4) Penjelasan Panas Pela

Budaya Panas Pela merupakan salah satu identitas masyarakat Maluku yang digelar untuk mempererat tali silaturahmi antara dua negeri atau desa, yang sudah terikat sumpah dan ikrar sebagai saudara oleh para leluhur mereka.

Acara “Panas Pela’ biasanya digelar untuk meningkatkan dan mempererat tali silaturahmi antara desa-desa yang memiliki budaya tradisi “Pela-Gandong”, sebuah tradisi yang menjalin persaudaraan antara komunitas yang berbeda agama.

Tradisi ini diwarnai dengan nuansa magic tarian cakalelel yang heroik dan mampu menghiptonis warga. Tarian cakalele atau tarian perang ini untuk mengingatkan kembali tali persaudaraan 3 negeri yang berbeda agama di Ambon, Maluku.

Untuk menjaga kelestariannya maka pada waktu-waktu tertentu diadakan upacara bersama yang disebut “Panas Pela” antara kedua Negeri yang berpela. Upacara ini dilakukan dengan berkumpul selama satu minggu di salah satu Negeri untuk merayakan hubungan dan kadang-kadang memperbaharui sumpahnya. Pada umumnya upacara atau gelaran panas Pela diramaikan dengan pertunjukan menyanyi, dansa dan tarian tradisional serta acara lain seperti makan patita/makan perdamaian.

Video Panas Pela Desa Rumngeur dan Desa Kilmasa (2018): https://www.youtube.com/watch?v=DXisDy37UWE


Sumber

http://pelagandong.blogspot.com/2013/05/pengertian-pela-dan-gandong-sebagai.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Pela
http://historymaluku.blogspot.com/2016/06/pela-gandong-hanya-di-maluku.html


Ambon, Malukupost.com - Salah satu bentuk kearifan lokal yang punya peran sangat besar bagi proses integrasi di daerah ini, yaitu pela. Dimana pela merupakan suatu bentuk persuadaraan negeri atau desa, baik antar kristen dengan islam , islam dengan islam, maupun kristen dengan kristen yang terbentuk karena suatu peristiwa penting pada masa lalu, demikian disampaikan Gubernur Maluku, Said Assagaff dalam sambutannya pada acara panas Pela SMPN 9 Ambon dan SMPN 4 Salahutu, Senin (29/1).