Keraton Yogyakarta

——————————————————————————————————————————-
Kesultanan Yogyakarta

Museum Kereta Kencana berada di kompleks Ndalem Keraton Nyayogyakarta.
Berikut nama – nama kereta yang ada di museum ini :

  • Kyai Jongwiyat
  • Kyai Jolodoro
  • Roto Biru
  • Kyai Rejo Pawoko
  • Premili
  • Kus No.10 (baca: Kus Sepuluh)
  • Kapulitin
  • Kyai Kuthakaharjo
  • Kus Gading
  • Kyai Puspoko Manik
  • Roto Praloyo
  • Kyai Jetayu
  • Kyai Harsunaba
  • Kyai Wimonoputro
  • Kyai Manik Retno
  • Kanjeng Nyai Jimad
  • Mondrojuwolo
  • Garuda Yeksa
  • Landower Wisman
  • Landower Surabaya
  • Landower
  • Kyai Noto Puro
    ——————————————————————————————————

Kereta Mondro Juwolo

Ini adalah kareta yang dulunya dipakai oleh Pangeran Dipenogoro. Cat-nya diperbarui pada saat diadakannya Festival Kraton Nusantara. Buatan Belanda tahun 1800. Ditarik oleh 6 ekor kuda. Fungsinya adalah sebagai alat transportasi.

Keraton Yogyakarta. Kereta Mondro Juwolo, usde by Prince Diponegoro. Made in England, 1810

Keraton Yogyakarta. Kereta Mondro Juwolo.

2) Kereta Roto Biru

Buatan Belanda pada tahun 1901 pada masa Sri Sultan HB VIII. Dinamakan Roto Biru mungkin karena kareta ini didominasi oleh warna biru cerah sampai ke bagian roda-nya. Dipergunakan untuk manggala yudha bagi panglima perang. Pada saat HB X menikahkan putrinya, kareta ini dipergunakan untuk mengangkut besan mertua. Kareta ini ditarik oleh 4 ekor kuda.

Kereta Roto biru. Yogyakarta

Kereta Roto biru. Yogyakarta

3) Kyai Rejo Pawoko

Buatan tahun 1901 pada masa pemerintahan Sri Sultan HB VIII yang diperuntukkan sebagai sarana transportasi bagi adik-adik Sultan. Ditarik oleh 4 ekor kuda. Konon dibelinya bersamaan dengan lahirnya Pak Karno ditahun 1901.

Kyai Rejo Pawoko. Yogyakarta.

Kyai Rejo Pawoko. Yogyakarta.

4) Kereta Kyai Wimono Putro

Dibeli pada masa pemerintahan Sri Sultan HB VI tahun 1860. Dipergunakan pada saat upacara pengangkatan putra mahkota. Kondisinya masih asli (warna kayu). Ditarik oleh 6 ekor kuda.

Kyai Wimono Purto. Keraton Yogyyakarta.

Kyai Wimono Purto. Keraton Yogyyakarta.

5) Kereta Jetayu

Dibeli pada masa Sri Sultan HBVIII pada tahun 1931. Diperuntukkan sebagai alat transportasi bagi putri-putri Sultan yg masih remaja. Ditarik oleh 4 ekor kuda dengan pengendali yang langsung berada diatas kuda.

Keraton Yogyakarta. Kereta Kencana.

Keraton Yogyakarta. Kereta Kencana Jetayu.

6) Kareta Kyai Garuda Yeksa

Kareta buatan Belanda tahun 1861 pada masa Sri Sultan HB VI. Kareta ini dipergunakan untuk penobatan seorang Sultan. Ditarik 8 ekor kuda yg sama (warna, kelamin). Dilakukan upacara pemadian setiap setahun sekali setiap dibulan Suro. Disebut juga sebagai Kareta Kencana (kareta emas). Semuanya yang ada di kareta ini masih asli termasuk simbol/lambang Burung Garuda-nya yang terbuat dari emas 18 karat seberat 20kg. Hanya digosok atau dibersihkan pada saat akan ada upacara penobatan karena kalau terlalu sering digosok emasnya akan terkikis. Konon sekitar 6-7gram emas akan hilang setiap kali digosok/dibersihkan. Bentuk mahkota-nya yang terbuat dari kuningan dengan puncaknya berbentuk seperti Tugu Monas karena konon Soekarno memang menggunakan bentuk mahkota ini untuk membuat desain Tugu Monas. Design kareta datang dari Sri Sultan HB I. Uniknya apabila pintu kareta dibuka maka akan ada tangga turun dengan sendirinya seperti yang sering dijumpai pada pintu-pintu pesawat terbang. Pengendali kuda hanya 1 orang. Kareta ini masih dipakai sampai sekarang.

Yogyakarta. Kareta Kyai Garuda Yeksa. Kereta buatan Belanda tahun 1861 pada masa Sri Sultan HB VI. Digunakan untuk penobatan seorang Sultan.

Yogyakarta. Kareta Kyai Garuda Yeksa.

7) Kereta Landower

Kareta ini dibeli pada masa Sri Sultan HB VIII pada tahun 1901, buatan Belanda. Dahulu sempat dipamerkan di Hotel Ambarukmo. Ditarik oleh 4 ekor kuda

Kereta Landower. Yogyakarta.

Kereta Landower. Yogyakarta.

8) Kereta Premili

Kareta ini dirakit di Semarang pada tahun 1925 dengan spare-part yang didatangkan dari Belanda. Digunakan untuk menjemput penari-penari Kraton. Ditarik oleh 4 ekor kuda. Pada salah satu bagian roda-nya tertulis “G.Barendsi”.

Kereta Premili. Yogyakarta.

Kereta Premili. Yogyakarta.

9) Kereta Kyai Kutha Kaharjo

Dibeli pada jaman pemerintahan Sri Sultan HB IX, buatan Berlin tahun 1927. Dipergunakan untuk mengiringi acara-acara yang diselenggarakan oleh Kraton, ditarik oleh 4 ekor kuda.

Kereta Kyai Kuthokaharjo. Yougyakarta.

Kereta Kyai Kutha Kaharjo. Yogyakarta.

 

10) Kereta Kepulitin

Merupakan kareta untuk pacuan kuda/bendi. Dibeli pada jaman pemerintahan Sri Sultan HB VII yang memang menggemari olah raga berkuda. Kareta ini hanya ditarik oleh 1 ekor kuda saja.

Kereta Kapulitin. Yogyakarta.

Kereta Kapulitin. Yogyakarta.

11) Kereta Kangjeng Nyai Jimat

Kereta Kangjeng Nyai Jimat merupakan kereta kerajaan tertua di Yogyakarta. Kangjeng Nyai Jimat dibuat di Belanda sebagai hadiah dari Gubernur Jenderal Jacob Mossel kepada Sultan Hamengku Buwana I.

Yogyakarta. Kereta Kangjeng Nyai Jimat merupakan kereta kerajaan tertua di Yogyakarta. Kangjeng Nyai Jimat dibuat di Belanda sebagai hadiah dari Gubernur Jenderal Jacob Mossel kepada Sultan Hamengku Buwana I.

Yogyakarta. Kereta Kangjeng Nyai Jimat.

12) Kereta Kyai Puspoko Manik

Kareta buatan Belanda (Amsterdam) yang dipergunakan sebagai pengiring acara-acara Kraton termasuk untuk pengiring pengantin. Ditarik oleh 4 ekor kuda.

Kereta Kyai Puspoko. Yogyakarta.

Kereta Kyai Puspoko. Yogyakarta.

13) Kereta Kyai Harsunaba

Kareta ini merupakan sarana transportasi sehari-hari dari masa Sri Sultan HBVI-VIII. Dibeli pada tahun 1870. Ditarik oleh 4 ekor kuda.

Kereta Kyai Harsunaba. Yogyakarta.

Kereta Kyai Harsunaba. Yogyakarta.

14) Kereta Landower Wisman

Dibeli dari Belanda pada tahun 1901 pada masa pemerintahan Sri Sultan HB VIII dan direnovasi pada tahun 2003, Dipergunakan sebagai sarana transportasi pada saat melakukan penyuluhan pertanian. Ditarik oleh 4 ekor kuda.

Landower wisman. Yogyakarta.

Landower wisman. Yogyakarta.

15) Kereta Landower Surabaya

Kareta ini sudah dipesan dari masa Sri Sultan HB VII dan baru bisa dipakai pada saat masa pemerintahan Sri Sultan HB VIII. Kareta ini buatan Swiss dan dipergunakan sebagai sarana transportasi penyuluhan pertanian di Surabaya.

Kereta Landower Surabaya. Yogyakarta.

Kereta Landower Surabaya. Yogyakarta.

16) Kereta Kyai Noto Puro

Kareta ini buatan Belanda pada masa pemerintahan Sri Sultan HBVII yang aslinya dipergunakan untuk manggala yudha atau dalam peperangan. Bentuk fisiknya sudah mengalami renovasi. Ditarik oleh 4 ekor kuda.

Kereta Kyai Noto Puro. Yogyakarta.

Kereta Kyai Noto Puro. Yogyakarta.

17) Kereta Kyai Manik Retno.

Dibeli pada masa pemerintahan Sri Sultan HB IV tahun 1815, buatan Belanda. Merupakan kareta untuk pesiar Sultan bersama permaisuri. Ditarik oleh 4 ekor kuda.

Kereta Kyai Manik Retno. Yogyakarta.

Kereta Kyai Manik Retno. Yogyakarta.

18) Kereta Kus Sepuluh

Buatan Belanda pada tahun 1901 pada masa Sri Sultan HB VIII. Aslinya adalah kareta Landower dan bisa dipergunakan untuk pengantin. Cat aslinya yang berwarna hijau sudah diganti menjadi kuning dan dipercayai mengandung makna politis (warna salah satu parpol) pada saat dilakukan pengecatan ulang. Walaupun bisa dipergunakan sebagai kareta pengantin namun pada acara pernikahan putri Sri Sultan HB X yang baru lalu kareta ini tidak dipakai oleh mempelai.

Kereta Kus Sepuluh. Yogyakarta.

Kereta Kus Sepuluh. Yogyakarta.

19) Kereta Kyai Jolodoro

Buatan Belanda 1815. Peninggalan Sri Sultan HB IV. Kareta Jolodoro adalah kareta pesiar (dari kata “Jolo” = menjaring, “Doro” = gadis). Pengendali atau sais berdiri dibelakang. Dikendalikan oleh 4 ekor kuda.

Kereta Kyai Jolodoro. Yogyakarta.

Kereta Kyai Jolodoro. Yogyakarta.

——————————————————————————————————————————————

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: