Makiwulaeng, kerajaan / P. Sangihe – Prov. Sulawesi Utara

Kerajaan Makiwulaeng terletak di pulau Sangihe, Kab. Kepulauan Sangihe, provinsi Sulawesi Utara.

The kingdom of Makiwulaeng was located on the island of Sangihe, Kab. Kepulauan Sangihe, provinsi Sulawesi Utara.
For english, click here

Lokasi P. Sangihe

Lokasi P. Sangihe

Pulau Sangihe

Pulau Sangihe

 

 

 

 

 

 

 

 


* Foto foto kepulauan Sangihe: link


Sejarah kerajaan Makiwulaeng

Kerajaan Makiwulaeng adalah kerajaan mula-mula dari kerajaan Kendahe. Raja pertama kerajaan Makiwulaeng muncul dari langit dan diberi nama Mehegelangi. Diyakini pula oleh masyarakat Kendahe bahwa Raja inilah yang disebut Egaliwutang putera Sultan Ahmad dari Mindanao, Pilipina. Egaliwutang mempersunting perempuan bernama Timbangsehiwu cucu raja Tatehewoba dari kerajaan Tahuna. Perkawinan Egaliwutang dengan Timbangsehiwu memperoleh anak yang diberi nama Wuisang.

Raja Wuisang sering berlayar ke Lajangas dan Davao menjenguk keluarganya disana. Suatu saat karena terlalu lama di Pilipina, berselingkuhlah isterinya Uwo ļawewe dengan Pamundaļeng putera dari Jogugu Mangapeng dari Hiung Siau. Karena sakit hati, merantaulah raja Wuisang ke tanah Minahasa dan tidak kembali lagi. Selanjutnya kedudukan raja Wuisang diganti oleh anaknya bernama Syam Syah Alam. Rakyat di Makiwulaeng sering menyebutnya sebagai “Samangsialang”.

Pada masa pemerintahan raja Samangsialang, kerajaan Makiwulaeng mencapai kejayaannya. Raja Samangsialang mendirikan sebuah istana megah di Tanjung Maselihe. Wilayahnya meliputi semua wilayah Kendahe sampai ke pulau Lipaeng.

Tanjung Maselihe tempat berdirinya kerajaan Makiwulaeng tenggelam, yang tersisa hanyalah sebuah tanah kecil yang saat ini menjadi pulau Lipaeng.

– Sumber: https://alffianwpwalukow.blogspot.co.id/2015/03/kararatuang-makiwulaeng-hancurnya.html


Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sangihe

Sejak abad 15 di P. Sangihe muncul pemerintahan lokal/tradisional. Pertama kali, dibuktikan lewat catatan jurutulis Magellan tahun 1421, Antonio Pigaffeta. Di Sangihe, Pigafetta mencatat ada empat raja. Dua di Siau dan satu di Tagulandang. Tapi sumber sejarah tiga abad sesudahnya, hasil tulisan F. Valentijn yang datang ke Sangihe awal abad ke-18, menyebut awalnya hanya dua saja kerajaan di Sangihe, yaitu Tabukan dan Kalongan. Menurutnya, nanti kira-kira tahun 1670 muncul sembilan kerajaan di Sangihe, yaitu:
* Kerajaan Kendahe,
* Kerajaan Taruna,
* Kerajaan Kolongan,
* Kerajaan Manganitu (Kauhis),
* Kerajaan Limau,
* Kerajaan Tabukan,
* Kerajaan Sawang (Saban) dan
* Kerajaan Tamako.

Namun, kemudian kerajaan yang terakhir (Tamako) menjadi bagian Siau. Sementara, Raja Limau ditumpas pasukan kiriman Padtbrugge. Kerajaan ini hancur lebur. Dan, Sawang bergabung dengan Kerajaan Taruna dan Kerajaan Kolongan. Sedangkan Kauhis bergabung dengan Manganitu.

Pada tahun 1898 Kerajaan Kendahe dan Kerajaan Taruna digabung menjadi satu. Di dua wilayah inilah tahun 1919 Raja Soleman Ponto memerintah dengan pusatnya di Kota Tahuna kini. Artinya, pada tahun 1900-an tersisa empat kerajaan saja: Tabukan, Manganitu, Siau dan Kendahe-Taruna.
– Sumber: http://thekawanua.blogspot.co.id/2010/02/kerajaan-kendahe-dan-sekitarnya.html


Sumber Makiwulaeng

– Sejarah kerajaan Makiwulaeng: https://alffianwpwalukow.blogspot.co.id/2015/03/kararatuang-makiwulaeng-hancurnya.html

Sumber kerajaan-kerajaan di P. Sangihe

Sejarah kerajaan di Sangihe: http://9soputan9.blogspot.co.id/2013/11/kerajaan-sangihe-talaud.html
Sejarah kerajaan di Sangihe: http://dhevinadalinda.blogspot.co.id/2014/10/cerita-sejarah-raja-gumansalangi-raja.html
Sejarah kerajaan di Sangihe: http://sangihekab.go.id/home/index.php?document_srl=855&mid=Sejarah
Sejarah kerajaan di Sangihe: http://manado.tribunnews.com/2013/06/25/asal-usul-manado-siau-dan-sangihe-talaud
– Raja raja Sangihe Talaud: http://raja-rajasangihetalaud.blogspot.co.id/2016/08/800×600-normal-0-false-false-false-en.html
– Sejarah kerajaan-kerajaan di Sulawesi Utara: https://arkeologiriset.wordpress.com/2017/11/01/sejarah-sangihe-pilipina/


Peta kuno Sangihe, Talaud dan Tagulandang

Kepulauan Sangihe, Talaud dan Tagulandang di Sulawesi Utara, tahun 1700.

——————————-

Peta Sangir dan Talaud, tahun 1724

————————————-

Peta Sangihe, Talaud dan Tagulandang tahun 1894


 

Advertisements

Blog at WordPress.com.