Suku Sasak – Lombok

Suku Sasak adalah sukubangsa yang mendiami pulau Lombok dan menggunakan bahasa Sasak. Sebagian besar suku Sasak beragama Islam, uniknya pada sebagian kecil masyarakat suku Sasak, terdapat praktik agama Islam yang agak berbeda dengan Islam pada umumnya yakni Islam Wetu Telu, namun hanya berjumlah sekitar 1% yang melakukan praktik ibadah seperti itu. Ada pula sedikit warga suku Sasak yang menganut kepercayaan pra-Islam yang disebut dengan nama “Sasak Boda”.

Pulau Lombok

Pulau Lombok

Lokasi Pulau Lombok

Lokasi Pulau Lombok

————————————————————————————————————————————-
Foto foto Suku Sasak: link

Foto foto Lombok dulu, situs kuno dan intervensi belanda (1894): link
——————————————————————————————————————————-
Adat Suku Sasak

Adat istiadat suku sasak dapat anda saksikan pada saat resepsi perkawinan, di mana perempuan apabila mereka mau dinikahkan oleh seorang lelaki maka yang perempuan harus dilarikan dulu kerumah keluarganya dari pihak laki laki, ini yang dikenal dengan sebutan merarik atau pelarian.

Caranya cukup sederhana, gadis pujaan itu tidak perlu memberitahukan kepada kedua orangtuanya. Bila ingin menikah, gadis itu dibawa. Namun jangan lupa aturan, mencuri gadis dan melarikannya biasanya dilakukan dengan membawa beberapa orang kerabat atau teman. Selain sebagai saksi kerabat yang dibawa untuk mencuri gadis itu sekalian sebagai pengiring dalam prosesi itu. Dan gadis itu tidak boleh dibawa langsung ke rumah lelaki, harus dititipkan ke kerabat laki-laki.Tentu menikahi gadis dengan meminta izin kepada orang tuanya (redaq) lebih terhaormat daripada mencuri gadis tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, namun proses seperti ini sudah sangat jarang ditemukan karena kebiasaan orang sasak lebih dominan mencurinya supaya tidak terhambat oleh hal-hal yang tidak diinginkan seperti tidak disetujui orang tua gadis atau keterbatasan kemampuan dalam hal materi karena proses “redaq” biasanya menghabiskan biaya yang lebih besar daripada melarikan gadis (merarik) tanpa izin.

Dalam proses pencurian gadis, setelah sehari menginap pihak kerabat laki-laki mengirim utusan ke pihak keluarga perempuan sebagai pemberitahuan bahwa anak gadisnya dicuri dan kini berada di satu tempat tetapi tempat menyembunyikan gadis itu dirahasiakan, tidak boleh diketahui keluarga perempuan. ‘Nyelabar’, istilah bahasa setempat untuk pemberitahuan itu, dan itu dilakukan oleh kerabat pihak lelaki tetapi orangtua pihak lelaki tidak diperbolehkan ikut.

————————————————————————————————————————————
Sumber

Suku Sasak: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Sasak
Sejarah dan tradisi Suku Sasak: http://www.wacana.co/2010/07/sejarah-dan-tradisi-suku-sasak/
Suku Sasak: http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/987/suku-sasak
– Suku Sasak: http://amxxiv.tripod.com/rinjani/sasak.htm
Suku Sasak: http://protomalayans.blogspot.co.id/2012/11/suku-sasak-nusa-tenggara-barat.html
Tradisi Presean Suku Sasak: http://www.lombokgeographic.com/2016/10/tradisi-presean-suku-sasak.html


Penari Sasak

Penari Sasak

————————————————————————————————————————-

Advertisements

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: