Suku Sawu – Sawu

Orang Sawu atau Sabu atau Savu mendiami Pulau Sawu dan Pulau Raijua di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Provinsi Nusa Tenggara Timur

Provinsi Nusa Tenggara Timur

————————————————————————————————————————————-
* Foto pulau (island) Sawu: link
* Foto situs kuno / megalitik Sawu: link
——————————————————————————————————————————————
Asal usul suku Sawu

Legenda Sabu mengatakan bahwa nenek moyang orang Sabu datang dari seberang yang disebut “bou dakka ti dara dahi, agati kolo rai ahhu rai panr hu ude kolo robo”, yang berarti “orang yang datang dari laut, dari tempat jauh sekali, lalu bermukim dipulau Sabu”. Orang pertama adalah Kika Ga dan saudaranya Hawu Ga. Dari Kika Ga inilah yang menurunkan orang Sabu (Do Hawu) yang ada sekarang. Nama Rai Hawu atau pulau Sabu berasal dari nama Hawu Ga, saudara Kika Ga, yang juga salah satu leluhur mereka.

———————————————————————————————————————————
Kepercayaan suku Sawu

Sebelum memeluk agama Kristen, suku Sabu menganut agama tradisional suku, yaitu Jingitiu. Saat ini hampir seluruhnya suku Sabu memeluk agama Kristen Protestan. Namun, dalam keseharian kebanyakan orang Sabu masih terpengaruh oleh tradisi Jingtu. Norma kepercayaan mereka masih tetap berlaku dengan kelender adat yang menentukan saat menanam dan upacara lainnya.
Dalam tradisi agama tradisional Jingitiu, menerapkan ketentuan hidup adat atau uku, yang konon dipercayai mengatur seluruh kehidupan manusia dan berasal dari leluhur mereka. Semua yang ada di bumi ini Rai Wawa (tanah bawah) berasal dari Deo Ama atau Deo moro dee penyi (dewa mengumpulkan membentuk mancipta).
————————————————————————————————————————————
Masyarakat suku Sawu

Kampung masyarakat Sabu memiliki Uli rae, penjaga kampung, kemudi kampung bagian dalam gerbang Timur (maki rae) disebelahnya, serta aji rae dan tiba rae, (penangkiskampung) sama-sama melindungi kampung. Oleh karena itu setiap rumah dibangun harus dengan upacara untuk memberi semangat atau hamanga dengan ungkapan wie we worara webahi (jadikanlah seperti tembaga besi. Dalam setiap rumah diusahakan tempat upacara yang dilakukan sesuai musim dan kebutuhan, karena semua warga rumah yang sudah meninggal menjadi deo ama deo apu (dewa bapak dewa leluhur) diundang makan sesajen.

—————————————————————————————————————————————–
Sumber

– Suku Sawu:  http://protomalayans.blogspot.co.id/2012/11/suku-sabu-nusa-tenggara-timur.html
– Suku Sawu:  http://suku-dunia.blogspot.co.id/2015/01/sejarah-suku-sawu.html
– Suku Sawu:  http://melayuonline.com/ind/opinion/read/439/mengenal-suku-sabu-sawu-atau-savu

——————————————————————————————————————————————–

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: