Talaud, kerajaan / Prov. Sulawesi Utara – P. Karakelong

Kerajaan Talaud terletak di P. Karakelong, prov. Sulawesi Utara, Kab. Kepulauan Talaud.

Lokasi Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara

————————-
Pulau Karakelong, kab. Kep. Talaud


* Foto foto kepulauan Talaud: link


* Video sejarah Kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro, 1295-2018: link
* Video sejarah Sulawesi Utara + Gorontalo: link


KERAJAAN TALAUD

Sejarah kerajaan Talaud

Mengenai asal-usul memang belum diketahui pasti, namun banyak pendapat bahwa orang talaud berasal dari Filipina karena mempunyai kemiripan bahasa dan warna kulit serta bentuk tubuh, ada yang menyebutkan bahwa suku talaud termasuk bangsa Melayu Polinesia yang merupakan bagian dari Austronesia. Berdasarkan penelitian, kepulauan talaud telah dihuni sekitar ± 6.000 tahun SM.

Petunjuk ataupun bukti-bukti tentang kerajaan talud sangat sedikit, namun yang pasti di talaud telah berdiri kerajaan sejak jaman Majapahit.
Dalam syair Prapanca pada kitab negarakartagama pada zaman Gajah Mada (1364), Talaud disebut sebgai Udamakatrayadi atau Udamakatraya.

Kerajaan Talaud yang paling akhir nanti timbul pada abad ke-20 pada tahun 1922 dibawah kekuasaan raja Johanis Tamawiwy dan berpusat di Beo. Tidak tampilnya Talaud dalam perkembangan sejarah kerajaan-kerajaan dimulai pada abad ke-15, setelah kerajaan Gumansalangi bubar karena kepulauan Talaud masih dalam rangkuman keturunan Gumansalangi Medelu yang berpusat di Manuwe atau Saluran, dibawah kekuasaan Kulane Bulega Langi.
Dengan demikian maka kepulauan Talaud mulai tahun 1500 berada dalam penguasaan Perwalian dari raja-raja Rimpulaeng, dengan status Kejeguguan, sampai menjadi kerajaan penuh pada tahun 1922.

– Sumber: https://arkeologiriset.wordpress.com/2017/11/28/kerajaan-talaud/

Pulau Karakelong


Pembunuhan raja-raja Sangihe, 1942-1945

Pembunuhan para raja dan tokoh masyarakat Sangihe di Bungalawang Tahuna masa penjajahan Jepang menyimpan banyak misteri yang sampai saat ini belum terungkap jelas. Sejumlah penulis, saksi mata, bahkan keturunan dari para korban bersilang pendapat kapan tepatnya tragedi mengenaskan itu terjadi. Ada memastikan kejadiannya berlangsung tahun 1942, lalu 1944 dan paling banyak berpendapat di tahun 1945. Tanggal-tanggalnya bervariasi 7 Juli 1942, 25 Agustus 1942, 9 November 1944, Desember 1944 dan terbanyak tanggal 19 Januari 1945.

Pendapat seragam adalah korban terkenal yang dibunuh bersamaan, yakni: Raja Tahuna (Kendahe-Tahuna) Engelhard Bastiaan, Raja Tagulandang Willem Philips Jacob Simbat, Raja Manganitu Willem Manuel Pandengsolang Mocodompis, Raja Talaud P.G.Koagow, mantan Raja Tahuna Christiaan Nomor Pontoh, Jogugu (sebutan Kepala Distrik) Kendahe Anthoni, Jogugu Manalu (Tabukan Selatan) Karel Patras Macpal, serta istri dokter Gyula Cseszko bernama Emma Rosza Haday von Oerhalma, tenaga Zending di Tahuna Sangihe-Talaud asal Hongaria Eropa.

Ada menambahkan yang dieksekusi hari itu pun termasuk sang dokter sendiri (meski ditolak anak-anaknya dan saksi mata lain yang memastikan dokter Gyula tewas dalam kamp interniran di Tondano). Lalu terdapat nama guru agama G.Tatengkeng, kepala negeri Buang Kaliapas Jacobs yang versi lain telah dibunuh 25 Agustus 1942, Jogugu Tagulandang B.Jacobs, Jogugu Manganitu B.L.P.Jacobs (versi lain 1942); Jogugu Tamako H.J.P.Macahekum (selain versi Desember 1944). Kemudian ada Jogugu Ondong E.Marthing, Jogugu Taidi dan W.A.Kansil, ipar Raja Manganitu Willem Mocodompis yang memimpin Komite Nasional Siau. Data Belanda masih menambahkan nama B.Hengkenbala, seorang (kepala kelasi) KM Eiland Tahuna dari kesatuan KM-KNIL yang dieksekusi 19 Januari 1945.
– Sumber dan lengkap: https://sangihekab.go.id/2018/08/01/kematian-raja-raja-sangihe/


Peta kuno Sangihe, Talaud dan Tagulandang

Kepulauan Sangihe, Talaud dan Tagulandang di Sulawesi Utara, tahun 1700.

——————————-

Peta Sangir dan Talaud, tahun 1724

————————————-

Peta Sangihe, Talaud dan Tagulandang tahun 1894


Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: