Kuala Bate, kerajaan / Sumatera – Prov. Aceh, Kab. Aceh Barat Daya

Kerajaan Kuala Bate merupakan bagian dari salah satu kehulubalangan Kesultanan Aceh di daerah yang sekarang disebut Aceh Barat Daya, prov. Aceh.
Saat kesultanan Aceh kerajaan itu merupakan vasal atau bawahan sultan Aceh dan dipimpin oleh raja yang bergelar Uleebalang.
Setelah berakhirnya Perang Aceh, tahun 1914, Kuala Batee masuk Onderafdeling Tapak Tuan, sebagai “swapraja”.

The kingdom of Kuala Bate was located at Pantai Barat Aceh, in the district Aceh Barat Daya. Prov. Aceh.

Kabupaten Aceh Barat Daya

Kabupaten Aceh Barat Daya

Provinsi Aceh (hijau)

Provinsi Aceh (hijau)


* Foto Kesultanan Aceh Darussalem: link
*
Foto wilayah Aceh: link
*
Foto perang belanda di Aceh (1873-1903): link

* Foto foto situs kuno dan suku-suku di Sumatera dan Sumatera dulu: link


Tentang Raja

Raja sekarang (2017): Teuku Raja Nasruddin.

Teuku Raja Cut (70) mengajukan protes dan keberatan atas penambalan Raja Kuala Batu untuk Teuku Raja Nasruddin SE sebagai pewaris Raja Kuala Batu: link


Sejarah kerajaan Kuala Batee

Zaman dahulu, sekitar tahun 1785 M, di pesisir Pantai Barat Aceh banyak terdapat Kerajaan kecil, persisnya lokasi kerajaan yang dikisahkan dalam cerita ini adalah di Kecamatan Kuala Batee berbatasan dengan Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya sekarang, sebelum hancurnya kerajaan Kuala Batu, karena diserang oleh angkatan laut Amerika tahun 1832. Kerajaan Kuala Batee sebenarnya pecahan dari Kerajaan Lama Muda adalah lanjutan dari Kerajaan Lama Tuha, karena Kerajaan Lama Tuha Hancur diterjang banjir pada pertengahan abad 18 (1740 M).

Bangunan benteng Kuala Batee dan Pelabuhan Kuala Batu yang sempat diserang Amerika Serikat akibat politik dagang pada tahun 1832 dibangun ketika Kerajaan tersebut dipimpin atau di bawah pemerintahan Raja Cut Ampon Tuan pada tahun 1785. Dalam masa ini pula, Kuala Batee meraih kejayaannya hingga berhasil mencetak mata uang sendiri sebagai alat tukar yang sah.
Kerajaan Kuala Batee hancur setelah diserang angkatan laut Amerika Serikat pada tahun 1832.

– Sumber: link


Silsilah Kerajaan Kuala Batu

kual BATE raja ade


Benteng Kuala Bate dan serangan Amerika Serikat, 1831

Bangunan benteng Kuala Batee dan Pelabuhan Kuala Batu yang sempat diserang Amerika Serikat akibat politik dagang pada tahun 1832 dibangun ketika Kerajaan tersebut dipimpin atau di bawah pemerintahan Raja Cut Ampon Tuan pada tahun 1785. Dalam masa ini pula, Kuala Batee meraih kejayaannya hingga berhasil mencetak mata uang sendiri sebagai alat tukar yang sah.

– Serangan Amerika Serikat, 1831: http://acehplanet.com/sejarah-invasi-amerika-di-kuala-batee-quallah-battoo/

Ekspedisi Amerika Serikat di Pelabuhan Kuala Batu, Kerajaan Kuala Batee, 1831


Sejarah kerajaan-kerajaan di Aceh

Wilayah bagian barat Kerajaan Aceh Darussalam mulai dibuka dan dibangun pada abad ke-16 atas prakarsa Sultan Saidil Mukamil (Sultan Aceh yang hidup antara tahun 1588-1604), kemudian dilanjutkan oleh Sultan Iskandar Muda (Sultan Aceh yang hidup tahun 1607-1636) dengan mendatangkan orang-orang Aceh Rayeuk dan Pidie.

Daerah ramai pertama adalah di teluk Meulaboh (Pasi Karam) yang diperintah oleh seorang raja yang bergelar Teuku Keujruen Meulaboh, dan Negeri Daya (Kecamatan Jaya) yang pada akhir abad ke-15 telah berdiri sebuah kerajaan dengan rajanya adalah Sultan Salatin Alaidin Riayat Syah dengan gelar Poteu Meureuhom Daya.

Dari perkembangan selanjutnya, wilayah Aceh Barat diakhir abad ke-17 telah berkembang menjadi beberapa kerajaan kecil yang dipimpin oleh Uleebalang, yaitu : Kluang; Lamno; Kuala Lambeusoe; Kuala Daya; Kuala Unga; Babah Awe; Krueng No; Cara’ Mon; Lhok Kruet; Babah Nipah; Lageun; Lhok Geulumpang; Rameue; Lhok Rigaih; Krueng Sabee; Teunom; Panga; Woyla; Bubon; Lhok Bubon; Meulaboh; Kuala Batee, Seunagan; Tripa; Seuneu’am; Tungkop; Beutong; Pameue; Teupah (Tapah); Simeulue; Salang; Leukon; Sigulai.

– Sumber:  https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Aceh_Barat


Struktur kerajaan-kerajaan kecil dalam kesultanan Aceh / Uleebalang

Wilayah inti kerajaan Aceh (Aceh Raya ) dibagi dalam tiga wilayah segi dan wilayah pusat kerajaan. Tiap segi terdiri dari sejumlah mukim. Berdasarkan jumlah mukim yang disatukan menjadi wilayah segi, maka ketiga segi dikerajaan Aceh disebut sagi XXV mukim, segi XXII ukim dan segi XXVI mukim.
Sagi XXV mukim meliputi daerah Aceh bagian barat, sagi XXII mukim berada daerah bagian tengah bagian selatan sedangkan segi XXVI mukim terlettak didaerah bagian timur wilayah pusat berada di daerah bagian tengah sebelah utara sampai ke pantai utara.
Tiap-tiap sagi di bagi dalam kesatuan-kesatuan wilayah lebih kecil. Tiap-tiap distrik meliputi beberapa mukim. Sebagai contoh misalanya sagi XXV terdapat distrik IV mukim, distrik VI mukim, distrik IX mukim dan lain-lainyanya.
Tiap-tiap sagi dikepali oleh kepala sagi atau yang sering disebut Hulubalang, sedang tiap distrik di kepali oleh seorang Hulubalang (Ulebalang). Pada hakekatnya Hulubalang daerah sagi mempunyai kekuasaan otonom wilayah kekuasaanya.
Raja atau sultan lebih berfungsi sebagai lambing membersatu yang diakui oleh para ulubalang. Kedudukan para pemersatu yang diakui oleh para hulubalang. Kedudukan para hulubalang diwilayah sagi tidak tergantung pada sultan. Jabatan mereka sedemian jauh dapat diwaiskan. Namun hal seperti itu tidak berlaku bagi hulubalang diwilayah pusat yang langsung dibawah kekuasaan sultan. Hulubalang-hulubalang ini diangakat oleh raja dengan surat ketetapan (sarkata) yang dibubuhi materi kerajaan (Cap halilintar).
Uleebalang, ditetapkan oleh adat secara turun-temurun. Mereka menerima kekuasaan langsung dari Sultan Aceh. Uleebalang ini merupakan penguasa nanggroe atau raja-raja kecil yang sangat berkuasa di daerah mereka masing-masing.
Para hulubalang biasanya memekai gelar tengku. Kepala-kepala distik sering disebuut datuk.
Setelah berakhirnya Perang Aceh (1914), negeri-negeri para uleebalang ini memperoleh status swapraja (zelfbestuur landschappen).  Antara lain Kuala Batee, dalam Onderafdeling Tapak Tuan, sebagai “swapraja”.

– Sumber: http://wartasejarah.blogspot.co.id/2013/07/kerajaan-aceh.html


Peta Aceh dulu

klik peta untuk besar

Peta Aceh tahun 1646. Achem, from ‘Livro do Estado da India Oriental’, an account of Portuguese settlements in the East Indies, by Pedro Barreto de Resende

—————————————

Peta Aceh 1873.


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Kuala Bate:  https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=150189015102399&id=290866867594415
Sejarah kerajaan Kuala Batee di Wiki: link
Battle of Kuala Bate (1832): http://kualabatee.blogspot.co.id/
Battle of Kuala Bate di Wiki (1832): link

– Tentang Uleebalang: http://melayuonline.com/ind/encyclopedia/detail/310/uleebalang
– Tentang Uleebalang: Wiki
– Gelar-gelar dalam kerajaan Aceh: http://uleelheu.blogspot.nl/2014/06/gelar-gelar-dalam-kerajaan-aceh.html

– Daftar 100 Uleebalang: http://sejarahastrologimetafisika.blogspot.nl/2010/06/aceh-negeri-100-kerajaan.html


Foto foto

Kiri / Left: Teuk Raja Ubit of Trumon. Kanan / right: Teuku Raja Nasruddin of Kuala BateBatu. West Aceh.

Kiri / Left: Teuk Raja Ubit of Trumon. Kanan / right: Teuku Raja Nasruddin of Kuala Bate. West Aceh.

second from left Raja Kuala Bate, Teuku Raja Nasruddin.

Second from left Raja Kuala Bate, Teuku Raja Nasruddin.

Kiri: Raja Kuala Batee, kanan: seorang wakil dari Dinasti Pidie

Palace of the last ruling raja of Kuala Batuu-Kuala Batee in West Aceh- Raja Teuku Cut Din;made in 1930. -- ayah arminsyah FB

Palace of the last ruling raja of Kuala Batuu-Kuala Batee in West Aceh- Raja Teuku Cut Din;made in 1930. Sumber foto: ayah arminsyah, FB

Mahkota Kuala Bate

The First Sumatra Expedition the Battle of Quallah Battoo, or Kuala Batee in 1832 (wikipedia)

The First Sumatra Expedition the Battle of Quallah Battoo, or Kuala Batee in 1832 (wikipedia)

Infanteri A.S. menyerang benteng Aceh di Kuala Batee pada tahun 1832

Infanteri A.S. menyerang benteng Aceh di Kuala Batee pada tahun 1832

————————————————————————————————————————————

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: