Cunda, kerajaan / Sumatera – Prov. Aceh, Lhokseumawe

Kerajaan Cunda, terletak di Sumatera, prov. Aceh. Loksai tidak jelas, mungkin wilayah kota Lhokseumawe ?
Saat kesultanan Aceh kerajaan itu merupakan vasal atau bawahan sultan Aceh dan dipimpin oleh raja yang bergelar Uleebalang.
Setelah berakhirnya Perang Aceh, tahun 1914, Cunda masuk Onderafdeling Lhokseumawe, sebagai “swapraja”.

Kota Lhokseumawe

Kota Lhokseumawe

Provinsi Aceh (hijau)

Provinsi Aceh (hijau)


* Foto Kesultanan Aceh Darussalem: link
*
Foto wilayah Aceh: link
*
Foto perang belanda di Aceh (1873-1903): link

* Foto foto situs kuno dan suku-suku di Sumatera dan Sumatera dulu: link


Pewaris kerajaan Cunda

Pewaris kerajaan Cunda: Teuku Rizasayh Mahmud. Keturunan raja terakhir Cunda-Aceh bersama isteri. April 2015.


Tentang kerajaan Cunda

Tidak ada info tentang kerajaan ini.


Sejarah kerajaan-kerajaan di Aceh

Wilayah bagian barat Kerajaan Aceh Darussalam mulai dibuka dan dibangun pada abad ke-16 atas prakarsa Sultan Saidil Mukamil (Sultan Aceh yang hidup antara tahun 1588-1604), kemudian dilanjutkan oleh Sultan Iskandar Muda (Sultan Aceh yang hidup tahun 1607-1636) dengan mendatangkan orang-orang Aceh Rayeuk dan Pidie.

Daerah ramai pertama adalah di teluk Meulaboh (Pasi Karam) yang diperintah oleh seorang raja yang bergelar Teuku Keujruen Meulaboh, dan Negeri Daya (Kecamatan Jaya) yang pada akhir abad ke-15 telah berdiri sebuah kerajaan dengan rajanya adalah Sultan Salatin Alaidin Riayat Syah dengan gelar Poteu Meureuhom Daya.

Dari perkembangan selanjutnya, wilayah Aceh Barat diakhir abad ke-17 telah berkembang menjadi beberapa kerajaan kecil yang dipimpin oleh Uleebalang, yaitu : Kluang; Lamno; Kuala Lambeusoe; Kuala Daya; Kuala Unga; Babah Awe; Krueng No; Cara’ Mon; Lhok Kruet; Babah Nipah; Lageun; Lhok Geulumpang; Rameue; Lhok Rigaih; Krueng Sabee; Teunom; Panga; Woyla; Bubon; Lhok Bubon; Meulaboh; Seunagan; Tripa; Seuneu’am; Tungkop; Beutong; Pameue; Teupah (Tapah); Simeulue; Salang; Leukon; Sigulai.

– Sumber:  https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Aceh_Barat


Struktur kerajaan-kerajaan kecil dalam kesultanan Aceh / Uleebalang

Wilayah inti kerajaan Aceh (Aceh Raya ) dibagi dalam tiga wilayah segi dan wilayah pusat kerajaan. Tiap segi terdiri dari sejumlah mukim. Berdasarkan jumlah mukim yang disatukan menjadi wilayah segi, maka ketiga segi dikerajaan Aceh disebut sagi XXV mukim, segi XXII ukim dan segi XXVI mukim.
Sagi XXV mukim meliputi daerah Aceh bagian barat, sagi XXII mukim berada daerah bagian tengah bagian selatan sedangkan segi XXVI mukim terlettak didaerah bagian timur wilayah pusat berada di daerah bagian tengah sebelah utara sampai ke pantai utara.
Tiap-tiap sagi di bagi dalam kesatuan-kesatuan wilayah lebih kecil. Tiap-tiap distrik meliputi beberapa mukim. Sebagai contoh misalanya sagi XXV terdapat distrik IV mukim, distrik VI mukim, distrik IX mukim dan lain-lainyanya.
Tiap-tiap sagi dikepali oleh kepala sagi atau yang sering disebut Hulubalang, sedang tiap distrik di kepali oleh seorang Hulubalang (Ulebalang). Pada hakekatnya Hulubalang daerah sagi mempunyai kekuasaan otonom wilayah kekuasaanya.
Raja atau sultan lebih berfungsi sebagai lambing membersatu yang diakui oleh para ulubalang. Kedudukan para pemersatu yang diakui oleh para hulubalang. Kedudukan para hulubalang diwilayah sagi tidak tergantung pada sultan. Jabatan mereka sedemian jauh dapat diwaiskan. Namun hal seperti itu tidak berlaku bagi hulubalang diwilayah pusat yang langsung dibawah kekuasaan sultan. Hulubalang-hulubalang ini diangakat oleh raja dengan surat ketetapan (sarkata) yang dibubuhi materi kerajaan (Cap halilintar).
Uleebalang, ditetapkan oleh adat secara turun-temurun. Mereka menerima kekuasaan langsung dari Sultan Aceh. Uleebalang ini merupakan penguasa nanggroe atau raja-raja kecil yang sangat berkuasa di daerah mereka masing-masing.
Para hulubalang biasanya memekai gelar tengku. Kepala-kepala distik sering disebuut datuk.
Setelah berakhirnya Perang Aceh (1914), negeri-negeri para uleebalang ini memperoleh status swapraja (zelfbestuur landschappen).  

– Sumber: http://wartasejarah.blogspot.co.id/2013/07/kerajaan-aceh.html


Peta Aceh dulu

klik peta untuk besar

Peta Aceh tahun 1646. Achem, from ‘Livro do Estado da India Oriental’, an account of Portuguese settlements in the East Indies, by Pedro Barreto de Resende

——————————————–

Peta Aceh 1873.


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber

– Tentang Uleebalang: http://melayuonline.com/ind/encyclopedia/detail/310/uleebalang
– Tentang Uleebalang: Wiki
– Gelar-gelar dalam kerajaan Aceh: http://uleelheu.blogspot.nl/2014/06/gelar-gelar-dalam-kerajaan-aceh.html

– Daftar 100 Uleebalang: http://sejarahastrologimetafisika.blogspot.nl/2010/06/aceh-negeri-100-kerajaan.html


Foto foto

Teuku Rizasayh Mahmud ; descendant of last raja of Cunda-Aceh with wife.

Teuku Rizasayh Mahmud ; descendant of last raja of Cunda-Aceh with wife. April 2015

Beutong, Aceh - Kiri: raja dan ratu of Beutong-Aceh with chioef delegation of the raja dynasty of Cunda with wife.

Beutong, Aceh – Kiri: raja dan ratu of Beutong-Aceh. Kana: chief delegation of the raja dynasty of Cunda with wife. April 2015.

Haji Teuku Abdullah Mahymud;chief of raja dynasty of Cunda from 1957. Sumber foto: teuku rizasyah mahmudi, fb

Haji Teuku Abdullah Mahymud;chief of raja dynasty of Cunda from 1957. Sumber foto: teuku rizasyah mahmudi, FB

Daulat Tuanku di Raja Cunda

Daulat Tuanku di Raja Cunda

cunda-raja-crownprincefather-and-grandfatheralso-rajasof-cunda-aceh

Raja, putera mahkota, ayah dan cucu

Stamp for official documents of the king of Cunda/Aceh in 1884. Sumber: Panglima Tibang, FB. Sumber: Paanglima Tibang, FB

Stamp for official documents of the king of Cunda/Aceh in 1884.
Sumber: Panglima Tibang, FB. 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: