* FOTO Kalimantan dulu

Melintasi sungai Benangan, Kalimantan Timur.
Pada tahun 1879-1880 Carl Bock mengadakan ekspedisi ke Kalimantan Timur dan Selatan, Kutai dan Banjarmasin

——————————————-

1887: Pemandangan di Long Wai, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

——————————————-

1887: Pemandangan Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

——————————————-

1887: Rumah-rumah di Kalimantan

——————————————-

1856: Kapal Belanda di Kalimantan Selatan. Pelukis: C. Buddingh.

——————————————-

1859: Keraton Sultan Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pelukis: C. Buddingh

——————————————-

1865 Sungai di Pontianak, Kalimantan Barat.

——————————————-

1859 Sebuah rumah di pedalaman Kalimantan. Lukisan Schwaner

——————————————-

1900-1912: Seorang pria Suku Dayak dengan pakaian kebesaran.
Setiap satu atau dua tahun, Suku Dayak menyelenggarakan perayaan yang dinamai Gawai Autu
untuk menghormati para arwah yang dipercaya masih berkeliaran di sekeliling kepala yang digantung di rumah.
Dengan cara ini mereka berharap arwah tersebut memberikan keberuntungan kepada mereka. Juru foto: Charles Hose.

——————————————-

1859 Suasana pedalaman Kalimantan. Lukisan Schwaner.

——————————————-

1852 Sungai Barito Kalimantan Selatan. Lukisan Schwaner.

——————————————-

1859: Sungai Kapuas di Kalimantan. Pelukis: C. Buddingh

——————————————-

1859: Benteng Belanda di Kayu Tanam, Kalimantan Barat. Pelukis: C. Buddingh

——————————————-
1859: Kampung Dayak di tepi sungai di Kalimantan. Pelukis: C. Buddingh

——————————————-

1887: Orang Suku Dayak Bukit dari daerah Amuntai dan wanita Suku Dayak Long Wai

——————————————-

1887: Prajurit Suku Batak


 

 


 

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: