* FOTO Suku Batak

Suku bangsa yang dikategorikan sebagai Batak adalah Angkola, Karo, Mandailing, Pakpak/Dairi, Simalungun, dan Toba. Batak adalah rumpun suku-suku yang mendiami sebagian besar wilayah Sumatera Utara.
Saat ini pada umumnya orang Batak menganut agama Kristen Protestan, Kristen Katolik, dan Islam. Tetapi ada pula yang menganut kepercayaan tradisional yakni: tradisi Malim (penganutnya disebut Parmalim) dan juga menganut kepercayaan animism.


Suku Karo Batak. Sapi di desa Sibraija.

—————

Suku Karo Batak. Rumah kepala di (Sibayak) Barusjahe

—————

Suku Karo Batak. Sayur di pasar.

—————

 Para Sibayak dan pembesar suku Karo pada masa kolonial

—————

Suku Karo Batak. Pa Mbelgah bersama istri dan anaknya di Kabanjahe (Urung dari Sibayak Lingga)

—————

Suku Karo Batak. Orang Karo tahun 1894 di buku Von Brenner

—————

Suku Karo Batak. Pasar di Kabanjahe (Urung dari Sibayak Lingga)

—————

Suku Karo Batak. Kepala desa

—————

Suku Karo Batak. Gambar masyarakat

—————

Suku Karo Batak. Gambar masyarakat suku Karo

—————

Suku Karo Batak. Gunung di belakang gunung Sinabung.

—————

Suku Karo Batak

—————

Suku Batak. Tarian Topeng Batak

—————

Suku Batak

—————

Suku Batak. Boru Batak

—————

Suku Batak Karo. Foto seorang wanita karo diperkirakan pada tahun 1920-1925

—————

Suku Batak Karo dari Telkao

—————

Suku Karo Batak. Anak Karo Batak di Sibaulangit

—————

Suku Karo Batak. Jualan daging anjing di pasar Kabanjahé (Urung dari Sibayak Lingga)

—————

Suku Karo Batak

—————

Suku Karo Batak

—————

Suku Karo Batak – Kremasi. Perpisahan kepada orang mati, yang terletak di usungan jenazah itu,

—————

Upacara Adat Cawir Metua atau Kematian karena sudah sangat tua dalam adat Suku Karo sekitar tahun 1910 di Desa Lingga. Upacara Adat di lakukan di kesain atau halaman Kampung dengan Lape Lape Daun Pohon.

—————

Suku Karo Batak. Kremasi. Jenazah ditempatkan di tumpukan kayu untuk dikremasi

—————

Suku Batak Karo. Proses pengumpulan Kayu Bakar untuk Kremasi, di Tanah Karo.

—————

Suku Batak. Awal prosesi di sebuah desa Karo Batak dimana jenazah dipindahkan ke tumpukan kayu bakar itu, untuk dikremasi.


 

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: