Peusangan, negeri / Sumatera – Prov. Aceh, Kab. Bireuen

Negeri Peusangan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

 lokasi Kabupaten Bireuen

lokasi Kabupaten Bireuen

Provinsi Aceh (hijau)

Provinsi Aceh (hijau)


Sejarah negeri Peusangan

Peusangan adalah sebuah Kecamatan yang terletak di wilayah timur Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Kabupaten Bireuen sendiri dulunya merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Aceh Utara. Sejarah Aceh Utara sendiri tidak dapat dilepaskan dari sejarah perkembangan Kerajaan Islam di pesisir Sumatera yaitu Samudera Pasai yang terletak di Kecamatan Samudera Geudong yang merupakan tempat pertama kehadiran Agama Islam di kawasan Asia Tenggara.

Pemerintah Hindia Belanda membagi Daerah Aceh atas 6 Afdeeling (Kabupaten) yang dipimpin seorang Asistent Resident, salah satunya adalah Affleefing Noord Kust Van Aceh (Kabupaten Aceh Utara) yang meliputi Aceh Utara sekarang ditambah Kecamatan Bandar Dua yang kini telah termasuk Kabupaten Pidie (Monografi Aceh Utara tahun 1986, BPS dan BAPPEDA Aceh Utara). Afdeeling Noord Kust Aceh dibagi dalam 3 (tiga) Onder Afdeeling (Kewedanaan) yang dikepalai seorang Countroleur (Wedana) yaitu, Onder Afdeeling Bireuen, Onder Afdeeling Lhokseumawe, dan Onder Afdeeling Lhoksukon.

– Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Peusangan,_Bireuen


Sejarah kerajaan-kerajaan di Aceh

Wilayah bagian barat Kerajaan Aceh Darussalam mulai dibuka dan dibangun pada abad ke-16 atas prakarsa Sultan Saidil Mukamil (Sultan Aceh yang hidup antara tahun 1588-1604), kemudian dilanjutkan oleh Sultan Iskandar Muda (Sultan Aceh yang hidup tahun 1607-1636) dengan mendatangkan orang-orang Aceh Rayeuk dan Pidie.

Daerah ramai pertama adalah di teluk Meulaboh (Pasi Karam) yang diperintah oleh seorang raja yang bergelar Teuku Keujruen Meulaboh, dan Negeri Daya (Kecamatan Jaya) yang pada akhir abad ke-15 telah berdiri sebuah kerajaan dengan rajanya adalah Sultan Salatin Alaidin Riayat Syah dengan gelar Poteu Meureuhom Daya.

Dari perkembangan selanjutnya, wilayah Aceh Barat diakhir abad ke-17 telah berkembang menjadi beberapa kerajaan kecil yang dipimpin oleh Uleebalang, yaitu : Kluang; Lamno; Kuala Lambeusoe; Kuala Daya; Kuala Unga; Babah Awe; Krueng No; Cara’ Mon; Lhok Kruet; Babah Nipah; Lageun; Lhok Geulumpang; Rameue; Lhok Rigaih; Krueng Sabee; Teunom; Panga; Woyla; Bubon; Lhok Bubon; Meulaboh; Seunagan; Tripa; Seuneu’am; Tungkop; Beutong; Pameue; Teupah (Tapah); Simeulue; Salang; Leukon; Sigulai.

– Sumber:  https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Aceh_Barat


Struktur kerajaan-kerajaan kecil dalam kesultanan Aceh / Uleebalang

Wilayah inti kerajaan Aceh (Aceh Raya ) dibagi dalam tiga wilayah segi dan wilayah pusat kerajaan. Tiap segi terdiri dari sejumlah mukim. Berdasarkan jumlah mukim yang disatukan menjadi wilayah segi, maka ketiga segi dikerajaan Aceh disebut sagi XXV mukim, segi XXII ukim dan segi XXVI mukim.
Sagi XXV mukim meliputi daerah Aceh bagian barat, sagi XXII mukim berada daerah bagian tengah bagian selatan sedangkan segi XXVI mukim terlettak didaerah bagian timur wilayah pusat berada di daerah bagian tengah sebelah utara sampai ke pantai utara.
Tiap-tiap sagi di bagi dalam kesatuan-kesatuan wilayah lebih kecil. Tiap-tiap distrik meliputi beberapa mukim. Sebagai contoh misalanya sagi XXV terdapat distrik IV mukim, distrik VI mukim, distrik IX mukim dan lain-lainyanya.
Tiap-tiap sagi dikepali oleh kepala sagi atau yang sering disebut Hulubalang, sedang tiap distrik di kepali oleh seorang Hulubalang (Ulebalang). Pada hakekatnya Hulubalang daerah sagi mempunyai kekuasaan otonom wilayah kekuasaanya.
Raja atau sultan lebih berfungsi sebagai lambing membersatu yang diakui oleh para ulubalang. Kedudukan para pemersatu yang diakui oleh para hulubalang. Kedudukan para hulubalang diwilayah sagi tidak tergantung pada sultan. Jabatan mereka sedemian jauh dapat diwaiskan. Namun hal seperti itu tidak berlaku bagi hulubalang diwilayah pusat yang langsung dibawah kekuasaan sultan. Hulubalang-hulubalang ini diangakat oleh raja dengan surat ketetapan (sarkata) yang dibubuhi materi kerajaan (Cap halilintar).
Uleebalang, ditetapkan oleh adat secara turun-temurun. Mereka menerima kekuasaan langsung dari Sultan Aceh. Uleebalang ini merupakan penguasa nanggroe atau raja-raja kecil yang sangat berkuasa di daerah mereka masing-masing.
Para hulubalang biasanya memekai gelar tengku. Kepala-kepala distik sering disebuut datuk.
Setelah berakhirnya Perang Aceh (1914), negeri-negeri para uleebalang ini memperoleh status swapraja (zelfbestuur landschappen).  Antara lain Keureuto, dalam Onderafdeling Lhok Soekon.

– Sumber: http://wartasejarah.blogspot.co.id/2013/07/kerajaan-aceh.html


Peta Aceh dulu

klik peta untuk besar

Peta Aceh tahun 1646. Achem, from ‘Livro do Estado da India Oriental’, an account of Portuguese settlements in the East Indies, by Pedro Barreto de Resende

——————————————–

Peta Aceh 1873.


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber

– Tentang Negeri Peusangan: http://www.atjehcyber.net/2011/06/teungku-chik-muhammad-johan-alamsyah.html
Tentang Negeri Peusangan: http://hokarajalon.blogspot.co.id/2014/10/teuku-muhammad-johan-alamsyahampon-chik.html
– Tentang negeri Peusangan: https://id.wikipedia.org/wiki/Peusangan,_Bireuen


Foto foto

Documents stamp of the king of Peusangan

Documents stamp of the king of Peusangan. Sumber: panglima tibang, FB

 Generaal Swart met echtgenoote op bezoek bij het landschapshoofd van Peusangan tijdens zijn reis door Indië in 1928.

Generaal Swart sama isteri bertemu dengan kepala negeri Peusangan, 1928

 jublium teuku tjhik peusangan

jublium teuku tjhik peusangan

 Peusangan, Aceh, Sumatera – Teuku Muhammad Djohan Alamsjah, Uleebalang ke-9 Peusangan

 Teuku Muhammad Djohan Alamsjah, Uleebalang ke-9 Peusangan

Tjki Peusangan sama keluarga

Kapal motor dan jembatan di sungai Peusangan (tahun 1911

Kapal motor dan jembatan di sungai Peusangan, tahun 1911


 

Advertisements

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: