Basse Santempe, kapuangan / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Luwu

Basse Santempe adalah salah satu kapuangan di

Kabupaten Luwu


Tentang kapuangan Basse Santempe

Sumber: http://yunus-pajanjan-paulangan.blogspot.com/2018/10/sekelumit-catatan-sejarah-berdirinya.html

Basse Sang Tempe’ disingkat BASTEM merupakan salah satu kecamatan dalam pemerintahan Kabupaten Luwu. Kecamatan Bastem merupakan etnis yang berada di dataran tinggi pulau Sulawesi (Celebes) yang bersuku Toraja (Toraya).
Basse Sangtempe’ berasal dari kata Basse, yang artinya perjanjian, Sang artinya satu, dan tempe’ artinya wilayah yakni sebutan untuk petakan sawah. Sehingga Basse Sangtempe’ diartikan sebagai satu kesatuan wilayah yang dibentuk atas dasar musyawarah dan kesepakatan masyarakat.
Sekitar abad ke-15 kesatuan wilayah Basse Sangtempe’ di bentuk atas dasar musyawarah beberapa To Manurung atau Kapuangan diantaranya: Puang Ri Tabang, Puang Ri Tangdu, Puang Ri Si’ki, Puang Ri Tede, Puang Ri A’do’, Puang Ri Sinaji, Puang Ri Biduk dan lain-lain.
Pemerintahan pada masa itu berbentuk perserikatan dan berpusat di A’do’ (Buntu A’do’) dan Tangdu sebagai pimpinan pemerintahan tertinggi dipegang oleh Latte Pareppae yang bergelar Arung Ri Torajae.
Dengan berbagai pertimbangan, melalui musyawarah Kapuangan tersebut Pemerintahan berbentuk perserikatan lalu diubah menjadi kesatuan.
Dalam musyawarah tersebut juga diputuskan bahwa jika kelak lahir putra dari Latte Pareppae, maka dia yang akan menjadi pemimpin kesatuan tersebut. Akhirnya lahirlah putra yang dinantikan dan diberi nama Siman Kilo dan bergelar Puang Tontiriado’. Siman Kilo di dilantik dengan bergelar Arung Ri Torajae. Musyawarah berlangsung selama enam hari, dan menjelang hari ketujuh tercapailah suatu kesepakatan dengan mengangkat dan melantik Siman Kilo menggantikan orang tuanya sebagai Arung Ri Torajae.

Mr. Tandiraja dari Basse Sangtempe. Beliau pangeran dari Kapuangan RI Sinaji