Sahe (Sanghela), Kerajaan / Sumatera – Aceh, Kab. Pidie Jaya

Kerajaan Sahe (Sanghela): abad ke-5. Terletak di kawasan Ulei Gle dan Meureudu, Kab. Pidie Jaya, prov. Aceh.

Kingdom of Sahe (Sanghela): 5th century. Located in the region of Meureudu, district Pidie Jaya.

Kabupaten Pidie Jaya

Prov. Aceh (putih) dan Kabupaten Pidie Jaya

Provinsi Aceh (hijau)

Provinsi Aceh (hijau)


* Foto Kesultanan Aceh Darussalem: link
*
Foto wilayah Aceh: link
*
Foto perang belanda di Aceh (1873-1903): link
*
Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera: link
*
Foto situs kuno di Sumatera:
link


Sejarah / History kerajaan Sahe

Kerajaan Sahe sering juga di sebut Sanghela di kawasan Ulei Gle dan Meureudu. Menurut H M Zainuddin dalam tulisannya Aceh Dalam Inskripsi dan Lintasan Sejarah. Sebelum Islam masuk ke Aceh, di Aceh telah berkembang kota-kota kerajaan hindu seperti : Kerajaan Poli di Pidie yang berkembang sekitar tahun 413 M. Kerajaan Sahe sering juga di sebut Sanghela di kawasan Ulei Gle dan Meureudu, kerajaan ini terbentuk dan dibawa oleh pendatang dari pulau Ceylon.

Menurut H M Zainuddin, semua kota-kota Hindu tersebut setelah islam kuat di Aceh dihancurkan. Bekas-bekas kerajaan itu masih bisa diperiksa walau sudah tertimbun, seperti di kawasan Paya Seutui, Kecamatan Ulim (perbatasan Ulim dengan Meurah Dua).

Tentang kedatangan dan pengaruh pendatang dari Ceylon itu juga diungkapkan H Muhammad Said dalam makalah budaya pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) II, Agustus 1972. Ia menjelaskan, pada tahun 1891, seorang peneliti asing bernama G K Nieman sudah menemukan 150 kata dari bahasa Campa dalam bahasa Aceh. Demikian juga dengan bahasa Khmer (Kamboja ) tetapi yang sangat dominan adalah bahasa Melayu dan bahasa Arab.
———————-
The kingdom of Sahe is often also called as Sanghela. According to HM Zainuddin in his Aceh In Inscriptions and track history. Before Islam came to Aceh, in Aceh there were already towns in the Hindu kingdoms like the Kingdom of Poli in Pidie, which flourished around the year 413 AD.
According to HM Zainuddin, all the hindu cities were destroyed after Islam became strong. Traces of that kingdom can still be checked even been buried, such as in the area of Paya Seutui, District Ulim (Ulim border with Meurah Two).
About the arrival and influence of immigrants from Ceylon was also told in the papers of H Mohammed Said for the Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) II, August 1972. He explained, that in 1891, a foreign researcher named GK Nieman had found 150 words of the language Campa in the language of Aceh.


Sumber

– Sejarah kerajaan Sahe:  https://harunjaya33.wordpress.com/2012/04/20/aceh-sebelum-darussalam/
Sejarah kerajaan Sahe:  https://www.facebook.com/SejarahAceh/posts/10150622666081791


 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: