Jeumpa, kerajaan / Sumatera – Prov. Aceh

Kerajaan Jeumpa, sekitar abad ke-8 Masehi.
Kerajaan Jeumpa adalah salah satu kerajaan Islam di Indonesia pada abad ke-7 Masehi. Pendiri kerajaan ini adalah Salman Al-Parsi. Wilayah kerajaan Jeumpa mencakup wilayah Kabupaten Bireuen saat ini. Kerajaan Jeumpa mengalami keruntuhan pada tahun 880 Masehi.
Pada 1930 selama pemerintahan Belanda, Jeumpa menjadi daerah dengan pemerintahan sendiri yang dipimpin oleh seorang Uleebalang.
Di zaman modern Jeumpa menjadi kecamatan Distrik Bireuen.

Kingdom of Jeumpa, about the 8th century.
Jeumpa kingdom was a kingdom located around the hilly areas ranging from riverbank Peudada in west until Pante Krueng Peusanga, Aceh, Sumatra.
In the 1930’s during dutch rule, Jeumpa became a area with self-government headed by a Uleebalang.
In modern times Jeumpa became a sub-district  of the District Bireuen.

For english, click here

Kab. Bireuen, prov. Aceh


Garis kerajaan-kerajaan di Sumatera: link


Foto kesultanan Aceh

* Foto kesultanan Aceh Darussalem: link
* Foto raja-raja kerajaan kecil di Aceh: link
*
Foto Aceh dulu: link
*
Foto perang Aceh-belanda (1873-1903): link


Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link

* Foto Istana kerajaan di Sumatera: link


KERAJAAN JEUMPA

Pewaris kerajaan Jeumpa

Ada pewaris kerajaan Jeumpa, tetapi nama tidak diketahui, dan tidak ada foto. 2017.


Lokasi kerajaan Jeumpa

Kabupaten Bireuen dalam catatan sejarah dikenal sebagai daerah Jeumpa. Dahulu Jeumpa merupakan sebuah kerajaan kecil di Aceh. Menurut Ibrahim Abduh dalam Ikhtisar Radja Jeumpa, Kerajaan Jeumpa terletak di di Desa Blang Seupeung, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen.
Secara geografis, kerajaan Jeumpa terletak di daerah perbukitan mulai dari pinggir sungai Peudada di sebelah barat sampai Pante Krueng Peusangan di sebelah timur.
– Sumber: http://mtp6014-syauqiridha.blogspot.co.id/2013/05/masa-kerajaan-hindu.html

 Seorang warga menyentuh batu nisan Makam Raja Jeumpa.


Sejarah kerajaan Jeumpa, abad ke-8

Pada awal abad ke-8 seorang pemuda bernama Abdullah dari India belakang memasuki pusat kerajaan di kawasan Blang Seupeueng dengan kapal niaga melalui Kuala Jeumpa dengan tujuan berdagang.

Abdullah kemudian tinggal bersama penduduk dan menyiarkan agama Islam. Rakyat di negeri tersebut dengan mudah menerima Islam karena tertarik dengan perilakunya. Abdullah kemudian dinikahkan dengan puteri raja bernama Ratna Kumala. Di kemudian hari Abdullah dinobatkan menjadi raja menggantikan bapak mertuanya, yang kemudian wilayah kekuasaannya dia berikan nama dengan Kerajaan Jeumpa.

Keberadaan kerajaan Islam Jeumpa ini dapat pula ditelusuri dari pembentukan Kerajaan Perlak yang dianggap sebagai kerajaan Islam pertama di Nusantara. Perlak pada tahun 805 M adalah bandar pelabuhan yang dikuasai pedagang keturunan Parsi yang dipimpin seorang keturunan Raja Islam Jeumpa Pangeran Salman al-Parsi dengan Putri Manyang Seuludong bernama Meurah Syahr Nuwi. Sebagai sebuah pelabuhan dagang yang maju dan aman menjadi tempat persinggahan kapal dagang Muslim Arab dan Persia.
Akibatnya masyarakat muslim di daerah ini mengalami perkembangan yang cukup pesat, terutama sekali lantaran banyak terjadinya perkawinan di antara saudagar muslim dengan wanita-wanita setempat, sehingga melahirkan keturunan dari percampuran darah Arab dan Persia dengan putri-putri Perlak. Keadaan ini membawa pada berdirinya kerajaan Islam Perlak pertama, pada hari selasa bulan Muharram, 840.
Sultan pertama kerajaan ini merupakan keturunan Arab Quraisy bernama Maulana Abdul Azis Syah, bergelar Sultan Alaiddin Sayyid Maulana Abdul Azis Syah. Menurut Wan Hussein Azmi, pedagang Arab dan Persia tersebut termasuk dalam golongan Syi’ah. Wan Hussein Azmi dalam Islam di Aceh mengaitkan kedatangan mereka dengan Revolusi Syi’ah yang terjadi di Persia tahun 744-747.

Kerajaan-kerajaan kecil di Aceh di masa lalu termasuk Jeumpa mengalami pasang surut. Terutama setelah kehadiran Portugis di Malaka pada tahun 1511 yang diikuti oleh kedatangan Belanda. Belanda mengambil alih Aceh pada tahun 1904, ketika Belanda mampu menduduki benteng Kuta Glee di Batee Iliek, di bagian barat Kabupaten Bireuen.
Dengan Keputusan pemerintah Belanda Nederlands Indie pada 7 September 1934, Aceh dibagi menjadi enam Afdeeling (distrik) yang dipimpin oleh Asisten Residen.
Selain Onder Afdeeling, ada juga beberapa daerah Ulee Balang (Zelf Bestuur) yang dapat mengatur diri mereka sendiri, yaitu Ulee Balang Keureutoe, Geureugok, Jeumpa dan Peusangan, yang dipimpin oleh Ampon Chik.

– Sejarah lengkap /  Source: Wiki

 Foto Kuburan “ Raja Jeumpa “ di Dusun Jruen Blang Seupeeng Kecamatan Jeumpa Kabupaten Bireuen.


Silsilah raja

Raja pertama dari kerajaan Jeumpa adalah Syahriansyah Salman Al-Parsi yang berasal dari Champia, Persia. Ia mendirikan kerajaan ini pada tahun 770 Masehi setelah menikahi seorang putri Aceh dari sebuah kerajaan Hindu purba. Keturunan dari Syahriansyah Salman Al-Parsi menjadi Meurah atau penguasa dari kerajaan-kerajaan di Pulau Sumatera. Syahriansyah Salman mengangkat anaknya yang bernama Syahri Poli sebagai pendiri dan penguasa wilayah Poli. Selain itu, ia juga mengangkat anaknya yang bernama Syahri Nawi sebagai penguasa wilayah Perlak. Wilayah Poli kemudian berkembang menjadi kerajaan Pedir, sedangkan wilayah Perlak berkembang menjadi kesultanan Peureulak. Anak tertua dari Syahriansyah Salman Al-Parsi yang bernama Syahri Tanwi menjadi pewaris kerajaan Jeumpa, sedangkan anak termudanya yan bernama Syahri Duli menjadi raja di kerajaan Indra Purba di Aceh Besar. Keempat anaknya menjalin hubungan kesukuan yang diberi nama Sukee Imum Peut (terj. Suku Imum Empat).

Syahriansyah Salman Al-Parsi adalah keturunan nabi Muhammad dari jalur Ali bin Abi Thalib dan Husain bin Ali. Ini berdasarkan gelar “Syahri” yang dinisbatkan kepadanya. Gelar ini diberikan kepada keturunan Husain bin Ali dan putri raja Persia yang bernama Syahri Banun.

Menurut silsilah keturunan Sultan-Sultan Melayu, yang dikeluarkan oleh kerajaan Brunei Darussalam serta kesultanan Sulu-Mindanao, kerajaan Islam Jeumpa dipimpin oleh seorang Pangeran dari Parsia (India Belakang) yang bernama Syahriansyah Salman alias Sasaniah Salman yang kawin dengan Puteri Mayang Seuludong serta mempunyai berbagai anak, antara lain Syahri Poli, Syahri Tanti, Syahri Nuwi, Syahri Dito serta Makhdum Tansyuri yang menjadi bunda daripada Sultan pertama kerajaan Islam Perlak yang berdiri pada tahun 805 Masehi.

Menurut penelitian Sayed Dahlan al-Habsyi, Syahri merupakan gelar pertama yang dipakai keturunan Nabi Muhammad di Nusantara sebelum memakai gelar Meurah, Habib, Sayid, Syarief, Sunan, Teuku, serta lainnya. Syahri diambil dari nama istri Sayyidina Husein bin Ali, Puteri Syahri banun, anak Maha Raja Persia terbaru yang ditaklukkan Islam.

Jeumpa, 850 M (di utara Gayo – hijau)

Jeumpa, 850 M


KERAJAAN-KERAJAAN KECIL DI BAWAH KESULTANAN ACEH

– Untuk sejarah lengkap: klik di sini

Kesultanan Aceh Darussalam dipimpin oleh sultan bergelar Sultan Imam Adil.
Bentuk pemerintahan kesultanan Aceh adalah federasi. Disebut federasi karena kesultanan Aceh menganut prinsip desentralisasi dengan memberikan otonomi yang tinggi bagi daerah bawahannya yaitu nanggroe dan mukim, apalagi untuk daerah taklukan.

Peta Uleebalang Aceh 1917


Peta Aceh dulu

Peta Aceh tahun 1646. Achem, from ‘Livro do Estado da India Oriental’, an account of Portuguese settlements in the East Indies, by Pedro Barreto de Resende

—————————–

Peta Aceh 1873.



Sumber kerajaan Jeumpa

Sejarah kerajaan Jeumpa di Wiki: Wiki
– Sejarah kerajaan Jeumpa: http://www.abad29studio.com/
Sejarah kerajaan Jeumpa sebagai kerajaan Islam pertama: http://www.kompasiana.com/
– Kerajaan Jeumpa, kerajaan Islam pertama di Aceh: http://acehdalamsejarah.blogspot.co.id
.

Sumber struktur pemerintahan kerajaan-kerajaan di bawah kesultanan Aceh

– Struktur pemerintahan kesultanan Aceh: http://helmiyymailcom.blogspot.co.id
Struktur pemerintahan kesultanan Aceh: http://syahrureza.blogspot.com/
Kesultanan Aceh, Ulèëbalang dan pembagian wilayah: https://id.wikipedia.org/
Struktur pemerintahan kesultanan Aceh: https://www.facebook.com/
Uleebalang, raja kecil dalam kesultanan Aceh: https://id.wikipedia.org/
Sistem pemerintahan kesultanan Aceh lokal: https://id.wikipedia.org/wiki/

Kesultanan Aceh: klik di sini


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: