Lamuri, Kesultanan / Sumatera – Aceh, Kab. Aceh Besar

Kesultanan Lamuri: abad ke-9 sampai abad ke-15. Kerajaan yang terletak di Sumatera, daerah kabupaten Aceh Besar, prov. Aceh, dengan pusatnya di Lam Reh, kecamatan Mesjid Raya.

Sultanate of Lamuri: 9th century – 15th century. Located in the prov. of Aceh.

Klik foto untuk besar !

Kabupaten Aceh Besar

Kabupaten Aceh Besar

Provinsi Aceh (hijau)

Provinsi Aceh (hijau)


* Foto Kesultanan Aceh Darussalem: link
*
Foto wilayah Aceh: link
*
Foto perang belanda di Aceh (1873-1903): link

* Foto foto situs kuno dan suku-suku di Sumatera dan Sumatera dulu: link


Sejarah / History kerajaan Lamuri

Kesultanan Lamuri dulu terletak di Kabupaten Aceh Besar, dengan pusatnya di Lam Reh, kecamatan Mesjid Raya.
Data tentang sejarah berdirinya Kesultanan Lamuri masih simpang siur. Data yang pernah dikemukakan sejumlah orang tentang kesultanan ini masih bersifat spekulatif dan tentatif.
Kesultanan Lamuri berumur sekitar lebih dari 6 abad karena terhitung sejak tahun 900-an hingga tahun 1513. Pada tahun 1513 Kesultanan Lamuri beserta dengan beberapa kerajaan (antara lain Perlak, Pidi, Daya) bersatu menjadi Kesultanan Aceh Darusalam di bawah kekuasaan Sultan Ali Mughayat Syah (1496-1528).

Lokasi Desa Lamreh. Pusat Kerajaan Lamuri

Lokasi Desa Lamreh. Pusat Kerajaan Lamuri

– Sumber /Source:  http://melayuonline.com/ind/history/dig/416/kesultanan-lamuri
——————
Lamuri Sultanate was once located in Aceh Besar district, with its center in Lam Reh, district of the Grand Mosque.
Data about the history of the Sultanate Lamuri are still confusing. Data by a number of people about the empire are still speculative and tentative.
Lamuri Sultanate existed about more than 6 centuries, since the year 900 until 1513. In 1513, the Sultanate Lamuri along with several kingdoms (among others Perlak, Pidi, Daya) was united with the Sultanate of Aceh Darussalam under the rule of Sultan Ali Shah Mughayat (1496-1528).


Daftar Sultan / list of Sultans

Of the approximately 84 tombstones were foundd in 17 cemeteries, there are 28 gravestones that have inscriptions. Of the 28 tombstones that were obtained by 10 kings who ruled Lamuri, 8 person holds the title of malik and 2 sultan.

Dari lebih kurang 84 batu nisan yang tersebar di 17 komplek pemakaman, terdapat 28 batu nisan yang memiliki inskripsi. Dari ke-28 batu nisan tersebut diperoleh sebanyak 10 raja yang memerintah Lamuri, 8 orang bergelar malik dan 2 orang bergelar sultan.

* 1419: Malik Syamsuddin (wafat / died)
* 1419: Malik ‘Alawuddin (wafat / died)
* Muzhhiruddin. Diperkirakan seorang raja, tanggal wafat tidak diketahui.
* 1431: Sultan Muhammad bin ‘Alawuddin (wafat / died)*
* 1434: Malik Nizar bin Zaid (wafat / died)
* 1441: Malik Zaid (bin Nizar?) (wafat / died)
* 1439: Malik Jawwaduddin (wafat /died)
* 1442: Malik Zainal ‘Abidin (wafat / died)
* 1444: Malik Muhammad Syah (wafat / died)
* 1503: Sultan Muhammad Syah (wafat / died)

– Sumber:  https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Lamuri#Raja-raja


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber / Source

– Sejarah kesultanan Lamuri di Wiki: link
Sejarah kesultanan Lamuri di Melayuonline: link
Sejarah kesultanan Lamuri:  http://atalamba.blogspot.co.id/2013/10/kerajaan-lamuri-aceh-rayeukaceh-lhee.html
– Lamuri, cikal bakal kerajaan Aceh: https://www.facebook.com/boy.adityamawardi/posts/657090044335220
Kesultanan Lamuri dan sisah kejayaanyang terbengkalai:  http://www.kompasiana.com/ruslan./sejarah-aceh-kerajaan-lamuri-dan-sisa-kejayaan-yang-terbengkalai_552ba1c96ea834c93f8b458a
Daftar Raja Lamurihttps://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Lamuri#Raja-raja

– Tentang Benteng Indra Patra: Link

English

– History Lamuri on melayuonline: link


Foto foto

Lamuri: Istana, Palace Sultan

Lamuri: Istana, Palace Sultan

Benteng Indra Patra dibangun oleh Kerajaan Lamuri, kerajaan Hindu pertama di Aceh (Indra Patra) pada masa sebelum kedatangan Islam di Aceh, yaitu pada abad ke tujuh Masehi. Benteng ini dibangun dalam posisi yang cukup strategis karena berhadapan langsung dengan Selat Malaka, sehingga berfungsi sebagai benteng pertahanan dari serangan armada Portugis. Sumber: http://ranupatjeh1.blogspot.co.id/2013/05/mengenang-sejarah-benteng-indra-patra.html

Benteng Indra Patra dibangun oleh Kerajaan Lamuri, kerajaan Hindu pertama di Aceh (Indra Patra) pada masa sebelum kedatangan Islam di Aceh, yaitu pada abad ke tujuh Masehi. Benteng ini dibangun dalam posisi yang cukup strategis karena berhadapan langsung dengan Selat Malaka, sehingga berfungsi sebagai benteng pertahanan dari serangan armada Portugis. Sumber: http://ranupatjeh1.blogspot.co.id/2013/05/mengenang-sejarah-benteng-indra-patra.html

Benteng Indra Patra

Benteng Indra Patra dibangun oleh Kerajaan Lamuri, kerajaan Hindu pertama di Aceh (Indra Patra) pada masa sebelum kedatangan Islam di Aceh, yaitu pada abad ke tujuh Masehi. Benteng ini dibangun dalam posisi yang cukup strategis karena berhadapan langsung dengan Selat Malaka, sehingga berfungsi sebagai benteng pertahanan dari serangan armada Portugis. Sumber: http://ranupatjeh1.blogspot.co.id/2013/05/mengenang-sejarah-benteng-indra-patra.html

BATU nisan bertanggal 1462 yang ditemukan di kompleks bekas Kerajaan Lamuri, di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto direkam Kamis (9/10/2014)

BATU nisan bertanggal 1462 yang ditemukan di kompleks bekas Kerajaan Lamuri, di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar.
Foto direkam Kamis (9/10/2014). Sumber: http://aceh.tribunnews.com/2014/10/10/peneliti-temukan-nisan-tahun-1462-di-situs-lamuri

Sisah kerajaan Lamuri

Sisah kerajaan Lamuri

 batu-nisan-tipe-plak-pling-yang-merupakan-ciri-khas-nisan-dari-lam-reh

Batu nisan tipe plak pling yang merupakan ciri khas nisan dari Lam Reh

-jenis-dari-nisan-lamuri-di-lam-reh

Jenis dari nisan Lamuri di Lam Reh

Batu nisan kerajaan Lamuri yang terbengkalai.

Batu nisan kerajaan Lamuri yang terbengkalai.

Benteng Kuta Lubôk, salah satu benteng dari Kerajaan Lamuri

Benteng Kuta Lubôk, salah satu benteng dari Kerajaan Lamuri

 Batu nisan di situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur Jejak Raja Aceh di Lamuri Tulisan Arab pada batu nisan di situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur Jejak Raja Aceh di Lamuri Tulisan Arab pada batu nisan di situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur Jejak Raja Aceh di Lamuri Batu nisan di situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur Jejak Raja Aceh di Lamuri Pecahan Artefak di situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur Jejak Raja Aceh di Lamuri Pecahan batu nisan di situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur. Jejak Raja Aceh di Lamuri Meneliti situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur Jejak Raja Aceh di Lamuri Kepala Pusat Penelitian Ilmu Sosial dan Budaya (PPISB) Unsyiah, Dr Husaini Ibrahim MA diantara nisan-nisan di situs Lamuri. Foto: Irfan M Nur Jejak Raja Aceh di Lamuri Panorama alam di bekas wilayah Kerajaan Lamuri. Foto: Irfan M Nur Jejak Raja Aceh di Lamuri Panorama alam di bekas wilayah Kerajaan Lamuri. Foto: Irfan M Nur Next Panorama alam di bekas wilayah Kerajaan Lamuri. Foto: Irfan M Nur Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Previous AWAL Oktober 2014 lalu, lima ahli arkeologi dan epigrafi Islam dari Aceh, Sumut, dan Malaysia, melakukan penelitian dan pemetaan terhadap situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian yang dilakukan atas kerjasama Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), University Sains Malaysia (USM), dan Universitas Sumatra Utara (USU) ini menemukan banyak bukti baru tentang kejayaan Kerajaan Lamuri pada sekitar abad 13 Masehi. Kepala Pusat Penelitian Ilmu Sosial dan Budaya (PPISB) Unsyiah, Dr Husaini Ibrahim MA mengatakan, Kerajaan Lamuri memiliki kandungan sejarah penting karena berada dalam tiga peradaban mulai prasejarah, Hindu/Budha dan masuknya pengaruh Islam. Berbagai peninggalan arkeologis dari tiga zaman ini diperkirakan masih terkubur dan tersimpan dalam area situs seluas 200 hektare itu. Sayangnya, banyak situs telah rusak akibat tak terawat dan dimakan usia. Sebagian batu nisan yang mengabadikan nama-nama dan tahun-tahun penting dalam sejarah Aceh telah hilang dari tempatnya. Ada yang pecah karena hantaman benda keras, ada juga yang telah dijadikan batu asah. Para peneliti ini berharap campur tangan Pemerintah Aceh untuk menyelamatkan situs yang dianggap sebagai cikal bakal Kerajaan Aceh Darussalam. Sehingga generasi Aceh bisa menunjukkan bukti saat mengupas sejarah dan peradaban Aceh kepada penduduk dunia. FOTO-FOTO: Irfan M Nur Teks : Zainal Arifin M Nur Fotografer: Serambi Indonesia TAGs: aceh besar / Aceh Darussalam / Arkeologi / Batu Aceh / Heritage / history / Kerajaan Lamuri / Lamreh / Nisan / sejarah / Universitas Sumatra Utara / Universitas Syiah Kuala / University Sains Malaysia 6 Banyak Pesona di Pulau Banyak Meriahnya Tahun Baru Islam Foto Terkait Masyarakat Kemukiman Lhoknga, Aceh Besar menimbun sungai yang selama ini dijadikan saluran pembuangan limbah dari PT Lafarge Cement Indonesia (LCI), Rabu (16/3/2016). SERAMBI/BUDI FATRIA Limbah Pabrik Semen Lhoknga Petugas Kanwil Kemenkumham Aceh melakukan sidak di Lapas Kelas II A Banda Aceh di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Senin (7/3/2016) malam. Dalam penggeledahan yang dilakukan oleh 150 personel itu ditemukan sejumlah barang terlarang milik napi seperti, pisau, gergaji, handphone, kompor gas, dan uang tunai. SERAMBI/M ANSHAR Lapas Banda Aceh Digeledah Pramugari memperlihatkan miniatur Pesawat Citilink saat peresmian penerbangan perdana pesawat tersebut di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blangbintang, Aceh Besar, Kamis (3/3/2016). Maskapai penerbangan berbiaya murah (LCC) tersebut secara resmi mengoperasikan pesawat Airbus A320-200 untuk rute penerbangan baru rute domestik masing-masing yakni Banda Aceh-Medan, Medan-Pekanbaru, dan Pekanbaru-Bandung dengan jadwal penerbangan satu kali dalam sehari. SERAMBI/M ANSHAR Penerbangan Perdana Citilink Rute Banda Aceh-Medan Story Warga menyaksikan gerhana matahari di Gedung Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Ulee Lheue, Banda Aceh, Rabu (9/3/2016). SERAMBI/HARI MAHARDHIKA Euforia Warga Menyambut Gerhana Matahari di Banda Aceh keramaian. Ujong Blang, Pantai Indah yang Membawa Berkah Picture of the week Konser Bergek di Banda Aceh Konser Bergek di Banda Aceh Oleh Budi Fatria Dilihat 5599 kali BNNP Aceh Tangkap Pengedar Sabu di Sabang BNNP Aceh Tangkap Pengedar Sabu di Sabang Oleh Budi Fatria Dilihat 896 kali Indahnya Air Terjun 7 Bidadari Indahnya Air Terjun 7 Bidadari Oleh Syedara Lon Dilihat 345 kali Kemenkumham Geledah LP Lhokseumawe Kemenkumham Geledah LP Lhokseumawe Oleh Zaki Mubarak Dilihat 178 kali Ujong Blang, Pantai Indah yang Membawa Berkah Ujong Blang, Pantai Indah yang Membawa Berkah Oleh Saiful Bahri Membaca tulisan pada batu nisan di situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur Jejak Raja Aceh di Lamuri Membaca tulisan pada batu nisan di situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur Jejak Raja Aceh di Lamuri Batu nisan yang patah di situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur Jejak Raja Aceh di Lamuri Memasang kembali nisan yang patah di situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur Jejak Raja Aceh di Lamuri Arkeolog Unsyiah dan USM sedang berdiskusi. Foto: Irfan M Nur Jejak Raja Aceh di Lamuri Meneliti nisan di situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur Jejak Raja Aceh di Lamuri Batu nisan di situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur Jejak Raja Aceh di Lamuri Tulisan Arab pada batu nisan di situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur Jejak Raja Aceh di Lamuri Tulisan Arab pada batu nisan di situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur Jejak Raja Aceh di Lamuri Batu nisan di situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur Jejak Raja Aceh di Lamuri Pecahan Artefak di situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur Jejak Raja Aceh di Lamuri Pecahan batu nisan di situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur. Jejak Raja Aceh di Lamuri Meneliti situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur Jejak Raja Aceh di Lamuri Kepala Pusat Penelitian Ilmu Sosial dan Budaya (PPISB) Unsyiah, Dr Husaini Ibrahim MA diantara nisan-nisan di situs Lamuri. Foto: Irfan M Nur Jejak Raja Aceh di Lamuri Panorama alam di bekas wilayah Kerajaan Lamuri. Foto: Irfan M Nur Jejak Raja Aceh di Lamuri Panorama alam di bekas wilayah Kerajaan Lamuri. Foto: Irfan M Nur Next Panorama alam di bekas wilayah Kerajaan Lamuri. Foto: Irfan M Nur Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Jejak Raja Aceh di Lamuri Previous AWAL Oktober 2014 lalu, lima ahli arkeologi dan epigrafi Islam dari Aceh, Sumut, dan Malaysia, melakukan penelitian dan pemetaan terhadap situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian yang dilakukan atas kerjasama Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), University Sains Malaysia (USM), dan Universitas Sumatra Utara (USU) ini menemukan banyak bukti baru tentang kejayaan Kerajaan Lamuri pada sekitar abad 13 Masehi. Kepala Pusat Penelitian Ilmu Sosial dan Budaya (PPISB) Unsyiah, Dr Husaini Ibrahim MA mengatakan, Kerajaan Lamuri memiliki kandungan sejarah penting karena berada dalam tiga peradaban mulai prasejarah, Hindu/Budha dan masuknya pengaruh Islam. Berbagai peninggalan arkeologis dari tiga zaman ini diperkirakan masih terkubur dan tersimpan dalam area situs seluas 200 hektare itu. Sayangnya, banyak situs telah rusak akibat tak terawat dan dimakan usia. Sebagian batu nisan yang mengabadikan nama-nama dan tahun-tahun penting dalam sejarah Aceh telah hilang dari tempatnya. Ada yang pecah karena hantaman benda keras, ada juga yang telah dijadikan batu asah. Para peneliti ini berharap campur tangan Pemerintah Aceh untuk menyelamatkan situs yang dianggap sebagai cikal bakal Kerajaan Aceh Darussalam. Sehingga generasi Aceh bisa menunjukkan bukti saat mengupas sejarah dan peradaban Aceh kepada penduduk dunia. FOTO-FOTO: Irfan M Nur Teks : Zainal Arifin M Nur Fotografer: Serambi Indonesia TAGs: aceh besar / Aceh Darussalam / Arkeologi / Batu Aceh / Heritage / history / Kerajaan Lamuri / Lamreh / Nisan / sejarah / Universitas Sumatra Utara / Universitas Syiah Kuala / University Sains Malaysia 6 Banyak Pesona di Pulau Banyak Meriahnya Tahun Baru Islam Foto Terkait Masyarakat Kemukiman Lhoknga, Aceh Besar menimbun sungai yang selama ini dijadikan saluran pembuangan limbah dari PT Lafarge Cement Indonesia (LCI), Rabu (16/3/2016). SERAMBI/BUDI FATRIA Limbah Pabrik Semen Lhoknga Petugas Kanwil Kemenkumham Aceh melakukan sidak di Lapas Kelas II A Banda Aceh di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Senin (7/3/2016) malam. Dalam penggeledahan yang dilakukan oleh 150 personel itu ditemukan sejumlah barang terlarang milik napi seperti, pisau, gergaji, handphone, kompor gas, dan uang tunai. SERAMBI/M ANSHAR Lapas Banda Aceh Digeledah Pramugari memperlihatkan miniatur Pesawat Citilink saat peresmian penerbangan perdana pesawat tersebut di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blangbintang, Aceh Besar, Kamis (3/3/2016). Maskapai penerbangan berbiaya murah (LCC) tersebut secara resmi mengoperasikan pesawat Airbus A320-200 untuk rute penerbangan baru rute domestik masing-masing yakni Banda Aceh-Medan, Medan-Pekanbaru, dan Pekanbaru-Bandung dengan jadwal penerbangan satu kali dalam sehari. SERAMBI/M ANSHAR Penerbangan Perdana Citilink Rute Banda Aceh-Medan Story Warga menyaksikan gerhana matahari di Gedung Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Ulee Lheue, Banda Aceh, Rabu (9/3/2016). SERAMBI/HARI MAHARDHIKA Euforia Warga Menyambut Gerhana Matahari di Banda Aceh keramaian. Ujong Blang, Pantai Indah yang Membawa Berkah Picture of the week Konser Bergek di Banda Aceh Konser Bergek di Banda Aceh Oleh Budi Fatria Dilihat 5599 kali BNNP Aceh Tangkap Pengedar Sabu di Sabang BNNP Aceh Tangkap Pengedar Sabu di Sabang Oleh Budi Fatria Dilihat 896 kali Indahnya Air Terjun 7 Bidadari Indahnya Air Terjun 7 Bidadari Oleh Syedara Lon Dilihat 345 kali Kemenkumham Geledah LP Lhokseumawe Kemenkumham Geledah LP Lhokseumawe Oleh Zaki Mubarak Dilihat 178 kali Ujong Blang, Pantai Indah yang Membawa Berkah Ujong Blang, Pantai Indah yang Membawa Berkah Oleh Saiful Bahri Dilihat 130 kali

Batu nisan di situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur
Jejak Raja Aceh di Lamuri.
Sumber: http://menatapaceh.com/images/2014/10/19/2259-jejak-raja-aceh-di-lamuri/

————————————————————————————————————————————–

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: