Suku Sumba – P. Sumba

Pulau Sumba didiami oleh suku Sumba dan terbagi atas dua kabupaten, Sumba Barat dan Sumba Timur.

Lokasi Pulau Sumba

Lokasi Pulau Sumba

———————————————————————————————————————————————
Foto kerajaan-kerajaan di Sumba: link
Foto situs kuno / megalitik di Sumba: link
——————————————————————————————————————————————
Tentang Suku Sumba

Suku Sumba berada di Pulau Sumba yang menduduki wilayah Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Timur. Berdasarkan cerita yang turun temurun, konon Sumba lahir dari empat pendaratan para leluhur. Menurut Wohangara dan Ratoebandjoe dalam Woha (2008:40) menyatakan bahwa: pendaratan para leluhur itu diatur strategi seakan-akan mau melakukan pengepungan terhadap tana Humba sebagai berikut:

  1. Rombongan I mendarat di Haharu Malai Kataka Linndi Watu
  2. Rombongan II mendarat di La Panda Wai Mananga Bokulu.
  3. Rombongan III mendarat di Wula Waijilu-Hongga Hillimata.
  4. Rombongan IV mendarat di Mbajiku Padua Kambata Kundurawa.

—————————————————————————————————————————————–
Masyarakat Suku Sumba
.
Perkampungan orang Sumba umumnya didirikan di daerah perbukitan dengan memilih suatu tanah datarnya sebagai tempat pusat orientasi ritual. Dataran untuk upacara keagamaan ini mereka sebut paraing dan di dekatnya didirikan rumah adat yang hanya didiami pada musim kemarau, karena pada musim hujan mereka sibuk di ladang dan tinggal di pondok-pondok sementara. Rumah adat yang disebut uma kabihu (rumah klan) itu memiliki atap model “joglo” yang menjulang tinggi. Di lantai tertinggi di bawah atap itu adalah tempat meletakkan barang-barang perlengkapan marapu, yaitu kepercayaan asli mereka.

Sistem garis keturunannya adalah patrilineal, dimana keluarga inti lebih suka mengelompok ke dalam keluarga luas terbatasnya yang membentuk lagi kesatuan klan. Sistem kepemimpinan kerabat masih terasa pengaruhnya sampai sekarang. Setiap klan memiliki seorang pemimpin yang disebut rato. Klan-klan yang dominan menganggap diri sebagai bangsawan dan mereka biasanya disebut golongan maramba. Golongan rakyat biasa disebut kabisu. Pada zaman dulu dikenal pula segolongan hamba sahaya yang mengabdi kepada golongan maramba, mereka disebut ata.
—————————————————————————————————————————————-
Agama Suku Sumba
.
Walaupun pada masa sekarang orang Sumba sudah banyak yang memeluk agama Kristen dan Islam, akan tetapi yang masih terikat kepada kepercayaan asli juga cukup banyak. Agama warisan kakek moyang orang Sumba disebut marapu, lengkapnya marapu humba (agama leluhur yang asli). Mereka mengenal banyak upacara seputar lingkaran hidup, terutama upacara-upacara yang berkaitan dengan kematian dan kesuburan tanah.
——————————————————————————————————————————————-
Sumber
.
Suku Sumba: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Sumba
Suku Sumba: http://suku-dunia.blogspot.co.id/2015/01/sejarah-suku-sumba.html
– Suku Sumba: http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/990/suku-sumba-nusa-tenggara-timur
Prinsip Keturunan Bilineal Suku Sumba: http://www.wacana.co/2015/07/prinsip-keturunan-bilineal-suku-sumba/
– Agama Sumba: Agama Marapu: http://www.kompasiana.com/delupingge/konsep-kehidupan-dan-kematian-menurut-agama-marapu_54f3b172745513982b6c7ecf
Tradisi Pasola dan upacara adat Nyale Suku Sumba: http://masadera.com/2016/02/06/tradisi-pasola-dan-upacara-adat-nyale-suku-sumbaflores-nusa-tenggara-timur/

——————————————————————————————————————————–

Advertisements

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: