Cirebon – Keraton Kacirebonan

Keraton Kacirebonan berdiri setelah perpecahan kesultanan Cirebon tahun 1807. Terletak di Kab. Cirebon, prov. Jawa Barat.

The Keraton of Kacirebonan exists since 1807.

Klik foto untuk besar !

Kabupaten Cirebon

Kabupaten Cirebon

Provinsi Jawa Barat

Provinsi Jawa Barat

————————————————————————————————————–
* Foto keraton Kacirebonan: link

* Foto keraton Kasepuhan: link
* Foto keraton Kaprabonan: link
* Foto keraton Kanoman: link
———————————————————————————————————————
Ada 4 Keraton  di Cirebon / There are 4 Keratons in Cirebon.

Keraton Kacirebonan: present Pangeran: KGPH Abdulgani Nata Diningrat Dekarangga.
Keraton Kasepuhan, present Sultan: Sultan Sepuh XIV
Keraton Kanoman, present Sultan: Sultan Kanoman Cirebon 12 Kanjeng Gusti Muhammad Emirrudin
Keraton Kaprabonan, present Pangeran: Pangeran Kaprabonan Cirebon X, Pangeran Hempi Raja Kaprabon
————————————————————————————————————–
1) Tentang Raja / About the King of Keraton Kacirebonan

Present Pangeran Kacirebonan (2017): KGPH Abdulgani Nata Diningrat Dekarangga.

Info from kerajaan indonesia:

Kaprabonan dan Kacirebonan hanya memiliki pangeran sebagai raja. Meskipun Kacirebonan mencoba untuk membiarkan menaikkan gelarnya.

Kaprabonan and Kacirebonan only have a pangeran as king. Although Kacirebonan tries to let raise the title.
———————————————————————————————————————–
2) Sejarah / History Keraton Kacirebonan

Pendirian kesultanan Cirebon (1522-1677) sangat berkaitan erat dengan keberadaan Kesultanan Demak.
Kesultanan Cirebon didirikan pada tahun 1552 oleh panglima kesultanan Demak, kemudian yang menjadi Sultan Cirebon ini wafat pada tahun 1570 dan digantikan oleh putranya yang masih sangat muda waktu itu. Berdasarkan berita dari klenteng Talang dan Semarang, tokoh utama pendiri Kesultanan Cirebon ini dianggap identik dengan tokoh pendiri Kesultanan Banten yaitu Sunan Gunung Jati.
Sultan kesultanan Cirebon:
* 1479-1568: Sunan Gunung Jati
* 1568-1570: Fatahillah
* 1570-1649: Panembahan Ratu I
* 1649-1677: Panembahan Ratu II

Perpecahan I, 1677
Pembagian pertama terhadap Kesultanan Cirebon, dengan demikian terjadi pada masa penobatan tiga orang putra Panembahan Girilaya, yaitu Sultan Sepuh, Sultan Anom, dan Panembahan Cirebon pada tahun 1677. Ini merupakan babak baru bagi keraton Cirebon, dimana kesultanan terpecah menjadi tiga dan masing-masing berkuasa dan menurunkan para sultan berikutnya. Dengan demikian, para penguasa Kesultanan Cirebon berikutnya adalah:
* Sultan Keraton Kasepuhan, Pangeran Martawijaya, dengan gelar Sultan Sepuh Abil Makarimi Muhammad Samsudin (1677-1703)
* Sultan Kanoman, Pangeran Kartawijaya, dengan gelar Sultan Anom Abil Makarimi Muhammad Badrudin (1677-1723)
* Pangeran Wangsakerta, sebagai Panembahan Cirebon dengan gelar Pangeran Abdul Kamil Muhammad Nasarudin atau Panembahan Tohpati (1677-1713).
Pangeran Wangsakerta tidak diangkat menjadi sultan melainkan hanya Panembahan. Ia tidak memiliki wilayah kekuasaan atau keraton sendiri, akan tetapi berdiri sebagai Kaprabonan (Paguron) yaitu tempat belajar para intelektual keraton.

Perpecahan II, 1807, berdirian Kacirebonan
Suksesi para sultan Cirebon pada umumnya berjalan lancar, sampai pada masa pemerintahan Sultan Anom IV (1798-1803), dimana terjadi perpecahan karena salah seorang putranya, yaitu Pangeran Raja Kanoman, ingin memisahkan diri membangun kesultanan sendiri dengan nama Kesultanan Kacirebonan.
Kehendak Pangeran Raja Kanoman didukung oleh pemerintah Kolonial Belanda dengan keluarnya besluit (Bahasa Belanda: surat keputusan) Gubernur-Jendral Hindia Belanda yang mengangkat Pangeran Raja Kanoman menjadi Sultan Carbon Kacirebonan tahun 1807 dengan pembatasan bahwa putra dan para penggantinya tidak berhak atas gelar sultan, cukup dengan gelar pangeran. Sejak itu di Kesultanan Cirebon bertambah satu penguasa lagi, yaitu Kesultanan Kacirebonan, pecahan dari Kesultanan Kanoman. Sementara takhta Sultan Kanoman V jatuh pada putra Sultan Anom IV yang lain bernama Sultan Anom Abusoleh Imamuddin (1803-1811).


——————-
Kacirebonan palace was built in 1807 during the second split of the Sultanate.
The succession of the sultans generally went smoothly, until the reign of Sultan Anom IV (1798-1803), when the split occured, because one of his sons, namely Pangeran Raja Kanoman, wanted to build his own sultanate, named Sultanate of Kacirebonan.

– Sumber: Wiki
———————————————————————————————————————————
3) Daftar Raja / List of kings

Berikut nama-nama Sultan yang pernah bertahta di Kesultan Kacirebonan:

* 1808-1814: Sultan Kacirebonan I, Pangeran Carbon Amir Mukminin
* 1814-1851: Sultan Kacirbonan II, Pangeran Raja Madenda Hidayat
* 1851-1914: Sultan Kacirebonan III, Pangeran Raja Madenda Wijaya
* 1914-1931: Sultan Kacirebonan IV, Pangeran Raja Madenda Partadiningrat
* 1931-1950: Sultan Kacirebonan V, Pangeran raja Madenda Raharjadiningrat
* 1950-1956: Sultan Kacirebonan VI, Pangeran Sidik Ardjadiningrat
* 1960-1968: Sultan Kacirebonan VII, Pangeran Harkat Natadiningrat
* 1968-1994: Sultan Kacirebonan VIII, Pangeran Madenda Mulyono Amir Natadiningrat
* 1994-sekarang (2015): Sultan Kacirebonan IX, Pangeran Raja Abdul Ghani Natadiningrat S.E

#Sultan Kacirebonan VII adalah adik dari Sultan Kacirebonan VI karena Sultan Kacirebonan VI tidak memiliki keturunan.
.
Sumber: link

Silsilah Cirebon. Click to enlarge.

Silsilah Cirebon. Click to enlarge.

————————————————————————————————————————————–
4) Keraton / Palace: Keraton Kacirebonan

Kecirebonan dibangun pada tanggal 1800 M, Bangunan kolonial ini banyak menyimpan benda-benda peninggalan sejarah seperti Keris, Wayang, perlengkapan Perang, Gamelan dan lain-lain.
Seperti halnya Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman, Kecirebonan pun tetap menjaga, melestarikan serta melaksanakan kebiasaan dan upacara adat seperti Upacara Pajang Jimat dan sebagainya.
Kacirebonan berada di wilayah kelurahan Pulasaren Kecamatan Pekalipan, tepatnya 1 km sebelah barat daya dari Keraton Kasepuhan dan kurang lebih 500 meter sebelah selatan Keraton Kanoman.

– Keraton Kacirebonan: link
Keraton Kacirebonan: link

Foto foto Keraton Kacirebonan: link

————————————————————————————————————————————
5) Sumber / Source

– Sejarah Keraton Kacirebonan di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Keraton_Kacirebonan
Sejarah Kesultanan Kacirebonan di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Kacirebonan
Silsilah sultan sultan Cirebon:  http://keratonkacirbonan.blogspot.co.id/
Sejarah Keraton Kacirebonan: http://www.thearoengbinangproject.com/keraton-kacirebonan-cirebon/
– Sejarah Keraton Kacirebonan: http://www.merbabu.com/keraton/keraton_kacirebonan_cirebon.php

Keraton Kacirebonan: link
Keraton Kacirebonan: link
.
– Sejarah kesultanan Cirebon (1430-1667) di Wiki: link
– Sejarah kesultanan Cirebon (1430-1667) : http://www.sejarahnusantara.com/kerajaan-islam/sejarah-kejayaan-kesultanan-cirebon-1445%E2%80%931677-kesultanan-pakungwati-cirebon-10026.htm

English

– History on Wiki: link
List of kings: link
————————————————————————————————————————
Foto keraton Kacirebonan: link

Sultan Abdul Gani Natadiningrat, Keraton Cirebon

Sultan Abdul Gani Natadiningrat, Keraton Cirebonan

—————————————————————————————————————————————-

 

 

 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: