Manggarai, kerajaan / P. Flores – Nusa Tenggara Timur

Kerajaan Manggarai terletak di pulau Flores, Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat.

Kabupaten Manggarai Barat

Kabupaten Manggarai Barat

Kabupaten Manggarai

Kabupaten Manggarai

 

 

 

 

 

 

Lokasi Flores

Lokasi Flores


* Foto Manggarai: link

* Foto foto Flores dulu dan situs kuno: link


1 Tentang Raja / About the king
2 Sejarah / History kerajaan Manggarai
3 Tentang Dalu: Wilayah Adat di Flores
4 Peta kuno Flores
5 Sumber / Source


1) Tentang Raja / About the king

Present Raja: Keturunan Raja Manggarai hadir pengobatan sultan Bima: link.
The descendents of the king of Manggarai attended the installation of the Sultan of Bima.

Comment of mr D.Tick on this on 2-2-2014 (mr D. Tick, Pusat Dokumentasi Kerajaan2 di Indonesia “Pusaka”)

Mereka bukan keluarga kerajaan Manggarai, tetapi districtrulers dari Reo di bawah Sultan Bima. Ketika kerajaan Manggarai dibuat di bawah Raja Alexander Baroek, sub-kerajaan ini terintegrasi di Manggarai dan berhenti untuk eksis. Sub-kerajaan yang lain di Manggarai kemudian diakui oleh Belanda adalah Labuhan Bajo di bawah raja lain yang disebut Daeng Melawa. Kedua penguasa turun tahta 21-9-1929. Ketika Manggarai harus menjadi kerajaan independen baru, mereka juga berpikir untuk membuat anak sultan Bimas raja baru Manggarai, tapi kemudian mereka memilih untuk dinasti lebih lokal. Raja Alexander Baroek menjadi raja yang pertama di bawah satu kabupaten. Saudaranya adalah raja terakhir di Manggarai, disebut Raja Constasntinus Ngambut.

Daftar raja kerajaan Manggarai

Alexander Baruk adalah anak dari Kraeng Tamur, raja Todo. Tahun 1931/1932,
– Alexander Baruk: kemali dari sekolahnya. Lalu, kemudian diangkat menjadi raja Manggarai. Namun, karena raja Bagung masih hidup, maka keduanya tetap raja.
– Raja Bagung sebagai “raja bicara” sedangkan yang mengambil keputusan adalah Raja Baruk. Sehingga dulu ada istilah putus le Kraeng Wunut, bete le kraeng Belek.
– Kekuasaan keduanya berakhir saat keduanya meninggal dunia. Raja Bagung meninggal 1947. Sedangkan, Raja Baruk meninggal 1949.
Kemudian, keduanya diganti oleh Kraeng Langkas atau Kraeng Constantinus Ngambut, juga dari Todo, menjadi raja hingga 1958.

——————

They are not the royal family of Manggarai, but the districtrulers of Reo under the sultan of Bima. When Manggarai kingdom was made under Raja Alexander Baroek, this sub-kerajaan was integrated in Manggarai and stopped to exist. The other sub-kerajaan in Manggarai then recognised by Holland was Labuhan Bajo under another raja bicara called Daeng Melawa. Both rulers abdicated 21-9-1929. When Manggarai had to be a renewed independent kingdom, they also thought to make a son of the sultan of Bimas the new king of Manggarai, but then they chose for the more local dynasty. Raja Alexander Baroek became the 1st raja under a regency. His brother was the last ruling king of Manggarai actually called Raja Constasntinus Ngambut.


2) Sejarah kerajaan Manggarai

Lihat pula:
Kerajaan Todo,
Kerajaan Cibal,
Wilayah Manggarai, hunbungan dengan kesultanan Bima dan Makasar

Tahun 1907 Belanda masuk ke Manggarai dan hendak mendirikan pusat kekuasaan sipil di Todo. Namun, karena topografinya yang kurang baik, lalu pindah ke Puni, Ruteng. Secara resmi Belanda menaklukan Manggarai pada 1908.
Ketika Belanda mulai menguasai Manggarai, Raja Todo (1914-2924) yaitu Kraeng Tamur dipindahkan ke Puni.

Dalam perjalanan sejarahnya, Belanda melihat Manggarai yang meliputi Wae Mokel awon (batas timur) dan Selat Sape salen (batas barat) adalah satu kesatuan yang utuh. Tidak ada lagi Cibal, tidak ada lagi Todo, tidak ada lagi Bajo, maka disebutlah Manggarai.

Karena itulah, pada tahun 1925, melalui suatu surat keputusan dari Belanda, Manggarai menjadi suatu kerajaan dan diangkatlah orang Todo-Pongkor menjadi raja pertama yaitu Raja Bagung dari Pongkor.
Kerajaan Manggarai bentukan Belanda ini terdiri atas 38 kedaluan. Bersamaan dengan diangkatnya Raja Bagung, Belanda juga menyekolahkan Kraeng Alexander Baruk ke Manado.

Alexander Baruk adalah anak dari Kraeng Tamur, raja Todo. Tahun 1931/1932, Alexander Baruk kemali dari sekolahnya. Lalu, kemudian diangkat menjadi raja Manggarai. Namun, karena raja Bagung masih hidup, maka keduanya tetap raja. Raja Bagung sebagai “raja bicara” sedangkan yang mengambil keputusan adalah Raja Baruk. Sehingga dulu ada istilah putus le Kraeng Wunut, bete le kraeng Belek.

Kekuasaan keduanya berakhir saat keduanya meninggal dunia. Raja Bagung meninggal 1947. Sedangkan, Raja Baruk meninggal 1949. Kemudian, keduanya diganti oleh Kraeng Langkas atau Kraeng Constantinus Ngambut, juga dari Todo, menjadi raja hingga 1958.


Kerajaan-kerajaan di Flores abad ke-17/18

klik peta di bawah untuk besar


3) Tentang Dalu: Wilayah Adat di Flores

Pada zaman dulu di Manggarai terdapat sebuah kerajaan. Pada masa sekarang sisa-sisanya masih kelihatan berupa pembagian wilayah tradisional ke dalam wilayah adat yang disebut dalu. Pada zaman dulu jumlah dalu ini sampai 39 buah. Tiap-tiap dalu dikuasai oleh satu klen atau wau tertentu. Dalam setiap dalu terdapat beberapa buah glarang dan di bawahnya lagi terdapat kampung-kampung yang disebut beo. Orang-orang dari wau yang dominan dan menguasai dalu menganggap diri mereka sebagai golongan bangsawan. Antara satu dalu dengan dalu lainnya sering mengadakan aliansi perkawinan dalam sistem yang mereka sebut perkawinan tungku (semacam perkawinan sepupu silang). Antara dalu dengan glarang sering pula terjadi perkawinan, karena sebuah glarang umumnya juga dikuasai oleh sebuah wau dominan.


4) Peta kuno Flores

Untuk peta kuno (1493, 1725, 1700-an, 1756), klik di sini

Flores, tahun 1725


5) Sumber / Source

Sejarah kekuasaan Manggarai Raya: http://www.floresa.co/2015/08/13/sejarah-kekuasaan-di-manggarai-raya-dari-perang-todo-vs-cibal-hingga-pilkada-langsung/
– Sejarah Manggarai: http://angelinhomenggot.blogspot.co.id/2014/04/kabupaten-manggarai-sejarah.html
Suku Manggarai: http://www.wisataflores.com/2015/03/orang-manggarai-bagian-pertama.html
– Tentang wilayah adat Flores, Dalu: http://suku-dunia.blogspot.co.id/2014/12/sejarah-suku-manggarai.html
Manggarai pernah miliki 6 raja: link
Sejarah Manggarai: http://kraengadhy.blogspot.co.id/2009/05/sekilas-sejarah-manggarai.html
– Keturunan Raja Manggarai hadir pengobatan sultan Bima: link.
———————-

——————-
English
.
History of Flores: Wiki


Leader of Manggarai-Flores raja dynasty Raja Muda Alexius Ngambut with his wife - silvia prastyo, fb

Leader of Manggarai-Flores raja dynasty Raja Muda Alexius Ngambut with his wife. Sumber foto:  silvia prastyo, FB.


 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: