Foto keraton bekas Bangkalan

Sumber Keraton bekas Bangkalan:

http://bangkalanmemory.blogspot.co.id/2014/05/jejak-yang-tersisa-dari-kraton-saksak.html
http://kabarmadura07.blogspot.co.id/2012/03/bekas-kraton-bangkalan-jadi-milik.html
http://kokiers.com/articles/494

Bekas Kraton Bangkalan, di Kampung Saksak Tengah, Kelurahan Kraton, Kecamatan Bangkalan, Madura,  diklaim sebagai milik pribadi warga bernama Hansyen Woing. Hansyen mengklaim sebagai pemilik sah bangunan kuno yang dulunya bekas Kraton Bangkalan itu berdasarkan bukti sertifikat yang ia kantongi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat.

Sisah Keraton Bangkalan.

Sisah Keraton Bangkalan.

Pintu utama adalah bekas jendela dari Keraton Utama Kerajaan Cakraningrat yang berhasil diselamatkan oleh Sang Wedono dari kebakaran.

 Lambang Kerajaan Cakraningrat tergantung di pendopo depan. Lambang Kerajaan Cakraningrat sudah tidak lengkap detailnya, karena sebagian kayu sudah patah dan sebagian ormamen hiasan detailnya pada lambang tersebut sudah hilang.

Lambang Kerajaan Cakraningrat tergantung di pendopo depan. Lambang Kerajaan Cakraningrat sudah tidak lengkap detailnya, karena sebagian kayu sudah patah dan sebagian ormamen hiasan detailnya pada lambang tersebut sudah hilang.

Niatan untuk melihat rumah kuno tersebut tak terbendung lagi. Benar saja rumah ini adalah rumah yang dibangun oleh Raden Abd. Saleh Mantjoadikoro pada tahun 1904. Beliau adalah "wedono" dan sekaligus penasehat raja. Raden Abd. Saleh Mantjoadikoro merupakan ayahanda Raden Ahmad Riefai Mantjoadikoro, patih terakhir kerajaan Cakraningrat. Kayu kusen dan pintu serta ornamen hiasannya diambil dari bangunan rumah bangsawan di dalam lingkungan Keraton Cakraningrat yang dihancur di jaman Belanda.

Niatan untuk melihat rumah kuno tersebut tak terbendung lagi. Benar saja rumah ini adalah rumah yang dibangun oleh Raden Abd. Saleh Mantjoadikoro pada tahun 1904. Beliau adalah “wedono” dan sekaligus penasehat raja. Raden Abd. Saleh Mantjoadikoro merupakan ayahanda Raden Ahmad Riefai Mantjoadikoro, patih terakhir kerajaan Cakraningrat. Kayu kusen dan pintu serta ornamen hiasannya diambil dari bangunan rumah bangsawan di dalam lingkungan Keraton Cakraningrat yang dihancur di jaman Belanda.

Bekas Pemandian putri Kraton. Lokasi ini berada di sebelah Timur (pojok) Kraton Saksak, dimana pada bangunan tersebut merupakan tatakan batu bata yang sangat rapi. Pemandian ini terbagi menjadi 2 bagian yaitu Pemandian untuk Wanita dan satunya lagi untuk Laki-laki. Pada Pemandian untuk Laki-laki terdapat undakan di sisi sebelah Selatan yang menempel di sebuah tembok yang berornamen. Sedangkan Pemandian untuk wanita terdapat undakan disisi luar dan dalam.

Bekas Pemandian putri Kraton. Lokasi ini berada di sebelah Timur (pojok) Kraton Saksak, dimana pada bangunan tersebut merupakan tatakan batu bata yang sangat rapi. Pemandian ini terbagi menjadi 2 bagian yaitu Pemandian untuk Wanita dan satunya lagi untuk Laki-laki. Pada Pemandian untuk Laki-laki terdapat undakan di sisi sebelah Selatan yang menempel di sebuah tembok yang berornamen. Sedangkan Pemandian untuk wanita terdapat undakan disisi luar dan dalam.


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: