Suku Bugis – Sulawesi

Suku Bugis merupakan kelompok etnik dengan wilayah asal Sulawesi Selatan.

Sulawesi (kuning)

———————————————————————————————————————————————-
* Foto foto Suku Bugis: link

* Foto foto Sulawesi dulu, suku Sulawesi dan situs kuno: link
————————————————————————————————————————————————
Tentang Suku Bugis

Suku Bugis merupakan kelompok etnik dengan wilayah asal Sulawesi Selatan. Penciri utama kelompok etnik ini adalah bahasa dan adat-istiadat, sehingga pendatang Melayu dan Minangkabau yang merantau ke Sulawesi sejak abad ke-15 sebagai tenaga administrasi dan pedagang di Kerajaan Gowa dan telah terakulturasi, juga dikategorikan sebagai orang Bugis.

Bugis adalah suku yang tergolong ke dalam suku-suku Melayu Deutero. Masuk ke Nusantara setelah gelombang migrasi pertama dari daratan Asia tepatnya Yunan. Kata “Bugis” berasal dari kata To Ugi, yang berarti orang Bugis. Penamaan “ugi” merujuk pada raja pertama kerajaan Cina yang terdapat di Pammana, Kabupaten Wajo saat ini, yaitu La Sattumpugi. Ketika rakyat La Sattumpugi menamakan dirinya, maka mereka merujuk pada raja mereka.

Dalam perkembangannya, komunitas ini berkembang dan membentuk beberapa kerajaan. Masyarakat ini kemudian mengembangkan kebudayaan, bahasa, aksara, dan pemerintahan mereka sendiri. Beberapa kerajaan Bugis klasik antara lain:
* kerajaan Luwu,
* kerajaan Bone,
* kerajaan Wajo,
* kerajaan Soppeng,
* kerajaan Suppa,
* kerajaan Sawitto,
* kerajaan Sidenreng dan
* kerajaan Rappang.

Meski tersebar dan membentuk suku Bugis, tetapi proses pernikahan menyebabkan adanya pertalian darah dengan Makassar dan Mandar.


Awal mula

Bugis adalah suku yang tergolong ke dalam suku-suku Melayu Deutero. Masuk ke Nusantara setelah gelombang migrasi pertama dari daratan Asia tepatnya Yunan. Kata “Bugis” berasal dari kata To Ugi, yang berarti orang Bugis. Penamaan “ugi” merujuk pada raja pertama kerajaan Cina yang terdapat di Pammana, Kabupaten Wajo saat ini, yaitu La Sattumpugi. Ketika rakyat La Sattumpugi menamakan dirinya, maka mereka merujuk pada raja mereka. Mereka menjuluki dirinya sebagai To Ugi atau orang-orang atau pengikut dari La Sattumpugi.
—————————————————————————————————————————————–
Kebudayaan

Budaya–budaya Bugis sesungguhnya yang diterapkan dalam kehidupan sehari–hari mengajarkan hal–hal yang berhubungan dengan akhlak sesama, seperti mengucapkan tabe’ (permisi) sambil berbungkuk setengah badan bila lewat di depan sekumpulan orang-orang tua yang sedang bercerita, mengucapkan iyé’ (dalam bahasa Jawa nggih), jika menjawab pertanyaan sebelum mengutarakan alasan, ramah, dan menghargai orang yang lebih tua serta menyayangi yang muda. Inilah di antaranya ajaran–ajaran suku Bugis sesungguhnya yang termuat dalam Lontara‘ yang harus direalisasikan dalam kehidupan sehari–hari oleh masyarakat Bugis.

Suku Bugis juga kental dengan adat yang khas: adat pernikahan, adat bertamu, adat bangun rumah, adat bertani, prinsip hidup, dan sebagainya. Meskipun sedikit banyaknya telah tercampur dengan ajaran Islam. Adat sendiri yang dimiliki Suku Bugis menandakan satu hal: Suku Bugis pada masanya memiliki peradaban yang luar biasa hebatnya. Nenek moyang Suku Bugis adalah orang-orang pintar yang mampu menciptakan dan mewariskan ilmu pengetahuan.

———————————————————————————————————————————
Sumber

Suku Bugis: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Bugis
Adat dan kebudayaan Suku Bugis: http://artnculture.ilmci.com/935/adat-dan-kebudayaan-suku-bugis.aspx
– Kebudayaan suku Bugis: http://suku-dunia.blogspot.co.id/2015/09/kebudayaan-suku-bugis.html
Suku Bugis: http://protomalayans.blogspot.co.id/2012/10/suku-bugis-sulawesi.html
Tradisi Mattampung Suku Bugis: http://salambismillahku.blogspot.co.id/2015/12/tradisi-mattampung-suku-bugis.html
– Tentang Bissu: https://id.wikipedia.org/wiki/Bissu
Budaya Suku Bugis (Mappadendang): http://www.rakyatbugis.com/2014/12/budaya-suku-bugis-mappadendang-pesta.html
Upacara Adat pernikahan orang Bugis (Mappabotting): http://melayuonline.com/ind/culture/dig/2622/mappabotting-upacara-adat-perkawinan-orang-bugis-sulawesi-selatan

———————————————————————————————————————————-

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: