* FOTO kerajaan Mekongga

Raja (Bokeo) kerajaan Mekongga: Khaerun Dahlan
9 april 2015: Khaerun Dahlan resmi ditunjuk menjadi Raja (Bokeo) Mekongga yang ke-19 di Pendopo Makam Sangia Nibandera. Dirinya dinobatkan sebagai raja baru yang menggantikan Bokeo (Raja) Mekongga ke 18, Mburi Hj Nursainab Lowa yang wafat pada 4 Mei 2014 lalu.

——————–

9 April 2015: Khaerun Dahlan resmi ditunjuk menjadi Raja (Bokeo) Mekongga yang ke-19

——————–

Kiri: Bokeo (Raja) Mekongga setelah usai penobatan. 2015.

——————–

——————–

mei 2015: Wakil Bupati Kolaka Muh Jayadin resmi menjadi Ketua Dewan Adat Kerajaan Mekongga. Ia telah dilantik oleh Raja atau Bokeo Mekongga Khaerun Dahlan, beberapa waktu lalu.
Acara Pelantikan Ketua dan Pengurus Dewan Adat Kerajaan Mekongga dipusatkan di kawasan Makam Raja Sangia Ni Bandera (Raja Pertama Mekongga) di Kolaka.
Keberadaan Dewan Adat dalam kerjaan Mekongga sangatlah penting. Bahkan secara adat terdapat tiga bagian didalam struktur Kerajaan Mekongga, yaitu Majelis Kerajaan Mekongga, Dewan Adat serta Dewan Pertimbangan Kerajaan. Sementara dewan adat ini sendiri terbentuk dalam Kongres Mekongga Raya II beberapa waktu yang lalu.

——————–

Bagi Anda yang belum pernah melihat pusaka dari kerajaan Mekongga, Kolaka, Sulawesi Tenggara berikut dokumen foto mahkota sang raja. Mahkota ini milik Raja Bokeo Mburi. Mahkota terbuat dari emas murni yang berukir naga dan hingga kini masih dilestarikan di museum kerajaan mekongga di Kabupaten Kolaka. Selain mahkota, sejumlah batu permata seperti intan, batu giok juga menjadi bagian dari koleksi kerajaan.

——————–

Gambar Keris Ali Pote, Al Qur’an Kyai Haji Sioto Ambur Manggala dan Guci Sirangko Pote.

——————–

Pin Kerajaan Mekongga, asli peninggalan Bokeo Latambaga, Raja Mekongga terakhir.

——————–

Inilah foto 7 Toonomotuo dalam silsilah di Kerajaan Mekongga yang melakukan penunjukan terhadap Raja / Bokeo Mekongga yang terakhir di Kerajaan Mekongga yaitu Bokeo Latambaga.
Keturunan dari 7 Toonomotuo inilah yang berhak memegang atau mewakili Toonomotuo Okambo

——————–

 Raja Mekongga, Sangia Nibandera

——————–

Bokeo Latambaga 1906 – 1932 (Bokeo terakhir saat Belanda masuk Ke Mekongga) Bokeo selanjutnya diangkat untuk pelestarian adat saja karena yang berkuasa adalah Controeleur.

——————–

Tari perkelahian


 

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: