Prailiu, Kampung Raja Prailiu / P. Sumba – prov. Nusa Tenggara Timur

Kampung Raja Prailiu terletak di P. Sumba, kec. Kambera.

Lokasi Kampung Raja Prailiu di P. Sumba


Kerajaan-kerajaan di P. Sumba

* Foto raja-raja di P. Sumba yang masih ada: link
* Foto raja-raja dulu di P. Sumba: link
* Foto situs kuno / megalitik di pulau Sumba: link


KERAJAAN KAMPUNG RAJA PRAILIU

Tentang keluarga raja sekarang (2019)

– Sumber: www.majalahgaharu.com

Informasi dari Ibu Ratu Prailiu, Tamu Rambu Margaretha, perempuan asli Lewa, Sumba Timur.
Ibu Tamu Rambu Margaretha menjelaskan sejarah singkat Kampung Raja Prailiu Kambata. Menurutnya Kampung Raja yang pertama kali berdiri berlokasi 200 meter dari tempat yang mereka diami saat ini, bernama Kampung Prailiu Kiku. Namun setelah pendudukan Jepang di Sumba, barulah Kampung Raja Prailiu Kambata berdiri.

“Saya sendiri tidak tahu persis kapan kampung ini berdiri. Namun yang saya tahu berdirinya kampung ini sesudah (pendudukan) Jepang. Kami sendiri masih bersepupu dengan kampung Prailiu Kiku,” jelas Margaretha.

Margaretha berkisah bahwa tahta Raja Prailiu tidak selalu diwariskan kepada sang anak. Ketika pemerintah kolonial Belanda masih berkuasa di nusantara misalnya, kakek dari Tamu Umbu Ndjaka pernah menolak untuk berkuasa. Pada akhirnya pihak Prailiu memanggil sepupu mereka dari Lewa, Sumba Timur, untuk datang dan meneruskan kekuasaan

Dari pernikahannya dengan Tamu Umbu Ndjaka, Rambu Margaretha dikarunai 8 orang putra dan putri. Seluruhnya mengenyam pendidikan tinggi di Yogyakarta. Bahkan tiga di antaranya merupakan sarjana lulusan Universitas Gadjahmada (UGM). Salah satunya adalah Resti yang merupakan lulusan Fakultas Kehutanan UGM

Saat ini pemerintahan kerajaan Prailiu diteruskan oleh putera kelima Rambu Margaretha. Margaretha membeberkan, bahwa pihak kerajaan tidak mewajibkan penunjukan anak sulung sebagai penerus. Yang terutama, lanjutnya, dilihat dari faktor kepemimpinan dan kemampuan berkomunkasi dengan masyarakat luas. “Kebetulan anak laki-laki saya yang nomor 5 paling dekat dengan tokoh-tokoh. Jadi kalau ada acara-acara penting, dia yang mewakili. Dia juga merupakan lulusan sarjana komputer,” imbuhnya.


Tentang kerajaan Kampung raja Prailiu

Prailiu merupakan salah satu kerajaan yang ada di Pulau Sumba dan masih eksis. Hanya setelah Umbu Djaka yang merupakan raja terakhir wafat pada 2008, belum ada pengangkatan raja baru.

Raja Tamu Umbu Djaka meninggal pada 2008 tapi baru dikuburkan setahun kemudian karena pemakamannya memerlukan dana besar. Makamnya berupa kubur batu dengan berat 40 ton.

Kalau dilihat dari sejarah kerajaan di pulau Sumba maka kampung adat Praing Prailiu masih bagian dari kerajaan Lewa Kambera yang di mana Praing Prailiu adalah ibu kota kedudukan terakhir dari kerajaan Lewa Kambera atau pada zaman Belanda disebut dengan swapraja.

Saat ini masih ada keturunan langsung dari raja Lewa Kambera yang mendiami kampung adat praingu prailiu atau menjadi pewaris dari kerajaan Lewa kambera yaitu Bapak Tamu Umbu Pingi Ai dan adiknya Tamu Umbu Nggaba Rihi Eti.
Kerajaan Lewa Kambera: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumba/kerajaan-lewa/

Bapak Raja Prailiu foto bersama dengan Bapak Wakapolda NTT dan Kapolres Sumba Timur


DAFTAR DAN SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN DI P. SUMBA

Untuk daftar dan sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sumba, klik di sini

P. Sumba dan Nusa Tenggara Timur, 1650 M

Nusa Tenggara Timur, 1650 M


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: