* FOTO perang Padri, 1803-1838

Perang Padri, 1804 – 1838

Perang Padri adalah peperangan yang berlangsung di Sumatra Barat dan sekitarnya terutama di kawasan Kerajaan Pagaruyung dari tahun 1803 hingga 1838. Perang ini merupakan peperangan yang pada awalnya akibat pertentangan dalam masalah agama sebelum berubah menjadi peperangan melawan penjajahan.
Hingga tahun 1833, perang ini dapat dikatakan sebagai perang saudara yang melibatkan sesama Minang dan Mandailing.
Dalam peperangan ini, Kaum Padri dipimpin oleh Harimau Nan Salapan sedangkan Kaum Adat dipimpinan oleh Yang Dipertuan Pagaruyung waktu itu Sultan Arifin Muningsyah. Kaum Adat yang mulai terdesak, meminta bantuan kepada Belanda pada tahun 1821. Namun keterlibatan Belanda ini justru memperumit keadaan, sehingga sejak tahun 1833 Kaum Adat berbalik melawan Belanda dan bergabung bersama Kaum Padri, walaupun pada akhirnya peperangan ini dapat dimenangkan Belanda.
– Sejarah lengkap: https://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Padri

Perang Padri: Sejarah hingga Kronologi Pertempuran

—————————–

Kejatuhan Bukit Tajadi, diilustrasikan oleh Justus Pieter de Veer.

—————————–

Letnan Kolonel Raaff dan pasukannya, dilukiskan oleh Justus Pieter de Veer. Raaff meninggal dunia sebelum berakhirnya Perang Padri.

Berkas:Luitenant-kolonel-Raaff-voo.jpg

—————————–

Lukisan Bonjol pada tahun 1839

Berkas:Bondjol2.jpg

—————————–

—————————–

Benteng Fort de Kock 1825, Bukittinggi.

————————-

 

—————————–

—————————–

Benteng Marapalam ini adalah kunci untuk bisa menguasai Lintau. Karena bantuan dua orang Padri yang berkhianat, di bulan Agustus 1831, Belanda bisa menguasai Benteng Marapalam. Seiring dengan jatuhnya benteng ini, beberapa nagari di sekitarnya juga ikut menyerah.

—————————–

Tuanku Imam Bonjol (lahir di Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat, Indonesia 1772 – wafat dalam pengasingan dan dimakamkan di Lotak, Pineleng, Minahasa, 6 November 1864), adalah salah seorang ulama, pemimpin dan pejuang yang berperang melawan Belanda dalam peperangan yang dikenal dengan nama Perang Padri pada tahun 1803-1838.

 


 

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: