Sumber: http://www.dionbata.com/

Tarian heroik itu dibawakan para para lelaki di Kampung Mulawatu, karena hari ini ada pengukuhan Mosalaki Ria Bewa (tokoh adat-red) Mulawatu.

Mulawatu merupakan salah satu kampung tua di wilayah Lio Selatan sebagai  Ibukota Desa Fatamari. Secara administratif pemerintahan desa itu sebagai bagian dari wilayah Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende.

Dalam hirarki Persekutuan Adat Lise Tana Telu, Mulawatu menempati posisi Ria Bewa yang diemban sejak zaman leluhur Dosi Woda. Bersama Ria Bewa Wolololele A, Mosalaki Pu’u di Ratenggoji beserta para mosalaki dan Boge Hage, merupakan satu kesatuan yang utuh dalam bingkai keluarga besar persekutuan adat Lise Tana Telu. Posisi Ria Bewa  sejak leluhur Dosi Woda ini terus berlanjut ke turunannya, yakni Nusa Dosi, ke Dawa Dosi, Nggala Dosi berlanjut ke Tani Nggala, Paulus Nggay Tani hingga terakhir  almarhum Stefanus Nggubhu Nggay.

Dari kiri: Ignatius Dosi Woda. Daniel Bheto Dedo dan Mikael Wangge (foto PK)

Dengan meninggalnya Stefanus Nggubhu Nggay pada tahun 2000, jabatan Ria Bewa Lise Tana Telu di Mulawatu fakum  dalam rentang waktu sekitar 14 tahun dan dijalankan oleh Yoseph Ngati Mbete sebagai Pelaksana Tugas Ria Bewa.

Dengan kekosongan tersebut, maka melalui serangkaian musyawarah keluarga besar Dosiwoda menyepakati   dan  menetapkan Ignatius Tani Dosi Woda sebagai Ria Bewa. Dalam bahasa lio disebut “Pusi Eo Muri Peja Eo Meta, Pedo Pase Mula Gelu Walo”

Sesungguhnya prosesi adat ini semata untuk melestarikan nilai budaya dan hirarki kelembagaan dalam bingkai Lembaga Adat Lise Tana Telu. Juga untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan, menjalin kebersamaan di antara sesama keluarga, yakni Aji Ana, Tuka Bela, Eja Weta, Eda Embu, Nge Wa’u.

Podi Lesu Pepa Semba Ria Bewa Lise Tana Telu Mulawatu sebagai kekhasan budaya setempat. Selain meningkatkan rasa cinta  akan warisan leluhur juga untuk mengembangkan peluang di bidang kepariwisataan  Ende Lio khususnya Lise Nggonde Ria.

Waktu pengukuhan Ria Bewa Mula Watu terus berputar yang ditandai pada Jumat malam, warga  di kampung tersebut “berpesta” semalam suntuk hingga pukul 06.00 Wita.

Jarum jam menunjukkan pukul 06.00 Wita, Sabtu (26/7/2014). Momen pengukuhan Ria Bewa tiba. Adalah Ignatius Dosi Woda, salah seorang yang “terurapi” dari sejumlah warga di Kampung Mulawatu tampak turun dari rumah adat didampingi sang istri, Sisi berjalan menuju pelataran di tengah kampung.

Selain didampingi sang istri, Ignastius  Dosi Woda juga didampingi Mosalaki Puu, Daniel Bheto dan Ria Bewa Wololele A, Mikael Tani Wangge. Di sepanjang perjalanan keagungan itu, rombongan diiringi dengan musik tradisional, tarian adat serta nyanyian, Poto Wolo yang bermakna mengangkat kembali seorang ria bewa guna mengganti Ria Bewa yang sebelumnya telah mangkat.

Untuk menghormati kesakralan acara, semua warga yang hadir wajib berdiri serta membuka jalan bagi rombongan menuju pelataran di tengah kampung. Hari itu, ketika fajar menyingsing  Ignatius Dosi Woda dan sang istri, Sisi bak pangeran dan ratu. Keduanya anggun dan menjadi pusat perhatian. Semua mata tertuju pada dua sosok ini.

Tak butuh waktu lama rombongan tiba di pelataran. Di tempat tersebut Ignatius Dosi Woda mengukuhkan diri sebagai Ria Bewa. Tidak ada orang lain yang mengukuhkannya. Dia sendiri yang mengukuhkan diri ditandai dengan mengenakan tanda-tanda kebesaran seperti lesu (ikat kepala) baju adat berupa Semba (lembaran kain yang dibentangkan di tubuh, Red)  serta Londa (kalung emas- Red) yang digantungkan di leher. Pun sang istri tampak mengenakan perlengkapan wanita di atas kepala maupun telinga yang terbuat dari emas.

Setelah semua perlengkapan itu dikenakan maka resmilah, Ignatius  Dosi Woda menjadi Ria Bewa yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari warga yang memadati pelataran.

Pengukuhan Ria Bewa di Kampung Mula Watu Ende 26 Juli 2014. (foto PK)


DAFTAR KERAJAAN-KERAJAAN DI P. FLORES DAN SEJARAH P. FLORES

Untuk daftar kerajaan-kerajaan di P. Flores dan sejaah P. Flores, klik di sini

Kerajaan-kerajaan di P. Flores, 1920 M

Flores - NTT, 1920 M


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: