Aceh / Uleebalang

——————————————————————————————————————
Kebanyakan orang hanya pernah mendengar mengenai Kesultanan Aceh, namun jarang yang mengetahui bahwa di Aceh pernah berdiri sekitar 100 kerajaan.
Masing-masing kerajaan itu merupakan vasal atau bawahan sultan Aceh dan dipimpin oleh raja yang bergelar Uleebalang.
Ulèëbalang (Melayu: hulubalang) adalah golongan bangsawan dalam masyarakat Aceh yang memimpin sebuah kenegerian atau nanggroë, yaitu wilayah setingkat kabupaten dalam struktur pemerintahan Indonesia sekarang. Ulee balang digelari dengan gelar Teuku untuk laki-laki atau Cut untuk perempuan.
Uleebalang, ditetapkan oleh adat secara turun-temurun. Mereka menerima kekuasaan langsung dari Sultan Aceh. Uleebalang ini merupakan penguasa nanggroe atau raja-raja kecil yang sangat berkuasa di daerah mereka masing-masing.
Setelah berakhirnya Perang Aceh, negeri-negeri para uleebalang ini memperoleh status swapraja (zelfbestuur landschappen).

Sumber: Wiki
—————————————————————————————————————

Para Uleebalang sedang Berkumpul di Kuta Raja atau kini Banda Aceh.

Para Uleebalang sedang Berkumpul di Kuta Raja atau kini Banda Aceh.

Kapten K. van der Maaten Bersama dengan Para Uleebalang dari 26 Mukim

Kapten K. van der Maaten Bersama dengan Para Uleebalang dari 26 Mukim

Para Hulubalang (Ulee Balang) Raja-raja kecil di Aceh pada masa Kolonial

Para Hulubalang (Ulee Balang) Raja-raja kecil di Aceh pada masa Kolonial

Peusangan, Aceh, Sumatera - Teuku Muhammad Djohan Alamsjah, Uleebalang ke-9 Peusangan

Peusangan, Aceh, Sumatera – Teuku Muhammad Djohan Alamsjah, Uleebalang ke-9 Peusangan

———————————————————————————————————————–

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: